-->

Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Kemenhan Buka Suara soal TNI Ikut Tangani Begal, Disebut Bagian dari OMSP

Mei 27, 2026 Last Updated 2026-05-27T07:49:59Z



Bataranews– Kementerian Pertahanan (Kemenhan) memberikan penjelasan terkait keterlibatan TNI dalam membantu penanganan aksi begal di Jakarta yang belakangan menuai kritik dari sejumlah pihak.


Kepala Biro Informasi Pertahanan Sekretariat Jenderal Kemenhan Brigjen TNI Rico Ricardo Sirait menegaskan langkah tersebut merupakan bagian dari tugas operasi militer selain perang (OMSP).


TNI Disebut Bantu Pemerintah dan Polri


Menurut Rico, tugas utama penegakan hukum tetap berada di tangan Polri. Namun dalam konteks OMSP, TNI memiliki kewenangan membantu pemerintah daerah serta mendukung tugas kepolisian sesuai aturan yang berlaku.


Keterlibatan TNI dilakukan melalui patroli bersama, sosialisasi secara humanis kepada masyarakat, hingga langkah-langkah pencegahan kriminalitas lainnya.


Rico menyebut upaya tersebut bertujuan menciptakan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat di tengah meningkatnya aksi begal.


Kodam Jaya Kerahkan Batalyon Tempur


Sebelumnya, Kodam Jaya diketahui mengerahkan batalyon tempur untuk membantu penanganan aksi begal di sejumlah wilayah Jakarta.


Langkah itu sempat mendapat kritik dari koalisi sipil yang menilai pelibatan pasukan tempur dalam penanganan kriminalitas sipil perlu dievaluasi.


Meski demikian, Kemenhan menegaskan seluruh pelaksanaan di lapangan tetap mengedepankan profesionalisme serta koordinasi dengan pihak kepolisian.


TNI Tetap Punya Batasan


Rico menegaskan TNI tidak mengambil alih tugas penegakan hukum. Seluruh tindakan hukum tetap menjadi kewenangan Polri.


TNI, kata dia, hanya berperan membantu pengamanan dan pencegahan sesuai aturan OMSP yang berlaku.


Selain itu, pendekatan humanis juga disebut menjadi prioritas dalam pelaksanaan patroli maupun kegiatan pengamanan di masyarakat.


OMSP Jadi Dasar Pelibatan TNI


OMSP merupakan operasi militer non tempur yang biasa dijalankan TNI dalam berbagai situasi tertentu, seperti penanganan bencana, evakuasi warga, pembangunan infrastruktur, hingga pengamanan masyarakat.


Kemenhan menilai kolaborasi antara TNI dan Polri dapat membantu penanganan aksi kriminal seperti begal menjadi lebih maksimal.


Kesimpulan


Pelibatan TNI dalam membantu penanganan begal di Jakarta disebut Kemenhan sebagai bagian dari OMSP dan tetap dilakukan dengan koordinasi bersama Polri. Meski menuai kritik, pemerintah menilai kerja sama tersebut bertujuan menjaga keamanan dan kenyamanan masyarakat.