Bataranews– Donat menjadi salah satu makanan manis yang paling mudah dikenali di dunia. Bentuknya yang bulat dengan lubang di bagian tengah membuat makanan ini berbeda dari kue lainnya.
Namun, pernahkah terpikir mengapa donat harus memiliki lubang?
Sekilas, lubang di tengah donat mungkin hanya dianggap sebagai ciri khas atau sekadar desain agar terlihat menarik. Padahal, ada alasan praktis sekaligus kisah sejarah yang dipercaya menjadi asal-usul bentuk unik tersebut.
Menariknya, lubang di tengah donat diduga berawal dari satu masalah sederhana: bagian tengah adonan sulit matang sempurna.
Donat Sudah Ada Sebelum Memiliki Lubang
Sebelum dikenal dengan bentuk cincin seperti sekarang, donat pada awalnya dibuat dalam bentuk bulat penuh tanpa lubang.
Makanan ini memiliki hubungan dengan berbagai jenis kue goreng dari Eropa yang kemudian berkembang di Amerika.
Para imigran Belanda diketahui membawa tradisi membuat adonan manis yang digoreng, yang dikenal sebagai olykoek atau secara harfiah berarti "kue minyak".
Bentuknya menyerupai bola adonan yang digoreng dalam minyak panas.
Namun, cara memasak tersebut memiliki kelemahan.
Bagian luar adonan bisa matang dan berwarna kecokelatan lebih cepat, sementara bagian tengah yang tebal terkadang masih belum matang sempurna.
Masalah inilah yang kemudian dipercaya menjadi salah satu alasan munculnya ide membuat lubang di tengah donat.
Kisah Hanson Gregory dan Lubang Pertama pada Donat
Salah satu cerita paling populer mengenai asal-usul donat berlubang berkaitan dengan seorang pelaut asal Amerika Serikat bernama Hanson Gregory.
Menurut cerita yang berkembang, Gregory merasa tidak puas dengan bagian tengah donat yang sering kali masih mentah atau terlalu lembek.
Ia kemudian mendapat ide untuk menghilangkan bagian tengah adonan.
Dengan adanya lubang, panas dari minyak goreng dapat lebih mudah mencapai bagian dalam adonan.
Hasilnya, donat dapat matang dengan lebih merata tanpa membuat bagian luarnya terlalu gosong.
Kisah tersebut kemudian menjadi salah satu cerita paling terkenal dalam sejarah perkembangan donat modern.
Meski terdapat beberapa versi mengenai bagaimana tepatnya ide lubang tersebut muncul, nama Hanson Gregory sering dikaitkan dengan popularitas bentuk donat cincin.
Lubang Membantu Donat Matang Lebih Merata
Secara ilmiah, bentuk donat berlubang memang memiliki keuntungan saat proses penggorengan.
Adonan berbentuk cincin memiliki bagian tengah yang lebih tipis dibandingkan bola adonan utuh.
Hal ini memungkinkan panas lebih mudah mencapai seluruh bagian adonan.
Dengan begitu, risiko bagian luar terlalu matang sementara bagian tengah masih mentah dapat dikurangi.
Bentuk cincin juga memberikan luas permukaan yang lebih besar dibandingkan adonan bulat padat.
Karena itu, panas dari minyak dapat bekerja lebih merata pada permukaan donat.
Jadi, lubang di tengah ternyata bukan hanya untuk membuat tampilannya unik.
Ada fungsi penting yang berkaitan dengan proses memasak.
Ada Versi Cerita Lain tentang Lubang Donat
Meski Hanson Gregory sering disebut sebagai sosok yang memopulerkan donat berlubang, sejarahnya tidak sepenuhnya sederhana.
Terdapat berbagai cerita mengenai asal-usul lubang tersebut.
Salah satu versi menyebutkan bahwa Gregory membuat lubang pada donat menggunakan benda berbentuk silinder.
Versi lain bahkan mengisahkan bahwa bentuk tersebut muncul karena alasan praktis saat berada di kapal.
Namun, terlepas dari berbagai cerita yang berkembang, bentuk donat berlubang akhirnya menjadi sangat populer.
Bentuk tersebut kemudian dianggap sebagai salah satu ciri utama donat modern.
Tidak Semua Donat Memiliki Lubang
Menariknya, hingga sekarang tidak semua donat dibuat dengan bentuk cincin.
Ada donat berbentuk bulat penuh yang diisi dengan selai, cokelat, krim atau berbagai jenis isian lainnya.
Donat seperti ini dikenal luas di berbagai negara dengan nama dan karakter yang berbeda.
Di Indonesia sendiri, donat hadir dalam banyak variasi.
Ada donat klasik dengan taburan gula, donat cokelat, donat keju hingga donat dengan berbagai topping warna-warni.
Namun, ketika seseorang menyebut kata "donat", bentuk cincin berlubang di tengah biasanya menjadi gambaran pertama yang muncul dalam pikiran.
Dari Masalah Dapur Menjadi Ikon Kuliner Dunia
Siapa sangka sebuah lubang sederhana bisa menjadi salah satu bentuk makanan paling terkenal di dunia?
Ide membuat bagian tengah donat berlubang diduga muncul dari kebutuhan praktis agar adonan bisa matang lebih merata.
Namun, seiring berjalannya waktu, bentuk tersebut justru berkembang menjadi identitas donat.
Kini, donat tidak hanya dikenal sebagai makanan ringan, tetapi telah menjadi bagian dari industri kuliner global.
Berbagai inovasi terus bermunculan, mulai dari ukuran mini hingga donat berukuran raksasa dengan topping yang semakin beragam.
Meski tampilannya terus berubah, bentuk cincin dengan lubang di tengah tetap menjadi salah satu desain paling ikonik.
Kesimpulan
Lubang di tengah donat ternyata memiliki alasan yang lebih penting daripada sekadar penampilan.
Bentuk tersebut membantu panas mencapai adonan secara lebih merata ketika proses penggorengan berlangsung.
Kisah paling terkenal mengaitkan bentuk donat berlubang dengan Hanson Gregory, seorang pelaut Amerika yang dipercaya mencari cara agar bagian tengah donat tidak lagi mentah.
Dari sebuah masalah sederhana di dapur, lahirlah bentuk makanan yang kini dikenal hampir di seluruh dunia.
Jadi, lubang di tengah donat bukan hanya membuatnya terlihat unik, tetapi juga menjadi solusi sederhana untuk membuat donat matang lebih sempurna.


