-->

Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Mahmoud Ahmadinejad Disebut Pernah Disiapkan Gantikan Ali Khamenei, Ini Rekam Jejaknya

Mei 21, 2026 Last Updated 2026-05-21T14:19:29Z

 

Bataranews– Nama Mahmoud Ahmadinejad kembali menjadi sorotan setelah muncul laporan bahwa dirinya pernah dipersiapkan Amerika Serikat dan Israel sebagai calon pengganti Ali Khamenei.


Laporan tersebut menyebut skenario pergantian kekuasaan di Iran sempat dirancang ketika konflik memanas antara Iran, Amerika Serikat, dan Israel beberapa waktu lalu.


Ahmadinejad Disebut Masuk Skenario Pergantian Kekuasaan


Menurut laporan yang beredar, Presiden AS saat itu, Donald Trump, sempat menyatakan harapan agar ada sosok dari internal Iran yang mengambil alih pemerintahan.


Belakangan, nama Ahmadinejad disebut menjadi salah satu kandidat yang dipertimbangkan dalam rencana tersebut.


Rumah Ahmadinejad di kawasan Narmak, Teheran Timur, bahkan dilaporkan ikut terkena serangan udara Israel. Operasi itu disebut bertujuan membebaskannya dari status tahanan rumah dengan melumpuhkan penjagaan di sekitar kediamannya.


Namun, operasi tersebut disebut gagal berjalan sesuai rencana. Ahmadinejad dilaporkan selamat meski mengalami luka-luka dan sejak itu tidak lagi tampil di depan publik.


Sosok Kontroversial di Dunia Politik Iran


Ahmadinejad dikenal sebagai salah satu presiden Iran paling kontroversial. Selama menjabat pada 2005 hingga 2013, ia terkenal dengan retorika keras terhadap Israel dan dukungannya terhadap program nuklir Iran.


Meski dikenal sebagai tokoh garis keras, Ahmadinejad juga memiliki citra sebagai pemimpin sederhana dan dekat dengan rakyat.


Ia lahir pada 28 Oktober 1956 di Aradan, Iran, dengan nama Mahmoud Saborjhian. Keluarganya kemudian pindah ke Teheran dan mengganti nama keluarga menjadi Ahmadinejad.


Aktif Sejak Revolusi Iran


Saat muda, Ahmadinejad aktif dalam gerakan mahasiswa dan ikut terlibat dalam Revolusi Iran 1978–1979.


Ia juga pernah bergabung dengan Korps Garda Revolusi Islam Iran dan terlibat dalam Perang Iran-Irak pada 1980–1988.


Setelah itu, Ahmadinejad melanjutkan pendidikan hingga meraih gelar doktor di bidang teknik dan perencanaan transportasi dari Universitas Sains dan Teknologi Iran.


Karier Politik hingga Jadi Presiden


Karier politik Ahmadinejad dimulai dari jabatan gubernur di beberapa wilayah Iran sebelum akhirnya menjadi wali kota Teheran pada 2003.


Namanya mulai dikenal luas setelah maju dalam pemilihan presiden Iran tahun 2005 dengan membawa agenda populis dan antikorupsi.


Ahmadinejad akhirnya memenangkan pemilu dan dilantik langsung oleh Ali Khamenei sebagai Presiden Iran pada 3 Agustus 2005.


Ia menjabat selama dua periode sebelum akhirnya digantikan oleh Hassan Rouhani pada 2013.


Hubungan dengan Khamenei Memburuk


Pada masa akhir pemerintahannya, hubungan Ahmadinejad dengan Ali Khamenei mulai memburuk akibat konflik politik internal.


Dukungan politik terhadap Ahmadinejad perlahan menurun hingga dirinya sempat didiskualifikasi saat ingin kembali maju dalam pemilihan presiden Iran pada 2017.


Beberapa waktu kemudian, Ahmadinejad juga dikabarkan menjalani tahanan rumah setelah dituding memicu aksi protes di Iran.


Kesimpulan


Mahmoud Ahmadinejad merupakan salah satu tokoh paling berpengaruh sekaligus kontroversial dalam politik Iran modern. Meski dikenal keras terhadap Barat, namanya sempat disebut dalam skenario pergantian kekuasaan Iran yang diduga melibatkan Amerika Serikat dan Israel. Hingga kini, keberadaan Ahmadinejad masih menjadi perhatian publik internasional di tengah dinamika politik Iran yang terus berkembang.