Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Kepala Hamas Tuduh PM Israel Sabotase Perundingan Gencatan Senjata

Mei 06, 2024 Last Updated 2024-05-06T07:40:56Z


Gencatan senjata di Gaza Palestina belum juga dilakukan. Kedua pihak, yakni Israel dan Hamas punya keinginan masing-masing.


Tetapi, Kepala Politik Hamas Ismail Haniyeh pada Minggu (5/5/2024) menuduh Perdana Menteri Israel menyabotase upaya mediator yang terlibat dalam pembicaraan yang sedang berlangsung.


Yakni perundingan untuk gencatan senjata dan pertukaran sandera di Gaza. Hal ini sebagai bentuk serangan balasan dari Israel pada kelompok Hamas.


Dikutip dari AFP, Haniyeh yang berbasis di Qatar mengatakan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu ingin menciptakan pembenaran terus-menerus atas kelanjutan agresinya.


PM Israel juga ingin memperluas lingkaran konflik, dan menyabot upaya yang dilakukan melalui berbagai mediator dan pihak.


Mediator Qatar, Mesir dan AS bertemu dengan delegasi Hamas di Kairo pada hari Sabtu dalam upaya terbaru untuk menghentikan perang yang telah berlangsung hampir tujuh bulan dan telah memicu protes di seluruh dunia.


Sementara sumber senior Hamas yang dekat dengan perundingan tersebut mengatakan kepada AFP bahwa akan ada babak baru perundingan pada hari Minggu ini.


Para perunding yang berusaha menghentikan perang yang menghancurkan itu telah mengusulkan penghentian awal pertempuran selama 40 hari dan pertukaran sandera dengan tahanan Palestina.


Haniyeh mengatakan Hamas melakukan pendekatan terhadap perundingan tersebut dengan "serius dan positif" namun mempertanyakan arti dari sebuah perjanjian jika gencatan senjata bukanlah hasil pertamanya.


Sebelumnya Netanyahu telah menolak permintaan Hamas untuk mengakhiri perang di Gaza.


Israel tidak siap menerima situasi di mana Hamas keluar dari bunker mereka, kembali menguasai Gaza, membangun kembali infrastruktur militer, dan kembali mengancam warga Israel.


Mesir, Qatar dan Amerika Serikat telah berusaha menengahi kesepakatan antara Israel dan Hamas selama berbulan-bulan.


Pemimpin kantor politik Hamas yang bermarkas di Qatar mengatakan Amerika Serikat telah memberikan perlindungan bagi pendudukan ini.


AS juga seharusnya menjadi pihak yang menghentikannya, bukannya memasok senjata pemusnah dan pemusnahan.


Haniyeh menambahkan bahwa Hamas tetap bersemangat untuk mencapai kesepakatan yang komprehensif dan saling berhubungan secara bertahap, mengakhiri agresi, memastikan penarikan pasukan Israel, dan mencapai kesepakatan pertukaran tahanan.

×