-->

Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Israel Disebut Masuk Fase Kedua Serangan ke Iran, Targetkan “Pusat Gravitasi” Militer

Maret 09, 2026 Last Updated 2026-03-09T09:23:57Z



Media Israel melaporkan perkembangan terbaru konflik terbuka antara Israel, Amerika Serikat, dan Iran yang kini memasuki minggu kedua.


Menurut laporan dari Channel 12 Israel, operasi militer Israel pada fase berikutnya akan difokuskan pada apa yang disebut sebagai “pusat gravitasi” Iran, yakni sektor-sektor vital yang menopang kekuatan militer negara tersebut.


Target Utama Operasi Fase Kedua


Istilah “pusat gravitasi” dalam strategi militer merujuk pada titik kekuatan utama yang jika dihancurkan dapat melemahkan kemampuan lawan secara signifikan.


Dalam laporan tersebut, target utama operasi Israel meliputi:


Industri pertahanan Iran


Angkatan udara Iran


Fasilitas produksi senjata


Infrastruktur militer strategis lainnya


Serangan ini bertujuan melemahkan kemampuan Iran untuk melanjutkan perang dan memproduksi persenjataan.


Tujuan Strategis Israel


Media tersebut juga menyebut bahwa tujuan utama serangan Israel termasuk:


Menghancurkan sistem rudal Iran


Melumpuhkan industri militer Iran


Menghapus program nuklir Iran


Melemahkan bahkan menggulingkan kepemimpinan Iran yang dipimpin oleh Ali Khamenei


Namun laporan itu juga menyebut bahwa kepemimpinan politik Israel mulai membahas strategi keluar (exit strategy) jika operasi militer gagal mencapai tujuan yang diinginkan.


Pekan Kedua Dianggap Sangat Krusial


Menurut laporan tersebut, minggu kedua perang dinilai sangat menentukan jalannya konflik.


Israel disebut membutuhkan beberapa minggu tambahan untuk menyelesaikan operasi militernya. Jika gagal mencapai hasil signifikan dalam waktu itu, analis memperkirakan Iran masih dapat memulihkan kekuatan militernya dengan cepat.


Di sisi lain, Iran diperkirakan masih memiliki ratusan rudal balistik dan drone yang dapat digunakan untuk meningkatkan serangan balasan.


Klaim Korban Militer Iran


Laporan dari media Israel juga menyebutkan bahwa sekitar 7.000 tentara Iran telah tewas sejak dimulainya konflik pada 28 Februari.


Serangan awal gabungan AS–Israel disebut menargetkan sejumlah pejabat militer senior Iran, termasuk lingkaran dekat kepemimpinan negara tersebut.


Namun klaim jumlah korban tersebut belum dapat diverifikasi secara independen.


Konflik Meluas ke Kawasan


Perang ini juga dilaporkan meluas ke berbagai wilayah Timur Tengah. Iran disebut menargetkan kepentingan Amerika di beberapa negara seperti:


Irak


Yordania


negara-negara Teluk


Beberapa negara tersebut mengecam serangan yang terjadi di wilayah mereka karena dianggap melanggar kedaulatan.


Isu Keterlibatan UEA


Sementara itu muncul laporan bahwa Uni Emirat Arab ikut menyerang fasilitas desalinasi air di Iran.


Namun seorang pejabat senior UEA membantah laporan tersebut dalam pernyataan kepada The Jerusalem Post. Ia menegaskan bahwa negaranya tidak menargetkan fasilitas sipil.


Situasi di Lebanon


Di front lain, konflik juga meningkat di Lebanon. Media Israel seperti Haaretz melaporkan operasi militer di negara itu masih berlangsung tanpa batas waktu yang jelas.


Serangan Israel disebut telah menargetkan lebih dari 600 lokasi dan menewaskan sekitar 200 militan.


Sementara menurut data dari Kementerian Kesehatan Lebanon, korban tewas akibat serangan Israel mencapai 394 orang, termasuk:


83 anak-anak


42 perempuan


Kesimpulan


Memasuki minggu kedua perang, Israel dilaporkan mengubah strategi dengan menargetkan pusat kekuatan militer Iran seperti industri pertahanan dan fasilitas senjata.


Namun dengan persediaan rudal dan drone yang masih besar di pihak Iran serta meluasnya konflik ke negara lain di kawasan, situasi di Timur Tengah diperkirakan akan tetap sangat tegang dalam beberapa pekan ke depan.

×