Kabar duka dari Aceh masih menyisakan luka mendalam. Bencana hidrometeorologi yang terjadi sejak akhir November 2025 membawa dampak luar biasa besar terhadap masyarakat di berbagai wilayah. Hingga laporan terbaru diterbitkan, ratusan warga masih dinyatakan hilang dan sebagian telah ditemukan meninggal dunia.
Menurut update resmi Pos Komando Tanggap Darurat Bencana Hidrometeorologi Aceh, Rabu (3/12), skala bencana berkembang semakin luas. Data pada Selasa malam (2/12/2025), pukul 20.00 WIB, menunjukkan banjir dan longsor telah melanda 229.767 kepala keluarga atau 1.452.185 jiwa yang tersebar di 18 kabupaten/kota, 229 kecamatan, dan 3.310 gampong.
Korban Jiwa Terus Bertambah
Sampai hari kelima penanganan darurat, jumlah korban meninggal mencapai 249 orang. Selain itu, 227 orang masih hilang dan dalam pencarian Tim SAR gabungan.
“Dampak ini sudah lebih dari 50 persen dari total 6.497 gampong di Aceh,” ungkap Asisten II Sekda Aceh, Dr. Ir. Zulkifli, M.Si, dalam rapat koordinasi di posko utama.
Selain korban meninggal dan hilang, pemerintah juga mencatat 1.435 warga mengalami luka ringan dan 403 orang luka berat.
Ribuan Rumah Rusak, Ratusan Ribu Warga Mengungsi
Hingga kini terdapat 828 titik pengungsian yang menampung 157.321 kepala keluarga atau 660.642 jiwa. Mayoritas dari mereka belum bisa pulang karena rumah rusak atau sudah tidak layak huni.
Data sementara menunjukkan kerusakan infrastruktur yang cukup besar:
77.049 unit rumah rusak
138 kantor, 51 tempat ibadah, 201 sekolah, dan 4 pesantren terdampak
302 titik jalan rusak
152 jembatan mengalami kerusakan
139.444 hektare sawah dan 12.012 hektare kebun rusak
182 ekor ternak dilaporkan mati
Distribusi Logistik Masih Terkendala
Posko Aceh melaporkan telah menerima 8.703 item logistik (51.216 ton), dan sudah menyalurkan 6.656 item (28.605 ton). Masih terdapat sekitar 22.711 ton logistik yang belum tersalurkan ke berbagai titik penyimpanan dan wilayah terdampak.
“Masih ada lokasi yang belum mendapatkan bantuan sama sekali. Karena itu perlu identifikasi yang detail untuk mengetahui kendalanya. Kalau harus lewat udara, Lanud sudah siap mendukung,” kata Zulkifli.
Ia menegaskan bahwa seluruh bidang harus bergerak lebih cepat untuk mengirim bantuan, terutama ke daerah yang terisolir dan pengungsian dengan kepadatan tinggi.
Fokus Pemerintah: Percepatan Evakuasi dan Pemulihan
Dalam beberapa hari ke depan, pemerintah menargetkan percepatan evakuasi lanjutan serta perbaikan distribusi bantuan. Selain itu, upaya pemulihan awal di lapangan akan dipercepat mengingat skala kerusakan yang begitu besar.
Bencana Aceh tahun ini menjadi salah satu kejadian hidrometeorologi terbesar di wilayah tersebut dan meninggalkan pekerjaan besar bagi tim SAR, pemerintah daerah, hingga relawan yang terus berjibaku di lapangan.

