Iran dilaporkan menghancurkan radar penting milik Amerika Serikat pada awal konflik di Timur Tengah. Radar tersebut merupakan bagian dari sistem pertahanan rudal Terminal High Altitude Area Defense (THAAD) yang ditempatkan di Pangkalan Udara Muwaffaq Salti, Yordania.
Menurut laporan yang dikutip dari Bloomberg dan CNN, citra satelit menunjukkan radar AN/TPY-2 radar beserta peralatan pendukungnya mengalami kerusakan parah setelah serangan Iran pada hari-hari awal perang.
Seorang pejabat Amerika Serikat kemudian mengonfirmasi kerusakan sistem radar tersebut.
Dinilai Sebagai Serangan Paling Berhasil Iran
Analis pertahanan menyebut serangan tersebut sebagai salah satu operasi paling efektif Iran selama konflik berlangsung.
Ryan Brobst dari Foundation for Defense of Democracies mengatakan bahwa jika serangan tersebut benar-benar berhasil menonaktifkan radar THAAD, maka itu menjadi salah satu serangan paling sukses yang pernah dilakukan Iran terhadap sistem pertahanan AS.
Meski begitu, ia menambahkan bahwa militer AS masih memiliki radar lain di kawasan Teluk untuk menjaga cakupan pertahanan udara dan rudal.
Dampak Besar pada Sistem Pertahanan Rudal
Radar AN/TPY-2 merupakan komponen penting dari sistem THAAD. Fungsinya adalah:
Mendeteksi rudal balistik jarak jauh
Melacak target di ketinggian tinggi
Mengarahkan pencegat untuk menghancurkan rudal sebelum mencapai target
Tanpa radar ini, kemampuan intersepsi rudal akan lebih bergantung pada sistem Patriot PAC-3, yang digunakan untuk menghadapi ancaman di ketinggian lebih rendah.
Masalahnya, stok rudal pencegat Patriot di kawasan dilaporkan mulai menipis karena intensitas serangan balasan drone dan rudal dari Iran.
Serangan ke Beberapa Instalasi AS
Selain radar THAAD di Yordania, Iran juga disebut menargetkan sejumlah fasilitas militer AS di Timur Tengah, antara lain:
Markas US Fifth Fleet di Manama, Bahrain
Al Udeid Air Base
Pangkalan militer AS di Kuwait
Pangkalan di Erbil, Irak
Radar peringatan dini AN/FPS-132 radar di pangkalan Al Udeid di Qatar juga dilaporkan mengalami kerusakan setelah terkena serangan rudal.
Kerugian Militer AS Mencapai Hampir Rp30 Triliun
Berdasarkan perkiraan data dari media Turki Anadolu Agency, kerusakan peralatan militer AS akibat serangan Iran diperkirakan mencapai sekitar US$1,9 miliar (sekitar Rp30 triliun).
Kerugian tersebut meliputi:
Radar peringatan dini di Qatar senilai US$1,1 miliar
Kerusakan radar THAAD senilai ratusan juta dolar
Kehilangan tiga pesawat F-15E Strike Eagle dalam insiden salah tembak
Kerusakan terminal komunikasi satelit AN/GSC-52B SATCOM
AS Dorong Produksi Senjata Lebih Cepat
Di tengah meningkatnya konflik, Presiden AS Donald Trump dilaporkan bertemu dengan perusahaan industri pertahanan seperti:
Lockheed Martin
RTX Corporation
Pertemuan tersebut membahas percepatan produksi senjata dan sistem pertahanan udara untuk mengatasi meningkatnya kebutuhan militer di kawasan Timur Tengah.
✅ Kesimpulan
Serangan Iran terhadap radar THAAD di Yordania menunjukkan strategi baru yang menargetkan sensor dan sistem pengawasan yang menjadi “mata” jaringan pertahanan udara AS di Timur Tengah.
Jika serangan-serangan tersebut terus berlanjut, para analis menilai hal itu bisa melemahkan payung pertahanan rudal regional dan meningkatkan tekanan pada persediaan sistem pencegat Amerika Serikat di kawasan.

