Bataranews– Gempa bumi dahsyat yang mengguncang wilayah Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), belum sepenuhnya berakhir. Setelah gempa utama berkekuatan M7,7 pada 15 Agustus 2026, aktivitas gempa susulan masih terus tercatat di kawasan tersebut.
Besarnya aktivitas susulan membuat kondisi Flores masih menjadi perhatian. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat hingga 19 Agustus 2026 pukul 05.00 WIB terdapat 2.768 gempa susulan, dengan magnitudo berkisar M1,1 hingga M6,2.
Gempa Susulan Terus Dipantau
Gempa utama M7,7 sebelumnya mengguncang wilayah sekitar Nagekeo, NTT, pada 15 Agustus 2026.
Gempa tersebut sempat membuat BMKG mengeluarkan peringatan dini tsunami. Peringatan tersebut kemudian diakhiri setelah hasil pemantauan menunjukkan kondisi telah aman dari ancaman tsunami.
Meski demikian, aktivitas kegempaan di Flores masih berlangsung. BMKG terus melakukan pemantauan terhadap gempa susulan dan mengimbau masyarakat tetap waspada.
Flores Kembali Diguncang Gempa
Perkembangan terbaru kembali terjadi pada Senin, 24 Agustus 2026.
Data BMKG mencatat gempa berkekuatan M4,6 terjadi sekitar pukul 08.12 WIB. Pusat gempa berada di laut, sekitar 49 kilometer sebelah utara Ruteng, Manggarai, dengan kedalaman tujuh kilometer.
Guncangan tersebut dilaporkan dirasakan dengan intensitas III MMI di Kabupaten Manggarai.
Kemunculan gempa terbaru ini membuat aktivitas seismik di kawasan Flores kembali menjadi perhatian publik.
Penanganan Korban Masih Berlangsung
Selain aktivitas gempa, proses penanganan masyarakat terdampak juga masih dilakukan.
BNPB pada 24 Agustus melaporkan tim gabungan berhasil menjangkau seorang penyintas gempa M7,7 di Pulau Palue, Kabupaten Sikka. Penyintas bernama Yohanis Riba kemudian dievakuasi menuju Maumere untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.
Sebelumnya, BNPB juga melakukan pemutakhiran data penanganan darurat pascagempa serta berbagai upaya pemulihan di wilayah terdampak.
Masyarakat Diminta Tetap Waspada
Masyarakat di wilayah terdampak diimbau tidak panik, tetapi tetap memperhatikan informasi resmi dari BMKG dan pemerintah daerah.
Gempa susulan merupakan fenomena yang dapat terjadi setelah gempa utama. Karena itu, warga perlu berhati-hati terhadap bangunan yang mungkin mengalami kerusakan akibat guncangan sebelumnya.
Perkembangan gempa Flores kini menjadi salah satu isu bencana paling mendapat perhatian karena tidak hanya berkaitan dengan gempa M7,7, tetapi juga aktivitas susulan dan proses pemulihan masyarakat yang masih berjalan.
Kesimpulan:
Gempa M7,7 Flores belum menjadi cerita yang selesai. Ribuan gempa susulan telah tercatat dan guncangan baru masih terjadi. Masyarakat di wilayah terdampak perlu tetap tenang, waspada, serta mengikuti informasi resmi dari BMKG dan BNPB.


