Kisah Mistis Warga Bogor Sebelum Temukan Kerangka Alvaro di Bawah Jembatan, Sempat Alami Mimpi Aneh
Penemuan kerangka bocah enam tahun, Alvaro Kiano Nugroho, di bawah Jembatan Cilalay, Kecamatan Tenjo, Kabupaten Bogor, bukan hanya mengungkap tragedi keji sang ayah tiri. Warga sekitar juga menceritakan pengalaman mistis yang mereka alami jauh sebelum polisi tiba di lokasi.
Jembatan Cilalay yang menjadi tempat pembuangan sampah liar itu kini dikenal sebagai titik di mana jasad Alvaro ditemukan setelah dinyatakan hilang sejak awal Maret 2025. Ironisnya, ketika kerangka itu ditemukan, kondisinya sudah tak utuh dan hanya menyisakan tulang belulang.
Warga Mengaku Lihat Bayangan Anak Kecil
Salah satu warga yang ikut mencari sekaligus yang tinggal paling dekat dengan lokasi, Sunaryo, mengaku merasakan keanehan sejak lama. Rumahnya berjarak hanya sekitar 20 meter dari tempat ditemukannya kerangka Alvaro.
Ia mengatakan sering melihat “kolebat” bayangan yang menyerupai anak kecil saat berada di warungnya. Meski begitu, ia selalu menganggapnya sebagai ilusi semata.
“Saya di warung sering bengong, keliatannya ada yang selewat-selewat kayak anak kecil. Itu mah sering,” ungkapnya.
Awalnya, ia tak menghubungkan fenomena itu dengan hal mistis, terutama karena tidak ada peristiwa kematian anak kecil yang ia ketahui di sekitar rumahnya.
Mimpi Suara Anak Kecil Minta Tolong
Puncak keanehan terjadi ketika Sunaryo memimpikan suara anak kecil meminta pertolongan. Dalam mimpi itu tidak ada wujud, hanya suara lirih yang terus memanggil.
“Dalam mimpi bilang, ‘Mah dingin mah dingin, tolong saya’. Aneh banget, saya nggak punya anak kecil yang meninggal,” kata Sunaryo.
Semua tanda itu baru terasa masuk akal setelah polisi datang ke lokasi untuk melakukan pencarian.
Polisi Dua Kali Sisir Lokasi Sebelum Temukan Kerangka
Kepolisian pertama kali mendatangi lokasi pada Jumat (21/11/2025), lalu menyisir aliran sungai. Namun pencarian awal tidak membuahkan hasil.
Baru pada Minggu (23/11/2025), polisi kembali melakukan pemeriksaan dan menemukan kerangka Alvaro yang dibungkus kantong plastik hitam.
“Udah berantakan, tulang belulangnya berceceran. Tempurung kepala masih lengkap, tulang rusuk paling banyak,” jelas Sunaryo.
Lokasi TKP Mencekam dan Gelap Gulita
Jembatan Cilalay bukan hanya terpencil, tetapi juga minim penerangan. Saat malam tiba, lokasi itu gelap total dan kerap menjadi titik rawan kejahatan.
“Sepi, gelap banget. Penerangan cuma dari warung saya, itu pun nggak memadai,” kata Sunaryo.
Ia menambahkan bahwa jalan tersebut sering dimanfaatkan pelaku kriminal, terutama aksi pembegalan.
“Di sini begal bukan sedikit. Minggu lalu aja ada yang dibegal. Laki-laki perempuan, kapan aja ada,” tegasnya.
Tragedi Berawal dari Tindakan Keji Ayah Tiri
Alvaro dibunuh ayah tirinya yang kemudian juga mengakhiri hidup. Sang ayah tiri membuang jasad Alvaro ke lokasi pembuangan sampah ilegal di bawah jembatan tersebut.
Penemuan kerangka Alvaro menjadi titik akhir pencarian, sekaligus membuka tabir peristiwa mistis yang dialami warga.


