Polemik menu lele mentah dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Pamekasan, Jawa Timur berbuntut panjang. Setelah video menu tersebut viral di media sosial, operasional dapur layanan gizi di wilayah Pademawu Buddagan akhirnya dihentikan sementara.
Keputusan tersebut diambil oleh Badan Gizi Nasional (BGN) sebagai langkah evaluasi menyeluruh terhadap proses pengolahan dan distribusi makanan dalam program MBG.
Berikut sejumlah fakta terkait polemik menu lele mentah yang memicu kontroversi di masyarakat.
Operasional SPPG Dihentikan Sementara
BGN memutuskan menghentikan sementara operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di wilayah Pademawu Buddagan, Pamekasan. Langkah ini diambil setelah polemik menu lele mentah marinasi dianggap mengganggu jalannya distribusi program MBG.
Direktur Pemantauan dan Pengawasan Wilayah II BGN, Albertus Dony Dewantoro, menjelaskan keputusan tersebut diambil setelah pihaknya melakukan peninjauan terhadap situasi di lapangan.
Menurutnya, penghentian operasional dilakukan agar proses evaluasi dapat berjalan maksimal sebelum layanan kembali dibuka.
Dapur Program Gizi Akan Dievaluasi
Selama masa penghentian operasional, pengelola dapur program MBG akan menjalani pembinaan serta perbaikan sistem operasional. Evaluasi ini mencakup proses pengolahan makanan, standar penyajian, hingga mekanisme distribusi kepada penerima manfaat.
BGN menegaskan operasional dapur gizi akan kembali berjalan setelah seluruh proses evaluasi dan perbaikan dinyatakan selesai oleh pihak berwenang.
Langkah ini dilakukan untuk memastikan makanan yang disalurkan kepada masyarakat benar-benar memenuhi standar keamanan pangan dan gizi.
Video Lele Mentah Viral di Media Sosial
Kontroversi ini bermula dari video yang memperlihatkan menu MBG berupa lele mentah di salah satu sekolah di Pamekasan. Video tersebut viral di media sosial pada 9 Maret 2026 dan memicu berbagai reaksi dari masyarakat.
Banyak warganet menilai menu tersebut tidak layak dikonsumsi siswa. Namun pihak SPPG menjelaskan bahwa lele tersebut sebenarnya diolah dengan metode marinasi, yang memiliki tujuan tertentu dalam proses pengolahan makanan.
Ahli gizi SPPG Pamekasan Pademawu Buddagan, Fikri Kuttawakil, menyebut metode marinasi digunakan untuk menjaga kandungan gizi ikan sekaligus membantu meningkatkan asupan protein.
BGN Sebut Video Tidak Menampilkan Menu Lengkap
Sebelumnya, BGN juga memberikan klarifikasi terkait video yang beredar di media sosial. Wakil Kepala BGN, Nanik Sudaryati Deyang, menyebut video tersebut tidak memperlihatkan seluruh paket makanan yang sebenarnya telah disiapkan.
Menurutnya, paket MBG yang didistribusikan saat itu terdiri dari beberapa menu yang dirancang untuk memenuhi kebutuhan gizi penerima manfaat. Namun dalam video yang viral hanya terlihat sebagian menu karena paket makanan tidak dikeluarkan dari kendaraan distribusi.
Program MBG Layani Ribuan Penerima
SPPG di Pademawu Buddagan diketahui melayani ribuan penerima manfaat, mulai dari pelajar, ibu hamil hingga balita. Program Makan Bergizi Gratis merupakan salah satu upaya pemerintah untuk meningkatkan pemenuhan gizi masyarakat.
BGN menegaskan keamanan pangan dan kualitas gizi menjadi prioritas utama dalam program tersebut. Karena itu, evaluasi akan terus dilakukan agar proses penyiapan hingga distribusi makanan berjalan sesuai standar yang telah ditetapkan.

