Bataranews– Hantavirus menjadi salah satu penyakit zoonosis yang patut diwaspadai karena dapat menyebabkan gangguan serius pada paru-paru maupun ginjal. Meski tergolong jarang, infeksi ini memiliki tingkat kematian yang cukup tinggi jika tidak segera ditangani.
1. Apa Itu Hantavirus?
Hantavirus adalah kelompok virus yang dibawa oleh hewan pengerat, terutama tikus. Virus ini dapat menyebabkan dua kondisi utama, yaitu hantavirus pulmonary syndrome (HPS) yang menyerang paru-paru dan hemorrhagic fever with renal syndrome (HFRS) yang menyerang ginjal serta pembuluh darah.
Penularannya terjadi dari hewan ke manusia, sehingga termasuk penyakit zoonosis.
2. Cara Penularan yang Perlu Diwaspadai
Infeksi hantavirus umumnya terjadi melalui kontak dengan tikus yang terinfeksi atau lingkungan yang terkontaminasi. Beberapa cara penularannya meliputi:
Menghirup udara yang mengandung partikel virus
Kontak dengan urine, feses, atau air liur tikus
Mengonsumsi makanan yang terkontaminasi
Gigitan tikus yang terinfeksi
Menyentuh wajah tanpa mencuci tangan setelah kontak dengan lingkungan terkontaminasi
3. Gejala yang Bisa Muncul
Gejala hantavirus muncul 1–8 minggu setelah paparan. Keluhan awal biasanya mirip flu, seperti:
Demam dan menggigil
Nyeri otot
Sakit kepala
Mual, muntah, atau diare
Kelelahan
Jika berkembang menjadi lebih serius:
HPS (paru-paru):
Batuk dan sesak napas
Nyeri dada
Detak jantung cepat
Edema paru yang dapat berujung syok
HFRS (ginjal):
Perdarahan
Tekanan darah rendah
Gangguan ginjal akut
Syok
4. Tingkat Bahaya dan Komplikasi
Hantavirus termasuk penyakit serius dengan tingkat kematian yang cukup tinggi:
HPS: sekitar 40%
HFRS: sekitar 5–15%
Jika tidak ditangani, dapat menyebabkan gagal ginjal, gagal jantung, hingga kematian.
5. Pengobatan dan Penanganan Medis
Hingga saat ini belum ada obat khusus untuk hantavirus. Penanganan dilakukan untuk meredakan gejala dan menjaga fungsi organ, seperti:
Terapi oksigen atau ventilator
Infus cairan
Obat antivirus pada kasus tertentu
Cuci darah untuk gangguan ginjal berat
ECMO untuk kasus kerusakan paru parah
Penanganan cepat sangat menentukan tingkat kesembuhan pasien.
6. Cara Pencegahan yang Paling Efektif
Karena belum tersedia vaksin, pencegahan menjadi langkah utama:
Menjaga kebersihan rumah dan makanan
Menghindari kontak dengan tikus dan cairannya
Menggunakan disinfektan di area rawan
Menutup akses tikus ke rumah
Menggunakan APD jika bekerja di lingkungan berisiko
Kesimpulan
Hantavirus adalah infeksi berbahaya yang berasal dari tikus dan dapat menyerang paru-paru maupun ginjal. Meski jarang terjadi, dampaknya bisa fatal. Kebersihan lingkungan dan kewaspadaan terhadap hewan pengerat menjadi kunci utama pencegahan.

