Iran dilaporkan menggunakan taktik umpan militer (decoy) untuk mengecoh serangan Amerika Serikat dan Israel. Dalam strategi tersebut, Teheran membuat maket pangkalan militer, tiruan peralatan perang, hingga lukisan siluet pesawat di tanah agar terlihat seperti target asli dari udara.
Taktik ini disebut membuat serangan yang dilakukan oleh Amerika Serikat dan Israel justru menghantam target palsu, bukan aset militer sebenarnya milik Iran.
Maket Pangkalan dan Lukisan Pesawat
Menurut laporan yang beredar, Iran diduga membuat:
Maket pesawat tempur dan peralatan militer yang tampak realistis dari citra satelit atau pengintaian udara.
Siluet pesawat yang dilukis di landasan atau tanah terbuka, sehingga terlihat seperti jet tempur yang diparkir.
Kapal tua atau rongsokan yang sengaja ditempatkan di pelabuhan agar terlihat seperti kapal perang aktif.
Beberapa analis menyebut langkah ini dilakukan oleh Islamic Revolutionary Guard Corps (IRGC) untuk mengalihkan serangan musuh ke target yang tidak penting.
Strategi umpan semacam ini sebenarnya bukan hal baru dalam peperangan modern. Banyak negara menggunakan decoy untuk mengelabui satelit, drone, atau sistem pengintaian lawan.
Persediaan Rudal Iran yang Besar
Terlepas dari taktik pengalihan tersebut, kekuatan militer Iran juga diyakini bertumpu pada persediaan rudal balistik dan rudal jelajah dalam jumlah besar.
Sejumlah analis memperkirakan Iran memiliki sekitar 2.500 hingga 6.000 rudal berbagai jenis.
Rudal tersebut disimpan di fasilitas bawah tanah yang dikenal sebagai “kota rudal”, yaitu jaringan bunker dan terowongan yang berfungsi untuk:
Menyimpan persenjataan
Melindungi rudal dari serangan udara
Mendukung produksi dan peluncuran cepat
Beberapa fasilitas ini dilaporkan dibangun jauh di dalam pegunungan agar sulit dihancurkan.
Jangkauan Rudal hingga 2.000 Kilometer
Rudal Iran disebut mampu menyerang target hingga sekitar 2.000 kilometer. Batas ini sebenarnya merupakan pembatasan yang diberlakukan sendiri oleh Iran sejak 2015.
Namun beberapa sistem rudal baru diduga memiliki potensi jangkauan lebih jauh, di antaranya:
Khorramshahr missile
Sejjil missile
Dengan hulu ledak yang lebih ringan, kedua rudal tersebut diperkirakan dapat menjangkau wilayah yang lebih luas.
Drone Iran Juga Jadi Sorotan
Selain rudal, Iran juga dikenal mengembangkan drone tempur seperti Shahed drone series. Drone ini beberapa kali dilaporkan mampu menembus sistem pertahanan udara lawan karena ukurannya kecil dan biaya produksinya relatif murah.
Hal ini bahkan membuat Komando Pusat militer AS, United States Central Command (CENTCOM), meminta pengembangan sistem antidrone yang lebih murah untuk menghadapi ancaman tersebut.
Kesimpulan
Jika laporan tersebut benar, penggunaan maket pangkalan dan peralatan perang menunjukkan bahwa Iran mengandalkan strategi penipuan militer (military deception) untuk melindungi aset pentingnya.
Taktik ini bisa membuat lawan menghabiskan amunisi mahal untuk menghancurkan target palsu, sementara persenjataan utama tetap aman di fasilitas tersembunyi seperti “kota rudal” bawah tanah.

.webp)
