Perkembangan kecerdasan buatan (AI) dinilai berpotensi membawa perubahan besar terhadap perekonomian Amerika Serikat (AS). Perusahaan AI Anthropic bahkan menyusun sejumlah skenario mengenai seberapa besar teknologi tersebut dapat mendorong pertumbuhan ekonomi Negeri Paman Sam.
Tim ekonomi Anthropic merilis makalah yang membahas kemungkinan dampak AI terhadap perekonomian AS. Dalam kajian tersebut, Anthropic menyusun tiga skenario dengan tingkat pengaruh AI yang berbeda.
Namun, para penulis menegaskan bahwa angka-angka yang disampaikan dalam kajian tersebut bukan merupakan prediksi pasti mengenai kondisi ekonomi AS di masa depan.
" Skenario ini bukanlah prediksi dan kami tidak memberikan probabilitas apa pun padanya," kata tim penulis, seperti dilansir Euronews, Jumat (11/9/2026).
Skenario Pertama: Dampak AI Relatif Terbatas
Dalam skenario pertama, AI dianggap hanya memberikan dampak yang relatif kecil terhadap perekonomian AS.
Dengan kondisi tersebut, pertumbuhan ekonomi diperkirakan berada di angka sekitar 2,4 persen per tahun. Sementara itu, pekerjaan yang masuk kategori kognitif, seperti manajemen, profesi tertentu, dan pekerjaan administratif, mengalami penurunan sekitar 0,5 persen.
Dalam skenario ini, tingkat pengangguran secara keseluruhan disebut hampir tidak mengalami perubahan signifikan.
Skenario Kedua, Pertumbuhan Ekonomi Capai 8,3 Persen
Dampak AI menjadi jauh lebih besar dalam skenario kedua. Teknologi tersebut diasumsikan mampu meningkatkan produktivitas ekonomi AS secara substansial.
Dalam skenario ini, pertumbuhan produk domestik bruto (PDB) AS mencapai 8,3 persen per tahun.
Namun, peningkatan produktivitas tersebut juga diikuti perubahan pada pasar tenaga kerja. Lapangan kerja kognitif diperkirakan turun 3,9 persen, sedangkan tingkat pengangguran di kalangan pekerja kantoran meningkat hingga 4,5 persen.
Skenario Ekstrem: Ekonomi AS Tumbuh 15,4 Persen
Skenario ketiga menjadi gambaran paling agresif dalam kajian Anthropic. Dalam kondisi tersebut, AI diasumsikan memberikan dorongan yang sangat besar terhadap perekonomian AS.
Pertumbuhan ekonomi tahunan bahkan diperkirakan mencapai 15,4 persen. Dengan tingkat pertumbuhan tersebut, ukuran PDB AS secara teoritis dapat berlipat ganda dalam waktu sekitar empat setengah tahun.
Namun, keuntungan ekonomi tersebut datang bersamaan dengan dampak besar terhadap dunia kerja.
Pekerjaan kognitif diperkirakan anjlok hingga 21,5 persen. Tingkat pengangguran di kelompok pekerja tersebut mencapai 17,9 persen, sementara tingkat pengangguran di seluruh angkatan kerja mencapai 11,9 persen.
Angka tersebut bahkan digambarkan lebih buruk dibandingkan kondisi yang terjadi saat resesi.
Pertumbuhan Tinggi, Tapi Tantangan Tenaga Kerja Membesar
Kajian Anthropic menunjukkan adanya potensi hubungan yang kompleks antara perkembangan AI, pertumbuhan ekonomi, produktivitas, dan lapangan pekerjaan.
Di satu sisi, penerapan AI dalam skala besar berpotensi meningkatkan produktivitas dan mendorong pertumbuhan ekonomi secara signifikan. Namun di sisi lain, otomatisasi pekerjaan kognitif dapat memberikan tekanan besar terhadap sebagian tenaga kerja.
Penting untuk dicatat, tiga skenario tersebut merupakan gambaran hipotetis yang disusun Anthropic, bukan kepastian mengenai masa depan ekonomi Amerika Serikat.
Perkembangan teknologi, kebijakan pemerintah, kemampuan pekerja beradaptasi, serta pola penerapan AI di berbagai sektor akan turut menentukan seberapa besar dampak teknologi tersebut terhadap ekonomi dan pasar tenaga kerja.(Rhz2797)

