Bataranews– Kecelakaan beruntun maut terjadi di Jalan Kembang Kerep, Kembangan, Jakarta Barat, Sabtu (5/9/2026) sore. Insiden tersebut melibatkan tiga mobil dan satu sepeda motor hingga menyebabkan tiga orang yang merupakan satu keluarga meninggal dunia.
Korban meninggal terdiri dari seorang ayah, ibu, serta anak perempuan mereka yang masih berusia tujuh tahun. Selain tiga korban jiwa, empat orang lainnya dilaporkan mengalami luka-luka dan menjalani perawatan medis.
Kepolisian telah melakukan penanganan di lokasi kejadian dan masih menyelidiki penyebab pasti kecelakaan tersebut.
Berawal dari BYD Tabrak Innova
Kanit Gakkum Satlantas Polres Metro Jakarta Barat AKP Joko Siswanto menjelaskan, kecelakaan bermula saat minibus BYD bernomor polisi B 2703 BNA melaju dari arah selatan menuju utara.
Ketika tiba di sekitar turunan Jembatan Kembang Kerep, kendaraan tersebut menabrak bagian belakang Toyota Kijang Innova bernomor polisi B 1277 UIH.
Benturan keras membuat Innova terdorong ke arah depan hingga kemudian menabrak Toyota Fortuner yang berada di depannya.
Rangkaian tabrakan tersebut membuat situasi di lokasi berubah menjadi kecelakaan beruntun yang melibatkan beberapa kendaraan.
Fortuner Oleng dan Hantam Sepeda Motor
Setelah terdorong akibat tabrakan, Toyota Fortuner dilaporkan kehilangan kendali dan oleng.
Bagian samping kendaraan kemudian menghantam sepeda motor Honda Vario yang berada di sisi kendaraan.
Sepeda motor tersebut ditumpangi tiga orang yang merupakan satu keluarga.
Benturan keras menyebabkan para penumpang sepeda motor mengalami luka serius, terutama pada bagian kepala.
Dua korban, yakni seorang perempuan dan anak perempuan berusia tujuh tahun, dilaporkan meninggal dunia di lokasi kejadian.
Sementara pengendara sepeda motor sempat mendapatkan penanganan medis di rumah sakit. Namun, nyawanya tidak tertolong akibat luka berat yang dialaminya.
Ayah, Ibu dan Anak Jadi Korban Jiwa
Tragedi tersebut menjadi semakin memilukan karena tiga korban meninggal dunia diketahui berasal dari satu keluarga.
Sang ayah sempat dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan. Namun, setelah menjalani penanganan medis, korban akhirnya dinyatakan meninggal dunia.
Sementara istri dan anak perempuan mereka meninggal akibat luka berat yang dialami saat kecelakaan terjadi.
Kecelakaan ini pun menambah daftar insiden lalu lintas fatal yang terjadi di wilayah Jakarta Barat.
Empat Orang Lainnya Mengalami Luka
Selain tiga korban meninggal dunia, empat orang lainnya mengalami luka-luka.
Pengemudi minibus BYD dilaporkan mengalami luka di bagian dada dan mendapatkan perawatan medis.
Sementara sejumlah penumpang kendaraan lain mengalami luka pada bagian kepala dan leher.
Para korban luka kemudian dibawa ke beberapa rumah sakit untuk menjalani pemeriksaan dan perawatan lebih lanjut.
Seluruh kendaraan yang terlibat kecelakaan juga mengalami kerusakan akibat benturan beruntun tersebut.
Polisi Masih Selidiki Penyebab Kecelakaan
Polisi telah mendatangi tempat kejadian perkara untuk melakukan olah TKP, mengamankan kendaraan serta mengumpulkan barang bukti.
Petugas juga meminta keterangan dari sejumlah saksi untuk mengetahui secara pasti penyebab kecelakaan beruntun tersebut.
Hingga saat ini, aparat kepolisian belum menyampaikan kesimpulan mengenai faktor utama yang menyebabkan kendaraan pertama menabrak mobil di depannya.
Penyelidikan masih terus dilakukan untuk mengungkap seluruh rangkaian peristiwa dan memastikan penyebab kecelakaan maut tersebut.
Rangkaian Kecelakaan Masih Didalami
Kecelakaan di Jalan Kembang Kerep menjadi perhatian setelah informasi dan rekaman kondisi kendaraan pascakejadian beredar di media sosial.
Dalam insiden tersebut, rangkaian tabrakan terjadi secara beruntun, dimulai dari tabrakan antara minibus BYD dan Toyota Kijang Innova.
Benturan kemudian menyebabkan Innova menghantam Toyota Fortuner, sebelum kendaraan tersebut oleng dan akhirnya menghantam sepeda motor yang ditumpangi satu keluarga.
Tragedi ini kembali menjadi pengingat pentingnya kewaspadaan seluruh pengguna jalan, terutama saat melintas di kawasan dengan kondisi jalan menurun dan lalu lintas yang padat.
Pihak kepolisian kini masih melanjutkan proses penyidikan untuk mengetahui penyebab pasti kecelakaan yang merenggut tiga nyawa tersebut.

