Bataranews– Aksi seorang konten kreator di Purwakarta, Jawa Barat, berujung di luar dugaan setelah dirinya yang sedang membuat konten prank dengan menyamar sebagai orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) justru diamankan petugas Satpol PP. Peristiwa tersebut viral di media sosial setelah video proses evakuasinya beredar luas.
Petugas semula mengira pria tersebut benar-benar merupakan ODGJ karena menerima laporan dari warga yang merasa resah dengan keberadaannya di kawasan Situ Buleud.
Berawal dari Laporan Warga
Menurut keterangan Satpol PP Kabupaten Purwakarta, petugas bergerak setelah mendapatkan informasi dari masyarakat mengenai keberadaan seorang pria yang diduga mengalami gangguan jiwa di sekitar Situ Buleud.
Menindaklanjuti laporan tersebut, petugas langsung menuju lokasi dan mengamankan pria tersebut untuk dibawa menggunakan mobil patroli.
Seluruh proses dilakukan sesuai prosedur karena petugas menduga keberadaan pria tersebut berpotensi mengganggu ketertiban umum.
Rambut Palsu Terlepas Saat Dievakuasi
Suasana berubah ketika petugas hendak mengangkat pria tersebut menuju kendaraan patroli.
Rambut yang dikenakannya tiba-tiba terlepas dan diketahui hanyalah wig atau rambut palsu yang digunakan sebagai bagian dari kostum.
Dari situlah petugas mulai menyadari bahwa pria tersebut bukan ODGJ, melainkan seorang konten kreator yang tengah membuat video prank untuk media sosial.
Satpol PP: Tidak Ada Klarifikasi
Kepala Bidang Ketertiban Umum dan Ketenteraman Masyarakat Satpol PP Kabupaten Purwakarta, Teguh Juarsa, membenarkan kejadian tersebut.
Ia menjelaskan bahwa petugas hanya menjalankan tugas berdasarkan laporan masyarakat yang mengira pria itu benar-benar mengalami gangguan jiwa.
Setelah identitasnya diketahui sebagai konten kreator, pria tersebut disebut langsung meninggalkan lokasi tanpa memberikan penjelasan ataupun klarifikasi kepada petugas.
Warganet Ingatkan Bahaya Konten Prank
Video kejadian ini kemudian ramai diperbincangkan di media sosial. Banyak warganet menilai aksi prank di ruang publik sebaiknya tidak dilakukan apabila berpotensi menimbulkan kepanikan masyarakat atau menguras waktu serta tenaga petugas yang sedang menjalankan tugas.
Konten kreator tersebut diketahui memang beberapa kali membuat video dengan konsep berpura-pura menjadi ODGJ di berbagai lokasi umum sebagai materi unggahan di media sosial.
Kesimpulan
Peristiwa di Purwakarta ini menjadi pengingat bahwa konten hiburan di ruang publik perlu mempertimbangkan dampaknya terhadap masyarakat dan petugas. Berawal dari laporan warga yang mengira ada ODGJ, aksi prank seorang konten kreator justru berakhir dengan diamankan Satpol PP sebelum akhirnya diketahui bahwa seluruh kejadian tersebut hanyalah bagian dari pembuatan konten.

