Bataranews– Sejumlah kelompok masyarakat dari berbagai daerah bersiap menuju Jakarta untuk mengikuti aksi demonstrasi pada Kamis, 27 Agustus 2026.
Setidaknya terdapat dua kelompok dengan latar belakang dan aspirasi berbeda yang disebut akan hadir di depan Gedung DPR/MPR RI. Massa dari Kebumen dan Bangkalan membawa dukungan terhadap program pemerintah, khususnya Makan Bergizi Gratis (MBG).
Sementara itu, massa dari Pati yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB) membawa tuntutan terkait pemberantasan korupsi dan pengesahan RUU Perampasan Aset.
1. Massa Kebumen Dukung Program Pemerintah
Massa pertama berasal dari Kebumen, Jawa Tengah. Kelompok ini digagas oleh DPD Tani Merdeka Kabupaten Kebumen bersama Aliansi Kebumen Bersatu.
Mereka menyatakan akan memberangkatkan sekitar 500 orang menuju Jakarta. Massa disebut berasal dari berbagai elemen masyarakat, mulai dari petani, pedagang, sopir, buruh hingga relawan.
Ketua DPD Tani Merdeka Kabupaten Kebumen, Parjono, mengatakan pihaknya memberikan dukungan terhadap sejumlah program strategis pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.
Salah satu program yang mendapat perhatian adalah Makan Bergizi Gratis (MBG).
Menurut kelompok tersebut, program MBG dinilai penting karena berkaitan dengan pemenuhan kebutuhan gizi anak-anak.
2. Massa Bangkalan Juga Dukung MBG
Kelompok kedua berasal dari Bangkalan, Madura. Massa tersebut mengatasnamakan diri Relawan Madura Pengawal Program Presiden (RMP4).
Koordinator RMP4, Mahrus Ali, menyebut pihaknya juga menyiapkan sekitar 500 orang untuk berangkat ke Jakarta.
Namun, dukungan terhadap MBG disertai permintaan agar pelaksanaan program tersebut dievaluasi, terutama terkait Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
Mereka menegaskan bahwa yang perlu diperbaiki bukan program MBG-nya, melainkan pengawasan terhadap pelaksanaannya.
Dengan demikian, aspirasi kelompok dari Bangkalan lebih menekankan pada peningkatan pengawasan dan evaluasi agar program MBG dapat berjalan dengan baik.
3. Massa Pati Desak RUU Perampasan Aset Segera Disahkan
Berbeda dengan kelompok Kebumen dan Bangkalan, massa dari Pati membawa tuntutan yang berkaitan dengan pemberantasan korupsi.
Kelompok tersebut adalah Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB). Mereka berencana menyampaikan aspirasi di depan Gedung DPR/MPR RI.
Koordinator AMPB, Teguh Istianto, menyebut terdapat dua tuntutan utama yang akan dibawa dalam aksi.
Pertama, mereka mendesak DPR RI segera mengesahkan RUU Perampasan Aset.
Kedua, AMPB meminta penerapan hukuman mati bagi pelaku korupsi.
Aktivis AMPB, Sutikno, juga menegaskan tuntutan agar aset hasil korupsi dirampas dan RUU Perampasan Aset segera disahkan.
AMPB Siapkan Empat Bus
Untuk mendukung keberangkatan massa, AMPB disebut telah menyiapkan empat unit bus besar.
Ratusan peserta direncanakan berangkat secara bertahap dari Pati menuju Jakarta untuk mengikuti aksi pada 27 Agustus.
Persiapan aksi tersebut sempat mendapat kendala setelah rekening donasi atas nama Supriyono mengalami penundaan transaksi. Rekening tersebut disebut memiliki dana sekitar Rp80 juta.
Meski demikian, AMPB memastikan rencana aksi tetap berjalan sesuai agenda.
Polisi Siapkan Pengamanan
Di sisi lain, Polda Metro Jaya telah menerima pemberitahuan mengenai rencana aksi demonstrasi tersebut.
Pengamanan diperlukan mengingat massa berasal dari sejumlah daerah dan membawa aspirasi yang berbeda.
Sejumlah pihak juga menyerukan agar seluruh peserta aksi menjaga ketertiban dan tidak mudah terprovokasi.
PW GPA DKI Jakarta turut mengajak berbagai elemen masyarakat untuk menjaga situasi tetap damai selama pelaksanaan unjuk rasa di sekitar Gedung DPR RI.
Dua Kubu, Dua Aspirasi Berbeda
Rencana aksi 27 Agustus 2026 memperlihatkan adanya dua kelompok besar dengan agenda yang berbeda.
Kebumen dan Bangkalan datang dengan membawa dukungan terhadap program pemerintah, khususnya MBG, sekaligus meminta peningkatan pengawasan terhadap pelaksanaannya.
Sementara AMPB dari Pati membawa agenda pemberantasan korupsi dengan mendesak DPR segera mengesahkan RUU Perampasan Aset serta meminta hukuman berat bagi pelaku korupsi.
Perbedaan aspirasi tersebut membuat pengamanan dan pengelolaan massa menjadi penting agar penyampaian pendapat dapat berlangsung secara tertib dan damai.
Kesimpulan
Aksi demonstrasi di Jakarta pada Kamis, 27 Agustus 2026 direncanakan diikuti sejumlah kelompok dari berbagai daerah. Massa Kebumen dan Bangkalan membawa dukungan terhadap program pemerintah, terutama MBG, sedangkan AMPB dari Pati mendesak pengesahan RUU Perampasan Aset dan membawa tuntutan keras terhadap pelaku korupsi.
Apa pun aspirasi yang disampaikan, seluruh pihak diharapkan tetap menjaga ketertiban sehingga aksi berjalan aman dan tidak menimbulkan gangguan bagi masyarakat lainnya.


