Sebanyak 26 titik penyampaian aspirasi di muka umum dijadwalkan berlangsung di Jakarta pada Selasa, 20 Oktober 2026. Namun, Polda Metro Jaya mengungkapkan bahwa dari puluhan titik tersebut, hanya dua elemen yang telah menyampaikan surat pemberitahuan aksi kepada kepolisian.
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Budi Hermanto menyebut dua elemen tersebut adalah Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI) dan Universitas Jayabaya. Pemberitahuan itu mencakup informasi mengenai lokasi kegiatan dan perkiraan jumlah massa.
“Dari 47 elemen ataupun 26 titik penyampaian aspirasi di muka umum, hanya dua elemen yang mengajukan pemberitahuan,” ujar Budi Hermanto di kawasan Monas, Jakarta, Selasa (20/10/2026).
Ia mengapresiasi BEM UI dan Universitas Jayabaya karena telah menyampaikan pemberitahuan sebelum menggelar aksi. Di sisi lain, kepolisian menyayangkan masih adanya elemen yang belum memberikan informasi terkait rencana kegiatan mereka.
Polda Metro Siapkan Pengamanan dan Antisipasi Kemacetan
Menurut Budi, pemberitahuan aksi diperlukan agar kepolisian dapat mempersiapkan personel pelayanan dan pengamanan secara tepat. Informasi mengenai lokasi serta perkiraan jumlah peserta juga membantu petugas mengantisipasi potensi gangguan terhadap aktivitas masyarakat.
Salah satu perhatian utama adalah kelancaran lalu lintas, terutama jika demonstrasi berlangsung di kawasan strategis ibu kota yang memiliki mobilitas kendaraan tinggi.
“Petugas akan mempersiapkan personel pelayanan, termasuk melihat regulasi mengamankan aktivitas masyarakat lainnya, termasuk arus lalu lintas,” jelasnya.
Meski jumlah titik aksi telah teridentifikasi, kepolisian belum dapat memastikan total peserta demonstrasi yang akan hadir. Perkiraan tersebut masih bergantung pada perkembangan informasi di lapangan.
Budi mengatakan Direktorat Intelijen Keamanan Polda Metro Jaya terus melakukan analisis untuk memetakan situasi dan kebutuhan pengamanan.
“Kami belum bisa memastikan bahwa jumlah massa nanti akan berkisar berapa, karena informasi dan analisis yang dilakukan oleh Direktorat Intelkam ini masih sifatnya dinamis,” katanya.
Polisi Imbau Massa Patuhi Aturan Penyampaian Pendapat
Polda Metro Jaya menyatakan telah menyusun perkiraan kebutuhan personel untuk mengawal rangkaian aksi demonstrasi. Kepolisian juga mengimbau seluruh kelompok yang menyampaikan aspirasi agar mengikuti ketentuan hukum yang berlaku.
Budi merujuk pada Pasal 10 Undang-Undang Nomor 9 Tahun 1998 tentang Kemerdekaan Menyampaikan Pendapat di Muka Umum, yang mengatur kewajiban pemberitahuan tertulis kepada kepolisian sebelum kegiatan dilaksanakan.
Pemberitahuan tersebut menjadi bagian dari persiapan agar penyampaian pendapat dapat berlangsung dengan tertib, sekaligus menjaga keamanan peserta aksi dan masyarakat di sekitar lokasi.
Kepolisian berharap koordinasi antara penyelenggara demonstrasi dan petugas dapat membantu meminimalkan gangguan terhadap kegiatan publik, termasuk mobilitas warga Jakarta.
Aliansi Mahasiswa Jadwalkan Aksi di Tugu Proklamasi dan Tugu Tani
Sementara itu, aliansi mahasiswa yang tergabung dalam Komite Selamatkan Daulat Rakyat (Sadar) dijadwalkan menggelar demonstrasi di dua lokasi di Jakarta Pusat, yakni kawasan Tugu Proklamasi dan Tugu Tani, Menteng.
Ketua BEM UI Yatalathof Imawan menjelaskan, aksi simbolik di kawasan Tugu Proklamasi direncanakan berlangsung pada pukul 09.00 WIB. Setelah itu, mahasiswa dijadwalkan melanjutkan aksi massa di kawasan Tugu Tani pada pukul 15.00 WIB.
Menurut Yatalathof, aksi tersebut menjadi bagian dari upaya mahasiswa menyuarakan sejumlah persoalan yang sebelumnya telah dihimpun.
“Kemudian, untuk menuntut penyelesaian masalah yang telah dihimpun sebelumnya kami akan turun aksi massa bersama kawan-kawan,” ujar Yatalathof, Senin (19/10/2026).
Rangkaian demonstrasi ini membuat pengamanan dan pengaturan lalu lintas di sejumlah kawasan Jakarta menjadi perhatian. Masyarakat yang hendak beraktivitas di sekitar lokasi aksi diimbau memperhatikan kondisi jalan dan mengikuti arahan petugas di lapangan.
Hingga informasi tersebut disampaikan, jumlah akhir peserta demonstrasi masih belum dapat dipastikan karena situasi dan perkembangan massa masih terus dipantau kepolisian.(Rhz2797)


