Program MBG Beri Dampak Nyata bagi Masyarakat
Bataranews– Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang mulai berjalan sejak Januari 2025 disebut membawa dampak nyata bagi masyarakat. Pemerintah mencatat peningkatan akses makanan bergizi sekaligus membantu meringankan pengeluaran rumah tangga sehari-hari.
Muhammad Qodari mengatakan program ini bukan sekadar penyediaan makan bagi siswa, melainkan intervensi sosial yang manfaatnya dirasakan langsung oleh keluarga penerima.
Data BPS Tunjukkan Kenaikan Indikator Gizi
Berdasarkan survei Badan Pusat Statistik pada Januari 2026, kemudahan masyarakat memperoleh makanan bergizi meningkat dari 81,4 persen menjadi 84,1 persen.
Perilaku konsumsi makanan bergizi juga naik dari 80,3 persen menjadi 84,1 persen. Sementara warga yang merasa pengeluaran hariannya lebih ringan meningkat dari 73,6 persen menjadi 75,9 persen.
Siswa Lebih Aktif dan Menu Semakin Disukai
Pemerintah juga mencatat kualitas menu MBG terus diperbaiki. Hal itu terlihat dari jumlah siswa yang menghabiskan seluruh makanan meningkat dari 66,9 persen pada Juli 2025 menjadi 69,8 persen pada November 2025.
Dewi Marfuah menjelaskan program ini mampu memenuhi sekitar sepertiga kebutuhan gizi harian siswa, sehingga anak lebih fokus belajar dan tidak mudah lemas saat di sekolah.
Supplier dan Usaha Lokal Ikut Tumbuh
Program MBG juga berdampak pada sektor ekonomi. Selama Januari hingga Oktober 2025, sebanyak 85,6 persen pemasok bahan makanan dalam program ini mengalami kenaikan penjualan.
Kondisi tersebut menunjukkan MBG bukan hanya mendukung peningkatan gizi masyarakat, tetapi juga menjadi stimulus bagi pelaku usaha lokal dan rantai pasok pangan nasional.
Fokus Berlanjut ke Ibu Hamil dan Balita
Ke depan, program MBG akan terus diperluas melalui SPPG dengan menyasar kelompok rentan lain seperti balita, ibu hamil, dan ibu menyusui.
Langkah ini diharapkan memperkuat upaya pemerintah dalam menekan angka stunting serta memastikan kebutuhan gizi pada 1.000 hari pertama kehidupan terpenuhi.
Kesimpulan
Program MBG dinilai memberi manfaat ganda, yakni meningkatkan kualitas gizi masyarakat sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi lokal. Evaluasi berkala tetap dilakukan agar kualitas menu, keamanan pangan, dan distribusi program semakin optimal.

