Bataranews– Jus buah sering dianggap sehat, namun faktanya bisa memicu lonjakan gula darah karena kehilangan serat alami dari buah utuh.
Kenapa Jus Buah Tidak Selalu Sehat
Ahli gizi asal Inggris, Rob Hobson, menjelaskan bahwa jus buah memang mengandung vitamin seperti vitamin C, kalium, dan folat, serta flavonoid.
Namun, saat buah dijadikan jus, serat utuhnya hilang. Akibatnya, fruktosa berubah menjadi gula bebas yang lebih cepat diserap tubuh. Hal ini dapat menyebabkan lonjakan energi secara cepat yang diikuti penurunan drastis.
Cara Aman Konsumsi Jus Buah
Hobson menyarankan agar jus tidak diminum berlebihan dan sebaiknya dikonsumsi bersama makanan.
Segelas kecil jus jeruk saat sarapan, misalnya, dapat membantu penyerapan zat besi dari makanan seperti sereal atau oat sekaligus mengurangi lonjakan gula darah.
Public Health England juga merekomendasikan batas konsumsi jus hanya sekitar 150 ml per hari untuk menghindari risiko obesitas, kerusakan gigi, dan diabetes tipe 2.
6 Jus Buah Terbaik Menurut Ahli
Berikut pilihan jus yang dinilai lebih bermanfaat jika dikonsumsi dengan bijak:
Jus Jeruk: Kaya vitamin C, baik untuk imun dan anti-inflamasi
Jus Delima: Tinggi antioksidan, mendukung kesehatan jantung
Jus Jeruk Bali: Mengandung senyawa anti-inflamasi, bantu kontrol gula darah
Jus Nanas: Mengandung bromelain, baik untuk pencernaan
Jus Cranberry: Membantu mencegah infeksi saluran kemih
Jus Apel: Mengandung flavonoid, meski lebih baik dikonsumsi utuh
Tips Memilih Jus yang Lebih Sehat
Untuk mendapatkan manfaat maksimal, pilih jus yang:
Terbuat dari 100% buah asli
Tidak mengandung gula tambahan
Bukan dari konsentrat
Lebih baik jika fresh atau cold-pressed
🧾 Kesimpulan
Jus buah tetap bisa menjadi bagian dari pola makan sehat jika dikonsumsi dalam jumlah terbatas dan dengan cara yang tepat. Namun, buah utuh tetap menjadi pilihan terbaik karena kandungan seratnya yang lebih lengkap.
