Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Tren Makanan Kukusan Sehat Viral, Aman Dikonsumsi Setiap Hari? Ini Kata Ahli

Januari 15, 2026 Last Updated 2026-01-15T08:03:56Z



Tren gaya hidup sehat kini tak hanya tercermin dari meningkatnya aktivitas olahraga, tetapi juga dari perubahan pola makan masyarakat. Salah satu yang tengah viral adalah tren mengonsumsi makanan kukusan.


Belakangan, penjual makanan kukus seperti jagung, ubi, pisang, singkong, hingga labu mudah ditemui di pinggir jalan. Tingginya minat masyarakat membuat bisnis makanan kukusan semakin menjamur.


Bukan Tren Baru, Sudah Ada Sejak Zaman Jawa Kuno


Meski terlihat sebagai tren modern, metode memasak dengan cara dikukus sebenarnya telah dikenal sejak lama.

Pakar kuliner dan Guru Besar Ilmu dan Teknologi Pangan Universitas Gadjah Mada (UGM), Prof. Dr. Ir. Murdijati-Gardjito, menyebut kebiasaan mengonsumsi makanan kukusan merupakan bagian dari pengetahuan dan teknologi pangan masyarakat lokal sejak zaman Jawa kuno.


Apakah Makanan Kukusan Aman Dikonsumsi Setiap Hari?


Dosen Program Studi Supervisor Jaminan Mutu Pangan Sekolah Vokasi IPB University, Ai Imas Faidoh Fatimah, menegaskan bahwa makanan kukusan aman dan bahkan dianjurkan untuk dikonsumsi sehari-hari sebagai bagian dari pola makan sehat.


Namun, ia mengingatkan agar makanan kukusan dikombinasikan dengan sumber protein hewani agar gizi yang dikonsumsi lebih seimbang.


“Makanan kukusan sebaiknya tidak hanya untuk mengikuti tren atau memberi rasa kenyang, tetapi juga harus mendukung pemeliharaan kesehatan tubuh secara optimal,” ujarnya, dikutip dari laman IPB University, Senin (12/1).


Kandungan Gizi Makanan Kukusan


Menurut Ai Imas, pangan kukusan seperti:


Jagung


Pisang


Ubi jalar


Singkong


Labu


merupakan sumber karbohidrat kompleks, serat pangan, serta berbagai vitamin dan mineral yang penting bagi tubuh.


Meski demikian, ia menekankan pentingnya prinsip variasi dan keseimbangan gizi dalam menu harian.


Lebih Sehat Dibanding Digoreng


Dari sudut pandang gizi, tren makanan kukusan dinilai sebagai tren positif karena sejalan dengan meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap konsumsi pangan alami dan minim proses.


Metode pengukusan:


Minim minyak


Rendah lemak jenuh


Lebih rendah kalori dibandingkan makanan gorengan


Selain itu, proses pengukusan membantu mempertahankan kandungan nutrisi, terutama vitamin dan mineral.


“Bahan pangan yang dikukus tidak kontak langsung dengan air, sehingga kehilangan vitamin dan mineral lebih kecil,” jelasnya.


Bahan Pangan yang Cocok Dikukus


Beberapa bahan pangan yang sangat diuntungkan dengan teknik kukus antara lain:


Umbi-umbian (ubi, singkong, talas, kentang) sebagai sumber karbohidrat


Sayuran hijau dan berwarna cerah (brokoli, wortel, labu kuning) kaya vitamin dan antioksidan


Kacang-kacangan (kacang tanah, edamame) sebagai sumber protein nabati


Jagung manis sebagai sumber karbohidrat dan mineral


Telur kukus sebagai sumber protein hewani praktis dan sehat


Dukung Pangan Lokal Indonesia


Menariknya, sebagian besar bahan pangan kukusan merupakan pangan lokal Indonesia. Selain menyehatkan, kebiasaan ini juga berkontribusi pada penguatan konsumsi pangan berbasis sumber daya lokal.

×