-->

Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Gempa Flores Belum Usai, BMKG Prediksi Guncangan Susulan Bisa Berlangsung 4 Minggu

Agustus 21, 2026 Last Updated 2026-08-21T09:32:43Z

Aktivitas gempa bumi di Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), masih terus berlangsung setelah gempa utama berkekuatan magnitudo 7,7. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat ribuan gempa susulan hingga Jumat, 21 Agustus 2026.


Berdasarkan pemantauan BMKG hingga pukul 05.00 WIB, tercatat sebanyak 4.258 kejadian gempa susulan. Dari jumlah tersebut, 118 gempa dirasakan oleh masyarakat dan 31 di antaranya memiliki magnitudo di atas 5,0.


Gempa Susulan Diprediksi Berlangsung Hingga 4 Minggu


Direktur Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Wijayanto, mengatakan aktivitas gempa susulan masih cukup tinggi. Berdasarkan analisis sementara, rangkaian aftershock diperkirakan dapat berlangsung selama tiga hingga empat minggu setelah gempa utama.


Fase awal aktivitas gempa susulan juga dinilai masih menunjukkan pola yang kompleks. Jumlah kejadian gempa belum memperlihatkan penurunan secara konsisten dalam beberapa hari terakhir.


“Pada beberapa hari pertama masih relatif tinggi dan belum menunjukkan pola peluruhan yang signifikan,” kata Wijayanto dalam keterangannya, Jumat (21/8/2026).


BMKG mencatat sebanyak 704 gempa terjadi pada hari pertama. Jumlah tersebut meningkat menjadi 746 kejadian pada hari kedua, kemudian turun menjadi 668, 649, dan 627 kejadian pada hari ketiga hingga kelima.


Namun, aktivitas kembali meningkat pada hari keenam dengan 802 kejadian gempa.


Sejumlah Gempa Susulan Dirasakan Kuat


Rangkaian gempa susulan juga menyebabkan sejumlah guncangan dengan intensitas IV hingga VI MMI yang dirasakan cukup kuat oleh masyarakat di wilayah terdampak.


Salah satu gempa signifikan terjadi pada 19 Agustus 2026 pukul 23.17 WIB dengan kekuatan M5,6. Kemudian pada 20 Agustus 2026 pukul 05.45 WIB, kembali terjadi gempa berkekuatan M5,8.


Gempa dengan kekuatan M5,8 juga mengguncang wilayah tersebut pada 20 Agustus 2026 pukul 09.47 WIB. Guncangan tersebut dilaporkan menyebabkan kerusakan tambahan pada sejumlah bangunan dan jembatan yang sebelumnya telah terdampak gempa.


Selain kerusakan infrastruktur, aktivitas gempa juga memicu tanah longsor di sejumlah lokasi.


Aktivitas Gempa Membentuk Beberapa Klaster


Hasil analisis dan relokasi BMKG menunjukkan bahwa gempa susulan tidak tersebar secara merata. Aktivitas tersebut justru membentuk beberapa klaster atau kelompok sumber gempa.


Klaster utama berada di sekitar zona sumber gempa M7,7 di wilayah utara Nagekeo. Zona tersebut memanjang mengikuti struktur Flores Back-arc Thrust.


Sementara itu, klaster gempa susulan lainnya teridentifikasi di bagian barat zona sumber utama, tepatnya di sebelah utara Kabupaten Manggarai.


Pergerakan pusat aktivitas gempa juga mengalami perubahan dari hari ke hari. Pada empat hari pertama setelah gempa utama, aktivitas seismik relatif tersebar di sejumlah klaster dari wilayah timur hingga barat.


Memasuki hari kelima dan keenam, aktivitas gempa mulai lebih terkonsentrasi di klaster bagian barat. Sementara itu, aktivitas di wilayah timur mulai menunjukkan penurunan secara bertahap.


BMKG Pantau Gempa Selama 24 Jam


Untuk mengetahui perkembangan aktivitas gempa secara terus-menerus, BMKG mengoperasikan sistem pemantauan secara real-time selama 24 jam setiap hari.


Petugas terus menganalisis berbagai parameter, mulai dari jumlah kejadian gempa, magnitudo, lokasi sumber, arah perkembangan aktivitas, hingga karakteristik sumber gempa.


Pemantauan tersebut dilakukan untuk memastikan informasi mengenai perkembangan gempa dapat disampaikan secara cepat dan akurat kepada masyarakat maupun instansi terkait.


Warga Diminta Waspada dan Tidak Percaya Hoaks


BMKG mengimbau masyarakat di wilayah terdampak agar tetap tenang dan tidak mudah percaya terhadap informasi yang sumbernya tidak dapat dipertanggungjawabkan.


Masyarakat juga diminta menjauhi bangunan yang mengalami keretakan atau kerusakan akibat gempa. Kewaspadaan tetap diperlukan mengingat aktivitas gempa susulan masih berpotensi terjadi dalam beberapa pekan ke depan.


Untuk memastikan masyarakat mendapatkan informasi terbaru, BMKG secara rutin memperbarui data aktivitas gempa susulan dua kali sehari, yakni pukul 05.00 WIB dan 17.00 WIB.


Pembaruan tersebut dapat diakses melalui kanal informasi resmi BMKG, termasuk media sosial dan WhatsApp Channel. Masyarakat diimbau selalu mengutamakan informasi resmi BMKG dan tidak menyebarkan kabar yang belum terverifikasi.(Rhz2797)