BATARANEWS – Gubernur Kalimantan Timur, Rudy Mas’ud, menyuarakan kegelisahannya terhadap arus pemberitaan media yang dinilai lebih banyak menonjolkan sisi negatif dibanding capaian pembangunan daerah.
Di tengah derasnya informasi yang membanjiri ruang publik, kondisi ini dinilai berpotensi membentuk persepsi yang tidak seimbang terhadap kinerja pemerintah daerah.
IPM Tinggi, Tapi Minim Sorotan
Rudy menyoroti bahwa sejumlah indikator penting justru luput dari perhatian publik, salah satunya capaian Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kalimantan Timur.
Menurutnya, provinsi tersebut berhasil menempati posisi empat besar secara nasional, di bawah DKI Jakarta, DI Yogyakarta, dan Kepulauan Riau.
“Tidak pernah di-publish bahwa kinerja Pemprov Kaltim itu nomor empat secara nasional,” ujarnya.
Pentingnya Keseimbangan Informasi
Rudy menegaskan bahwa keseimbangan informasi sangat penting, terlebih Kalimantan Timur memiliki peran strategis sebagai penyangga Ibu Kota Nusantara (IKN).
Ia mengingatkan bahwa dominasi narasi negatif bisa berdampak luas terhadap citra daerah dan kepercayaan publik.
“Kita harus jaga kredibilitas Kalimantan Timur. Jangan gara-gara situasi negatif terus yang disampaikan, nanti merugikan kita semua,” katanya.
Minta Media Angkat Cerita Positif
Lebih jauh, Rudy mendorong media untuk turut mengangkat kisah-kisah pembangunan yang berdampak nyata di masyarakat.
Ia mencontohkan sejumlah proyek yang sebelumnya mangkrak kini telah kembali berfungsi, seperti hotel yang lama tidak beroperasi hingga jembatan yang akhirnya terkoneksi.
“Kalau mau viral, yang positif,” tegasnya.
Polemik Akses Media dan Juru Bicara
Rudy juga menanggapi keluhan jurnalis terkait pembatasan akses peliputan pasca demonstrasi.
Menurutnya, hal tersebut dipengaruhi perbedaan pendekatan komunikasi di internal pemerintah provinsi, di mana sebagian pihak lebih memilih penyampaian informasi melalui juru bicara.
Namun, Rudy mengaku lebih terbuka terhadap komunikasi langsung dengan media.
“Saya tanya, Anda senang lewat jubir atau langsung? Mau langsung kan?” ujarnya.
Latar Belakang Demonstrasi
Sebelumnya, gelombang aksi demonstrasi sempat terjadi di kawasan kantor gubernur dan DPRD Kalimantan Timur.
Aksi tersebut dipicu kritik terhadap sejumlah kebijakan, termasuk sorotan terhadap anggaran rumah dinas gubernur senilai Rp25 miliar dan pengadaan kendaraan dinas mewah mencapai Rp8,5 miliar.
Situasi ini memicu perdebatan publik mengenai transparansi, kinerja pemerintah, serta peran media dalam membentuk opini.
Kesimpulan
Pernyataan Rudy Mas’ud menegaskan pentingnya keseimbangan antara kritik dan apresiasi dalam pemberitaan. Di tengah dinamika pembangunan dan sorotan publik, peran media menjadi krusial dalam menghadirkan informasi yang utuh dan berimbang.
