-->

Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Pandji Pragiwaksono Buka Suara soal Polemik Stand Up Mens Rea: Singgung Gibran hingga Laporan ke Polisi

Februari 04, 2026 Last Updated 2026-02-04T07:54:57Z



Komika Pandji Pragiwaksono akhirnya angkat bicara terkait polemik yang mencuat usai materi stand up comedy terbarunya bertajuk Mens Rea menuai pro dan kontra di ruang publik.


Sorotan terhadap pertunjukan tersebut datang dari berbagai arah, mulai dari perdebatan soal kebebasan berekspresi, laporan sejumlah aliansi masyarakat ke aparat penegak hukum, hingga respons Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming Raka yang ikut menjadi bahan pembicaraan publik.


Pandji menyampaikan sikapnya secara terbuka usai memenuhi panggilan Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri di Jakarta, Senin (2/2/2026). Di hadapan awak media, ia menjelaskan pandangannya terkait kontroversi yang mengiringi karyanya.


Berikut delapan sikap Pandji Pragiwaksono terkait polemik Mens Rea.


1. Komedi Bertujuan Menghibur


Pandji menegaskan bahwa tujuan utama sebuah pertunjukan komedi adalah memberi hiburan.


“Kalau ada respons lain, itu sudah saya perkirakan. Tapi yang saya harapkan tetap respons terhibur,” ujar Pandji.


Menurutnya, perbedaan penilaian terhadap sebuah karya adalah hal wajar di tengah masyarakat yang majemuk. Ia juga menyebut pemilihan platform seperti Netflix dilakukan agar karya komedi dapat menjangkau audiens yang lebih luas.


2. Laporan Merupakan Hak Warga Negara


Terkait laporan dari sejumlah aliansi, Pandji menilai hal tersebut sebagai hak konstitusional warga negara.


“Mungkin mereka sedang menjalankan haknya sebagai warga negara,” ucapnya singkat.


Pandji menegaskan dirinya memilih mengikuti seluruh proses hukum yang berlaku.


3. Soal Materi Raffi Ahmad


Pandji mengungkapkan hingga kini belum ada komunikasi langsung dengan Raffi Ahmad, meski materi tersebut sempat viral.


Ia menegaskan Raffi bukan fokus utama dalam Mens Rea.


“Topik utamanya bukan ke situ. Intinya soal keberadaan bisnis ilegal dan praktik pencucian uang. Itu yang ingin saya angkat agar masyarakat lebih aware,” jelas Pandji.


4. Respons Gibran Dinilai Bijak


Pandji menilai respons Wapres Gibran Rakabuming Raka terhadap materi komedinya sebagai sikap yang bijak.


Menurut Pandji, Gibran sebagai wakil presiden dari generasi milenial memahami konteks budaya populer, termasuk stand up comedy.


“Respons beliau menggambarkan pemahaman terhadap kesenian dan meminta pendukungnya agar tidak bereaksi berlebihan,” kata Pandji.


5. Tegaskan Tak Ada Unsur Penghinaan


Pandji menegaskan tidak ada niat menghina pihak mana pun dalam materi Mens Rea.


“Yang dibilang dihina juga tidak merasa terhina. Jadi basis dugaan penghinaan itu sebenarnya tidak ada,” tegasnya.


Ia menyebut keberatan justru datang dari pihak yang tidak berkaitan langsung dengan materi tersebut.


6. DPR Sebut Tak Bisa Diproses Pidana


Pandji menanggapi pernyataan Ketua Komisi III DPR RI Habiburokhman yang menyebut laporannya tidak bisa diproses pidana.


Hal itu merujuk pada KUHP dan KUHAP baru yang berlaku sejak 2 Januari 2026, yang menekankan unsur niat (mens rea) serta pendekatan keadilan restoratif.


“Kalau tidak suka ya wajar, itu opini. Selera orang beda-beda, rasanya berhenti sampai situ saja,” ujar Pandji.


7. Soal Desakan Permintaan Maaf


Pandji mengaku dilaporkan oleh sejumlah aliansi, termasuk Aliansi Pemuda Toraja, elemen muda NU, dan Muhammadiyah, yang mendesaknya meminta maaf secara terbuka.


Namun, Pandji menilai proses dialog lebih penting dibanding sekadar permintaan maaf.


“Wajarnya ada dialog dulu, klarifikasi dulu, duduk perkaranya diperjelas,” katanya.


8. Pastikan Tak Ada Intimidasi


Pandji memastikan dirinya tidak mengalami intimidasi atau tekanan selama menjalani proses hukum.


“Enggak ada intimidasi, enggak ada tekanan,” ujarnya.


Ia juga mengaku bersyukur atas dukungan luas yang diterimanya dari masyarakat.


“Respons positifnya hangat sekali. Itu berkah buat saya,” tutup Pandji.


Polemik Mens Rea dan Ruang Kebebasan Ekspresi


Kasus Mens Rea kembali memantik diskusi publik soal batas kebebasan berekspresi, komedi politik, serta penerapan hukum pidana di era regulasi baru.


Respons pemerintah, DPR, hingga aparat penegak hukum menjadi perhatian publik, menjadikan isu ini sebagai salah satu topik nasional paling viral di awal 2026.

×