-->

Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Larangan Ponsel di Sekolah, Belanda Mau Batasi Medsos untuk Anak di Bawah 16 Tahun

April 25, 2026 Last Updated 2026-04-25T10:59:57Z



Bataranews – Pemerintah Belanda mengambil langkah tegas dalam dunia pendidikan dengan melarang penggunaan ponsel pintar di lingkungan sekolah. Kebijakan ini bertujuan meningkatkan konsentrasi belajar sekaligus menjaga kesehatan mental siswa.


Tak hanya itu, pemerintah juga mendorong pembatasan penggunaan media sosial bagi anak-anak, bahkan mengusulkan batas usia minimum hingga 15–16 tahun untuk akses platform digital.


Larangan Ponsel Berlaku Nasional


Sejak dua tahun terakhir, sekolah-sekolah di Belanda menerapkan aturan ketat terkait penggunaan perangkat digital. Ponsel, tablet, dan smartwatch tidak diperbolehkan digunakan di kelas, koridor, hingga kantin.


Alih-alih melalui undang-undang, kebijakan ini diterapkan lewat kesepakatan nasional antara pemerintah, sekolah, dan orang tua. Pendekatan ini dinilai lebih cepat dan efektif tanpa harus melalui proses legislasi panjang.


Dampak Positif Mulai Terlihat


Sejumlah studi menunjukkan hasil yang cukup signifikan sejak aturan ini diterapkan:


Sekitar 75% sekolah melaporkan peningkatan konsentrasi siswa

Dua pertiga responden menyebut suasana sosial lebih baik

Perundungan (bullying) menurun

Interaksi langsung antar siswa meningkat


Guru juga merasakan perubahan suasana kelas yang lebih kondusif dan fokus belajar yang lebih terjaga.


Pembatasan Media Sosial Jadi Target Berikutnya


Pemerintah Belanda kini mengincar langkah lanjutan dengan membatasi akses anak terhadap media sosial seperti:


Instagram

TikTok

Snapchat


Usulan ini mencakup:


Larangan penggunaan bagi anak di bawah 15 tahun

Standar usia minimum 15+ di tingkat Uni Eropa

Sistem verifikasi usia yang lebih ketat


Langkah ini diambil karena media sosial dinilai berpotensi menimbulkan kecanduan, kecemasan, serta gangguan interaksi sosial.


Pro dan Kontra di Kalangan Siswa


Meski dinilai efektif, kebijakan ini tidak lepas dari kritik. Sebagian siswa merasa terganggu karena sudah terbiasa dengan ponsel dan media sosial dalam kehidupan sehari-hari.


Namun, ada juga yang mulai merasakan manfaatnya, seperti:


Lebih fokus saat belajar

Lebih banyak interaksi sosial secara langsung

Lingkungan sekolah terasa lebih tenang

Menuju Pola Hidup Digital yang Lebih Sehat


Langkah Belanda ini menjadi sorotan global sebagai upaya menyeimbangkan teknologi dan kehidupan sosial. Pemerintah berupaya memastikan generasi muda tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga sehat secara mental dan sosial.


Jika kebijakan ini terbukti efektif dalam jangka panjang, bukan tidak mungkin negara lain akan mengikuti jejak serupa.