Kualitas udara di Kota Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah, mengalami penurunan drastis akibat asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Berdasarkan data terbaru pemantauan Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), indeks pencemaran udara di Sampit tercatat mencapai 1.142.
Angka tersebut menjadi yang tertinggi dalam data pemantauan dan sudah masuk kategori berbahaya. Sebagai gambaran, kategori berbahaya pada ISPU berada pada indeks di atas 300.
PM10 dan PM2,5 Jadi Penyumbang Utama Polusi
Data ISPU Net menunjukkan kondisi udara di Sampit berada pada level hitam. Pencemaran terutama dipengaruhi oleh tingginya konsentrasi partikulat PM10 dan PM2,5 yang berasal dari asap kebakaran lahan.
Konsentrasi PM10 tercatat mencapai 1.142, sedangkan PM2,5 berada di angka 661.
Partikel berukuran sangat kecil tersebut dapat masuk ke sistem pernapasan. Paparan polusi udara dalam kondisi buruk dapat meningkatkan risiko gangguan kesehatan, terutama pada kelompok yang rentan.
Kondisi tersebut menjadi perhatian karena aktivitas karhutla masih terjadi di sejumlah wilayah Sampit dan sekitarnya.
Asap Masih Menyelimuti Sampit
Upaya pemadaman karhutla terus dilakukan dengan melibatkan ratusan personel Satuan Tugas (Satgas) Karhutla.
Namun, asap masih terlihat menyelimuti sejumlah wilayah hampir sepanjang hari, baik pada siang maupun malam. Kondisi ini membuat aktivitas masyarakat ikut terdampak.
Di tengah kualitas udara yang berada pada level berbahaya, sejumlah warga masih terlihat beraktivitas di luar ruangan tanpa menggunakan masker.
Sebagian pengendara sepeda motor mengaku tetap beraktivitas karena lupa membawa perlindungan untuk mengurangi paparan asap.
Warga Keluhkan Dampak Asap Karhutla
Kepungan asap mulai dirasakan langsung oleh masyarakat Sampit. Salah seorang warga, Yeyen, mengatakan kondisi udara membuat dirinya mengalami keluhan seperti batuk.
"Udaranya begitu memilukan. Asap di mana-mana, sampai batuk," ujar Yeyen, Jumat (11/9/2026).
Warga lainnya, Sopiyan, memilih mengenakan masker saat beraktivitas di luar rumah karena khawatir dengan buruknya kualitas udara.
"Udara hari ini agak kurang aman, makanya saya sampai pakai masker," katanya.
Warga Diminta Kurangi Aktivitas di Luar Ruangan
Kondisi kualitas udara yang masuk kategori berbahaya membuat masyarakat perlu meningkatkan kewaspadaan, terutama ketika harus beraktivitas di luar ruangan.
Pemerintah daerah juga diharapkan terus memberikan edukasi mengenai langkah perlindungan diri dari paparan asap karhutla.
Kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, serta masyarakat yang memiliki masalah pernapasan perlu mendapat perhatian lebih.
Masyarakat disarankan mengurangi aktivitas di luar ruangan yang tidak mendesak dan menggunakan masker yang sesuai ketika harus keluar rumah.
Selain itu, warga diimbau terus memantau perkembangan kualitas udara melalui informasi dan kanal resmi pemerintah untuk mengetahui perubahan kondisi terbaru di wilayah Sampit.
Penanganan karhutla dan pengendalian dampak asap menjadi penting agar kualitas udara dapat segera membaik dan risiko kesehatan masyarakat bisa ditekan.(Rhz2797)

