-->

Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Ternyata Angka yang Kita Pakai Bukan Asli Arab, Begini Sejarah Asal Usulnya

Mei 17, 2026 Last Updated 2026-05-17T14:40:52Z



Angka Sehari-hari Ternyata Bukan Asli Arab


Bataranews– Angka yang digunakan sehari-hari seperti 0, 1, 2, 3 hingga 9 selama ini dikenal luas sebagai angka Arab. Namun, secara sejarah sistem angka tersebut justru berasal dari India.


Penyebutan angka Arab muncul karena sistem ini diperkenalkan ke Eropa melalui para ilmuwan dari dunia Arab pada masa perkembangan ilmu pengetahuan Islam.


Berasal dari India Kuno


Sistem angka modern berkembang di India sekitar abad ke-5 hingga ke-7. Saat itu, para matematikawan India mengembangkan sistem bilangan yang lebih sederhana untuk perhitungan.


Keunggulan utamanya adalah penggunaan nilai tempat, seperti puluhan dan satuan, serta konsep angka nol yang menjadi dasar penting matematika modern.


Disebarkan Ilmuwan Arab


Sistem tersebut kemudian dipelajari dan dikembangkan oleh para ilmuwan Arab. Salah satu tokoh penting yang berjasa menyebarkannya adalah Muhammad ibn Musa al-Khwarizmi.


Melalui karya ilmiah dan terjemahan ke bahasa Latin, sistem angka itu menyebar ke Eropa dan akhirnya dipakai hampir di seluruh dunia.


Bentuk Angka di Negara Arab Berbeda


Menariknya, banyak negara Arab saat ini justru menggunakan bentuk angka yang berbeda dari yang dipakai di Indonesia.


Contohnya adalah ٠ ١ ٢ ٣ ٤ ٥ ٦ ٧ ٨ ٩, yang dikenal sebagai angka Arab Timur. Sementara bentuk 0 hingga 9 yang umum digunakan di Indonesia disebut angka Arab Barat.


Nama Mengikuti Jalur Penyebaran


Penyebutan angka Arab bukan berdasarkan tempat asal, melainkan jalur penyebarannya. Karena bangsa Eropa mengenal sistem ini dari para ilmuwan Arab, nama tersebut pun melekat hingga sekarang.


Hal ini membuat banyak orang mengira angka tersebut benar-benar berasal dari Arab.


Kesimpulan


Angka 0 sampai 9 yang dipakai di seluruh dunia sebenarnya berasal dari India. Dunia Arab berperan besar dalam menyebarkan sistem ini ke berbagai negara, sehingga akhirnya dikenal sebagai angka Arab hingga sekarang.