BATARANEWS – Menjaga kesehatan ginjal ternyata tidak hanya berdampak pada kondisi tubuh, tetapi juga berkontribusi terhadap kelestarian lingkungan.
Upaya pencegahan penyakit ginjal dinilai mampu menekan penggunaan terapi cuci darah atau hemodialisis yang memiliki jejak karbon cukup besar.
Cuci Darah Punya Jejak Karbon Tinggi
Dokter spesialis penyakit dalam di Eka Hospital Cibubur, Annisa Maloveny, menjelaskan bahwa pasien gagal ginjal umumnya membutuhkan terapi hemodialisis.
Namun, prosedur ini memerlukan energi dan sumber daya besar yang berdampak pada emisi karbon.
Menurutnya, satu kali sesi cuci darah menghasilkan jejak karbon setara kendaraan yang menempuh perjalanan sekitar 240 kilometer.
“Bayangkan jika ada ribuan pasien melakukan cuci darah setiap hari, maka jejak karbon akan terus menumpuk,” jelasnya.
Dampak Lingkungan hingga Perubahan Iklim
Penumpukan emisi tersebut berkontribusi pada efek gas rumah kaca yang memicu kenaikan suhu bumi dan cuaca ekstrem.
Dalam jangka panjang, kondisi ini bisa menyebabkan kekeringan di berbagai wilayah.
Ironisnya, kekeringan juga meningkatkan risiko dehidrasi yang justru memperbesar potensi terjadinya gagal ginjal di masyarakat.
Sorotan di World Kidney Day 2026
Isu ini menjadi perhatian dalam peringatan World Kidney Day 2026 yang mengusung tema Kidney Health for All – Caring for People, Protecting the Planet.
Tema tersebut menekankan pentingnya menjaga kesehatan ginjal sekaligus melindungi lingkungan.
Kenali Gejala Awal Gagal Ginjal
Annisa mengingatkan masyarakat untuk mengenali tanda-tanda awal gagal ginjal agar dapat ditangani lebih cepat, di antaranya:
Pembengkakan simetris pada kedua kaki
Adanya darah dalam urin (hematuria)
Infeksi yang ditandai sel darah putih dalam urin
Munculnya protein dalam urin
Penurunan frekuensi buang air kecil
Hipertensi atau tekanan darah tinggi
Gangguan tumbuh kembang pada anak
Anemia
Kelainan tulang akibat kekurangan vitamin D
Sesak napas dan demam berulang
Gejala-gejala tersebut sering kali tidak disadari hingga kondisi sudah cukup parah.
Kesimpulan
Menjaga kesehatan ginjal bukan hanya penting untuk mencegah penyakit serius, tetapi juga berkontribusi terhadap upaya menjaga lingkungan. Pencegahan sejak dini menjadi kunci untuk mengurangi kebutuhan terapi medis yang berdampak besar terhadap emisi karbon.
