-->

Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Sering Ngidam Makanan Manis? Ini Tanda Tubuh Mulai Terbiasa dengan Gula

Agustus 19, 2026 Last Updated 2026-08-19T05:54:41Z

Keinginan mengonsumsi makanan atau minuman manis secara berulang kerap dianggap sebagai kebiasaan ngemil. Namun, jika keinginan tersebut muncul terus-menerus dan sulit dikendalikan, kondisi ini bisa menjadi tanda bahwa tubuh dan otak sudah terbiasa dengan asupan gula yang tinggi.


Spesialis gizi klinik dr Igus Ulfa Yaze, SpGK, menjelaskan sejumlah tanda yang dapat menunjukkan seseorang mulai memiliki kebiasaan mengonsumsi gula secara berlebihan. Salah satunya adalah munculnya keinginan kuat untuk menyantap makanan manis setelah makan.


Menurut dr Yaze, seseorang bisa merasa makanannya belum lengkap atau belum memuaskan apabila belum mengonsumsi sesuatu yang manis.


"Misalnya kayak habis makan terus ngerasanya pengin makan manis lagi. Kalau enggak diturutin kayak masih ada yang kurang," jelas dr Yaze dalam siaran langsung TikTok detikHealth, Kamis (13/8/2026).


Selain keinginan makan manis setelah makan, perubahan suasana hati juga dapat muncul ketika seseorang terbiasa mendapatkan asupan gula dalam jumlah tinggi.


"Atau misalnya jadi seharian nggak mood, gitu. Itu sudah tanda-tanda kebiasaan makan gula lah intinya," tambahnya.


Jangan Langsung Berhenti Makan Gula


Meski mengurangi gula merupakan langkah yang baik, dr Yaze menyarankan agar perubahan pola makan tidak dilakukan secara ekstrem. Menghentikan konsumsi makanan atau minuman manis secara mendadak bukan pilihan yang ideal bagi orang yang sudah terbiasa mengonsumsinya dalam jumlah tinggi.


Menurut dia, perubahan secara drastis dapat membuat seseorang merasa tidak nyaman dan mengalami perubahan suasana hati. Karena itu, pengurangan gula sebaiknya dilakukan secara bertahap agar tubuh dapat menyesuaikan diri.


"Kalau untuk menghilangkannya tiba-tiba, nanti mood-nya jadi enggak bagus seharian gara-gara enggak makan gula," ungkapnya.


Alih-alih langsung menghilangkan seluruh makanan manis dari pola makan, masyarakat bisa mulai dengan mengurangi tingkat kemanisan sedikit demi sedikit setiap hari.


Cara Mengurangi Gula Secara Bertahap


Dr Yaze menyarankan agar kadar gula dalam makanan atau minuman dikurangi secara perlahan. Misalnya, seseorang yang terbiasa menikmati minuman sangat manis dapat mulai mengurangi takaran gula secara bertahap.


Cara tersebut memberikan kesempatan bagi tubuh dan indra pengecap untuk beradaptasi. Seiring waktu, makanan atau minuman dengan kadar gula yang sebelumnya terasa kurang manis dapat mulai terasa cukup.


"Biasanya saya kasih tips itu tingkat kemanisannya dikurangi per hari, gitu. Jadi akhirnya si tubuhnya mulai kenal," kata dr Yaze.


Menurutnya, tubuh memiliki kemampuan untuk beradaptasi terhadap perubahan asupan nutrisi. Ketika seseorang terbiasa mendapatkan gula dalam jumlah besar, rasa manis yang tinggi dapat menjadi standar kepuasan.


"Kalau misalnya kita kasih gula terlalu banyak, dia keenakan. Kita kurangi sedikit-sedikit, akhirnya dia (tubuh) mulai paham bahwa kebutuhan gula yang kemarin kebanyakan," jelasnya.


Keinginan Makan Manis Bisa Berkurang


Pengurangan gula secara perlahan diharapkan dapat membantu menurunkan kebiasaan mencari rasa manis yang berlebihan. Dengan proses adaptasi tersebut, seseorang dapat kembali menikmati makanan dengan kadar gula yang lebih rendah.


Dr Yaze menekankan bahwa proses tersebut membutuhkan waktu dan konsistensi. Karena itu, orang yang sedang berusaha mengurangi konsumsi gula tidak perlu merasa harus mengubah kebiasaan makan dalam waktu singkat.


"Kalau kita kurangi pelan-pelan, itu jadi terbiasa. Jadi, semangat buat kamu yang mengurangi gula," tuturnya.


Mengurangi gula secara bertahap juga dapat menjadi strategi yang lebih realistis untuk mempertahankan pola makan sehat dalam jangka panjang. Yang terpenting, perubahan dilakukan secara konsisten dan tetap memperhatikan keseimbangan nutrisi secara keseluruhan.(Rhz2797)