-->

Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Serangan Iran Hancurkan Radar THAAD AS, Analis Sebut Salah Satu Operasi Paling Sukses

Maret 09, 2026 Last Updated 2026-03-09T09:10:38Z




Iran dilaporkan menghancurkan radar penting milik Amerika Serikat pada awal konflik di Timur Tengah. Radar tersebut merupakan bagian dari sistem pertahanan rudal Terminal High Altitude Area Defense (THAAD) yang ditempatkan di Pangkalan Udara Muwaffaq Salti, Yordania.


Menurut laporan yang dikutip dari Bloomberg dan CNN, citra satelit menunjukkan radar AN/TPY-2 radar beserta peralatan pendukungnya mengalami kerusakan parah setelah serangan Iran pada hari-hari awal perang.


Seorang pejabat Amerika Serikat kemudian mengonfirmasi kerusakan sistem radar tersebut.


Dinilai Sebagai Serangan Paling Berhasil Iran


Analis pertahanan menyebut serangan tersebut sebagai salah satu operasi paling efektif Iran selama konflik berlangsung.


Ryan Brobst dari Foundation for Defense of Democracies mengatakan bahwa jika serangan tersebut benar-benar berhasil menonaktifkan radar THAAD, maka itu menjadi salah satu serangan paling sukses yang pernah dilakukan Iran terhadap sistem pertahanan AS.


Meski begitu, ia menambahkan bahwa militer AS masih memiliki radar lain di kawasan Teluk untuk menjaga cakupan pertahanan udara dan rudal.


Dampak Besar pada Sistem Pertahanan Rudal


Radar AN/TPY-2 merupakan komponen penting dari sistem THAAD. Fungsinya adalah:


Mendeteksi rudal balistik jarak jauh


Melacak target di ketinggian tinggi


Mengarahkan pencegat untuk menghancurkan rudal sebelum mencapai target


Tanpa radar ini, kemampuan intersepsi rudal akan lebih bergantung pada sistem Patriot PAC-3, yang digunakan untuk menghadapi ancaman di ketinggian lebih rendah.


Masalahnya, stok rudal pencegat Patriot di kawasan dilaporkan mulai menipis karena intensitas serangan balasan drone dan rudal dari Iran.


Serangan ke Beberapa Instalasi AS


Selain radar THAAD di Yordania, Iran juga disebut menargetkan sejumlah fasilitas militer AS di Timur Tengah, antara lain:


Markas US Fifth Fleet di Manama, Bahrain


Al Udeid Air Base


Pangkalan militer AS di Kuwait


Pangkalan di Erbil, Irak


Radar peringatan dini AN/FPS-132 radar di pangkalan Al Udeid di Qatar juga dilaporkan mengalami kerusakan setelah terkena serangan rudal.


Kerugian Militer AS Mencapai Hampir Rp30 Triliun


Berdasarkan perkiraan data dari media Turki Anadolu Agency, kerusakan peralatan militer AS akibat serangan Iran diperkirakan mencapai sekitar US$1,9 miliar (sekitar Rp30 triliun).


Kerugian tersebut meliputi:


Radar peringatan dini di Qatar senilai US$1,1 miliar


Kerusakan radar THAAD senilai ratusan juta dolar


Kehilangan tiga pesawat F-15E Strike Eagle dalam insiden salah tembak


Kerusakan terminal komunikasi satelit AN/GSC-52B SATCOM


AS Dorong Produksi Senjata Lebih Cepat


Di tengah meningkatnya konflik, Presiden AS Donald Trump dilaporkan bertemu dengan perusahaan industri pertahanan seperti:


Lockheed Martin


RTX Corporation


Pertemuan tersebut membahas percepatan produksi senjata dan sistem pertahanan udara untuk mengatasi meningkatnya kebutuhan militer di kawasan Timur Tengah.


✅ Kesimpulan


Serangan Iran terhadap radar THAAD di Yordania menunjukkan strategi baru yang menargetkan sensor dan sistem pengawasan yang menjadi “mata” jaringan pertahanan udara AS di Timur Tengah.


Jika serangan-serangan tersebut terus berlanjut, para analis menilai hal itu bisa melemahkan payung pertahanan rudal regional dan meningkatkan tekanan pada persediaan sistem pencegat Amerika Serikat di kawasan.

×