-->

Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

5 Makanan yang Baik untuk Otak dan Daya Ingat, Cegah Penurunan Kognitif

Februari 13, 2026 Last Updated 2026-02-13T04:16:50Z



Kesehatan otak sangat dipengaruhi oleh pola makan. Menurut Claire Lynch dari Plant-Based Health Professionals, makanan yang memicu inflamasi dapat menyebabkan stres oksidatif pada sistem vaskular. Dampaknya tidak hanya pada jantung dan pembuluh darah, tetapi juga otak yang sangat bergantung pada aliran darah sehat.


Gangguan vaskular seperti diabetes tipe 2, tekanan darah tinggi, obesitas, dan kolesterol tinggi turut meningkatkan risiko penurunan fungsi kognitif. Karena itu, penting memilih makanan yang mendukung kesehatan otak dan daya ingat.


Berikut beberapa makanan yang terbukti baik untuk otak:


1. Biji Labu


Biji labu (pumpkin seeds) kaya serat, magnesium, zat besi, dan antioksidan. Serat membantu menjaga kesehatan usus yang terhubung langsung dengan otak melalui gut-brain axis.


Ketika kesehatan usus terjaga, fungsi kognitif pun lebih optimal. Biji labu bisa dikonsumsi sebagai camilan panggang, atau ditambahkan ke yogurt, granola, dan salad.


2. Sayuran Hijau


Sayuran berdaun hijau seperti bayam, kale, dan sawi hijau mengandung folat, vitamin K, vitamin E, serta beta karoten yang berperan penting dalam menjaga fungsi otak.


Penelitian menunjukkan konsumsi rutin sayuran hijau dapat membantu memperlambat penurunan kognitif seiring bertambahnya usia serta meningkatkan daya ingat.


3. Telur


Telur merupakan sumber vitamin B6, vitamin B12, folat, dan kolin (choline). Kolin penting dalam pembentukan asetilkolin, yaitu neurotransmitter yang berperan dalam memori dan pengaturan suasana hati.


Meski penelitian langsung tentang telur dan kesehatan otak masih berkembang, nutrisi di dalamnya telah terbukti mendukung fungsi kognitif.


4. Teh Hijau


Teh hijau mengandung kafein yang dapat meningkatkan kewaspadaan, fokus, dan daya ingat. Selain itu, kandungan L-theanine membantu meningkatkan aktivitas neurotransmitter GABA yang berperan dalam relaksasi dan pengurangan stres.


Antioksidan dan polifenol dalam teh hijau juga membantu melindungi otak dari kerusakan akibat radikal bebas serta menurunkan risiko penyakit neurodegeneratif.


5. Brokoli


Brokoli kaya vitamin K yang berperan dalam pembentukan sphingolipids, komponen penting dalam sel-sel otak. Selain itu, brokoli mengandung sulforaphane yang memiliki efek anti-inflamasi dan antioksidan.


Asupan vitamin K yang cukup dikaitkan dengan fungsi memori yang lebih baik pada orang dewasa.


Kesimpulan


Menjaga kesehatan otak tidak hanya soal latihan mental, tetapi juga pola makan. Menghindari makanan pemicu inflamasi dan memperbanyak asupan nutrisi penting dapat membantu menjaga daya ingat serta fungsi kognitif dalam jangka panjang.


Pola makan seimbang, kaya antioksidan dan serat, menjadi langkah sederhana namun efektif untuk menjaga otak tetap tajam.

×