-->

Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

AS Pindahkan Kapal Induk ke Timur Tengah, Sekutu di Asia Mulai Waspada terhadap China

Agustus 26, 2026 Last Updated 2026-08-26T14:22:34Z



Bataranews– Sejumlah sekutu Amerika Serikat di Asia meningkatkan kewaspadaan setelah Washington memindahkan sejumlah aset militernya ke Timur Tengah untuk mendukung operasi militer terkait konflik dengan Iran.


Langkah tersebut memunculkan kekhawatiran mengenai kekuatan pertahanan Amerika Serikat di kawasan Indo-Pasifik, terutama di tengah meningkatnya aktivitas militer China di sekitar Taiwan.


USS George Washington Dipindahkan ke Timur Tengah


Salah satu perhatian utama muncul setelah kapal induk USS George Washington dipindahkan dari Jepang menuju Timur Tengah.


Kapal induk tersebut dikerahkan untuk menggantikan USS Abraham Lincoln, yang sebelumnya telah menjalankan tugas selama sekitar sembilan bulan.


Perpindahan aset strategis tersebut dinilai sejumlah analis dapat memengaruhi proyeksi kekuatan Amerika Serikat di Asia untuk sementara waktu.


Kekhawatiran semakin besar karena langkah tersebut terjadi bersamaan dengan laporan mengenai penarikan sebagian sistem pertahanan udara Terminal High Altitude Area Defense (THAAD) dari Korea Selatan.


Selain itu, berkurangnya persediaan rudal dan amunisi Amerika Serikat juga menjadi perhatian di tengah kebutuhan Washington untuk mendukung operasi militernya di Timur Tengah.


China Bisa Semakin Berani?


Analis International Crisis Group William Yang menilai perkembangan tersebut berpotensi memengaruhi efektivitas strategi pencegahan Amerika Serikat terhadap China.


Menurutnya, pengurangan sejumlah aset militer AS dapat menjadi perhatian tersendiri ketika aktivitas militer dan penjaga pantai China di sekitar Taiwan terus meningkat.


Kekhawatiran serupa disampaikan ilmuwan politik National University of Singapore, Ja Ian Chong.


Ia menilai sekutu Amerika Serikat di kawasan Asia dapat khawatir China memanfaatkan situasi tersebut untuk semakin menguji atau meningkatkan tekanan terhadap negara-negara di kawasan.


Belum Berarti AS Tinggalkan Asia


Meski demikian, pemindahan USS George Washington ke Timur Tengah belum serta-merta menunjukkan bahwa Amerika Serikat akan meninggalkan kawasan Asia dalam jangka panjang.


Sebagian besar kekuatan militer Amerika Serikat masih berada di kawasan Indo-Pasifik.


Sekitar 375.000 personel militer dan sipil AS masih berada di bawah Komando Indo-Pasifik Amerika Serikat. Puluhan ribu di antaranya ditempatkan di Jepang dan Korea Selatan.


Kondisi tersebut menunjukkan bahwa Washington masih memiliki kehadiran militer yang cukup besar di Asia.


Sekutu AS Perkuat Pertahanan


Di tengah perkembangan tersebut, negara-negara sekutu Amerika Serikat di Asia terus memperkuat kemampuan pertahanan dan kerja sama keamanan.


Sejumlah analis juga memperkirakan China tetap menjadi salah satu fokus utama strategi Amerika Serikat di kawasan Indo-Pasifik, meskipun Washington saat ini harus mengerahkan perhatian dan sumber daya untuk menghadapi konflik di Timur Tengah.


Situasi ini membuat keseimbangan kekuatan di Asia menjadi sorotan. Perubahan penempatan aset militer AS dapat menjadi perhatian khusus bagi negara-negara yang berada di sekitar kawasan konflik dan jalur strategis Indo-Pasifik.


Kesimpulan


Pemindahan USS George Washington dari Jepang ke Timur Tengah memunculkan kekhawatiran di antara sejumlah sekutu Amerika Serikat di Asia. Meski demikian, langkah tersebut belum dapat diartikan sebagai perubahan strategi AS untuk meninggalkan Indo-Pasifik.


Dengan masih banyaknya personel dan aset militer Amerika Serikat di kawasan, perhatian Washington terhadap China dan keamanan Asia diperkirakan tetap menjadi bagian penting dari strategi pertahanannya.