-->

Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Kopdes Merah Putih Jual LPG Rp17.500, Tegaskan Tak Berniat Saingi Warung dan Ritel

Juni 19, 2026 Last Updated 2026-06-19T03:59:42Z



Bataranews– Koperasi Kelurahan Merah Putih (KKMP) mulai menjadi alternatif warga untuk memperoleh kebutuhan pokok dengan harga lebih terjangkau. Sejumlah barang kebutuhan sehari-hari dijual lebih murah dibandingkan warung kelontong maupun ritel modern.


LPG dan Sembako Dijual Lebih Murah


Salah satu produk yang menarik perhatian warga adalah gas elpiji 3 kilogram yang dijual dengan harga lebih rendah. Di KKMP Sumur Batu, Kemayoran, harga gas melon dipasarkan sekitar Rp17.500 hingga Rp18.000 per tabung.


Harga tersebut lebih murah dibandingkan harga yang umum ditemukan di warung, yakni sekitar Rp20.000 hingga Rp21.000 per tabung. Selain LPG, koperasi juga menyediakan berbagai kebutuhan pokok lainnya dengan harga kompetitif.


Margin Tipis dan Pasokan Langsung dari Distributor


Pengawas KKMP Sumur Batu, Fiko, menjelaskan bahwa koperasi mampu menawarkan harga lebih murah karena mengambil margin keuntungan yang sangat tipis.


Selain itu, barang diperoleh langsung dari distributor utama sehingga rantai distribusi menjadi lebih singkat. Skema tersebut membuat biaya operasional lebih efisien dan harga jual kepada masyarakat dapat ditekan.


Menurutnya, langkah ini bertujuan membantu warga memenuhi kebutuhan pokok dengan pengeluaran yang lebih ringan.


Bukan Pesaing Warung Kelontong


Meski menawarkan harga lebih rendah, KKMP menegaskan keberadaannya bukan untuk mematikan usaha warung kelontong maupun ritel yang sudah ada.


Fiko menyebut koperasi justru ingin menjadi bagian dari rantai pasok yang membantu para pemilik warung mendapatkan harga modal lebih murah. Warung-warung sekitar didorong untuk berbelanja atau kulakan di koperasi agar memperoleh keuntungan yang lebih baik.


Dorong Produk UMKM Masuk Pasar


Sementara itu, KKMP Utan Panjang berfokus menjadi pemasok kebutuhan dasar bagi para pengecer sekaligus menjadi penyerap produk UMKM lokal.


Berbagai produk makanan rumahan seperti peyek, olahan jengkol, hingga hasil pertanian warga mulai didorong masuk ke jaringan usaha koperasi. Langkah ini diharapkan dapat memperluas pasar bagi pelaku usaha mikro dan memperkuat perputaran ekonomi di tingkat kelurahan.


Pengelolaan Keuangan Akan Diperkuat


Untuk menjaga transparansi dan keamanan pengelolaan dana koperasi, Kementerian Koperasi RI menargetkan sertifikasi kompetensi bagi bendahara koperasi mulai diterapkan pada 2027.


Sertifikasi tersebut akan dilakukan melalui Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) dan Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP). Program ini bertujuan memastikan pengurus koperasi memiliki kemampuan yang memadai dalam mengelola dan melaporkan keuangan secara profesional.


Kesimpulan


Kopdes Merah Putih hadir dengan menawarkan kebutuhan pokok yang lebih terjangkau bagi masyarakat. Meski menjual barang dengan harga lebih murah, koperasi menegaskan perannya bukan sebagai pesaing warung maupun ritel, melainkan sebagai mitra yang mendukung pelaku usaha kecil dan memperkuat ekonomi warga di tingkat kelurahan.