-->

Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Prabowo Tersentuh Ingat Palestina di Gontor, Serukan Indonesia Harus Jadi Bangsa Kuat

September 19, 2026 Last Updated 2026-09-19T12:39:18Z


Presiden Prabowo Subianto sempat terharu saat menyampaikan sambutan dalam Resepsi Kesyukuran 100 Tahun Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG) di Ponorogo, Jawa Timur, Sabtu (19/9/2026).


Momen tersebut terjadi setelah Prabowo menyapa sejumlah duta besar negara sahabat yang hadir dalam acara. Ketika menyapa Duta Besar Palestina untuk Indonesia Abdalfattah A.K. Al-Sattari, suasana di lokasi langsung dipenuhi tepuk tangan dan dukungan untuk Palestina.


Prabowo kemudian meneriakkan "Free Palestine" sebanyak tiga kali. Seruan tersebut disambut para santri, alumni, dan tamu undangan yang hadir. Sang duta besar kemudian menghampiri Prabowo dan memberikan keffiyeh, kain yang identik dengan Palestina.


Prabowo Terharu Saat Mengingat Kondisi Palestina


Setelah mengenakan keffiyeh pemberian Duta Besar Palestina, Prabowo tampak mengusap matanya. Dalam sambutannya, Presiden kemudian meminta maaf kepada para hadirin dan mengatakan dirinya teringat kondisi masyarakat Palestina.


"Saya minta maaf. Tadi saya teringat saudara-saudara kita di Palestina," kata Prabowo, sebagaimana dilaporkan ANTARA dari tayangan langsung Sekretariat Presiden.


Prabowo menyampaikan keprihatinannya terhadap penderitaan warga Palestina. Ia juga mengatakan Indonesia masih menghadapi keterbatasan dalam membantu masyarakat Palestina.


Momen tersebut menjadi salah satu bagian yang paling emosional dalam rangkaian acara peringatan satu abad Gontor. Setelahnya, Prabowo kembali menyerukan "Free Palestine", yang kembali dijawab serentak oleh para hadirin.


Prabowo: Indonesia Harus Menjadi Bangsa yang Kuat


Dalam sambutan yang sama, Prabowo mengaitkan kondisi Palestina dengan pentingnya membangun Indonesia yang kuat dan mandiri.


Menurutnya, kekuatan sebuah bangsa diperlukan agar negara tersebut mampu melindungi kepentingan rakyatnya sekaligus memiliki kemampuan untuk membantu bangsa lain yang membutuhkan.


Prabowo mengajak para kiai, ulama, ustaz, dan pendidik untuk ikut membangun generasi Indonesia yang memiliki karakter kuat. Ia juga menekankan pentingnya belajar dari pengalaman sejarah bangsa.


"Kita harus belajar dari sejarah. Dan kita harus jujur kepada diri kita. Kita harus jujur bukan kepada orang lain, tetapi kita harus jujur kepada diri kita sendiri," ujar Prabowo.


Diminta Berani Mengakui Kekurangan


Prabowo juga mengajak generasi penerus untuk berani melihat berbagai kelemahan dan kekurangan yang masih dimiliki Indonesia.


Menurut dia, evaluasi terhadap diri sendiri diperlukan agar bangsa Indonesia dapat memperbaiki berbagai persoalan dan membangun kekuatan secara bertahap.


"Saya berharap dari generasi penerus, dari ustaz-ustaz, dari ulama-ulama, untuk bisa membangunkan keberanian untuk belajar dari kelemahan-kelemahan kita sendiri, kekurangan-kekurangan kita sendiri," tuturnya.


Pesan tersebut disampaikan Prabowo dalam konteks pentingnya membentuk generasi yang memiliki kesadaran terhadap tantangan bangsa serta mampu mengambil pelajaran dari sejarah.


Prabowo Singgung Pengalaman Penjajahan Indonesia


Dalam pidatonya, Prabowo juga mengingatkan bahwa Indonesia memiliki pengalaman panjang berada di bawah kekuasaan bangsa lain.


Ia menyebut pengalaman tersebut sebagai bagian dari sejarah yang perlu diakui dan dipelajari agar Indonesia tidak kembali berada dalam kondisi serupa.


Prabowo menekankan pentingnya menjaga kedaulatan dan memperkuat kemampuan nasional. Menurutnya, Indonesia harus memiliki kekuatan agar tidak mudah ditekan atau bergantung kepada pihak lain.


Pesan tersebut sejalan dengan pernyataan Prabowo dalam acara yang sama mengenai pentingnya membangun Indonesia yang mandiri, termasuk dalam sektor pangan dan energi. Pemerintah, menurut Prabowo, perlu memastikan Indonesia memiliki kemampuan memenuhi kebutuhan dasarnya sendiri.


Momen 100 Tahun Gontor


Prabowo menghadiri Resepsi Kesyukuran 100 Tahun PMDG di Balai Pertemuan Pondok Modern (BPPM), Pondok Modern Darussalam Gontor Putra Kampus Pusat, Ponorogo.


Peringatan satu abad Gontor berlangsung pada 18–20 September 2026. Dalam kesempatan tersebut, Prabowo juga meresmikan Balai Pertemuan Pondok Modern serta Fakultas Kedokteran Universitas Darussalam (UNIDA) Gontor.


Selain membahas Palestina, Prabowo dalam sambutannya turut menyoroti nilai pendidikan Gontor, pentingnya integritas, kemandirian, serta pembentukan generasi yang memiliki pengetahuan luas dan karakter kuat.(Rhz2797)