Memasuki dua tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto, Partai Gerindra mendorong generasi muda, khususnya Generasi Z (Gen Z), untuk terlibat aktif dalam mengawal pelaksanaan program prioritas pemerintah yang terangkum dalam Asta Cita.
Sejumlah agenda pembangunan menjadi fokus pemerintahan Prabowo, mulai dari ketahanan pangan, pendidikan, kesehatan, perumahan, investasi, hingga hilirisasi industri. Gerindra menilai keterlibatan anak muda diperlukan agar pembangunan nasional dapat berjalan berkelanjutan dan memberikan manfaat bagi masyarakat.
Deklarator Pemuda Indonesia Raya (Pemira), organisasi sayap Gerindra, Muhammad Natsir Sahib, mengatakan generasi muda tidak seharusnya hanya menjadi penonton dalam perjalanan pembangunan bangsa.
Menurut Natsir, anak muda perlu mengambil peran nyata untuk memahami, mendukung, sekaligus mengawal cita-cita pembangunan nasional yang dicanangkan Presiden Prabowo.
“Anak muda tidak boleh hanya menjadi penonton dalam perjalanan bangsa. Kita harus mengambil peran, menjaga nilai-nilai Asta Cita,” ujar Natsir, Senin (26/10/2026).
Ia menambahkan, pembangunan Indonesia membutuhkan kontribusi generasi muda yang memiliki semangat, komitmen, serta rasa tanggung jawab terhadap masa depan bangsa.
Pemira Siapkan Konsolidasi Pemuda di Solo
Sebagai langkah awal memperluas keterlibatan anak muda, Pemira berencana menggelar konsolidasi bersama kalangan pemuda di Solo, Jawa Tengah.
Kegiatan tersebut ditujukan untuk menghimpun potensi generasi muda dari berbagai latar belakang dan organisasi. Melalui pertemuan ini, Pemira berharap komunikasi serta jaringan antarpemuda dapat semakin kuat sehingga membuka peluang kolaborasi dalam kegiatan sosial dan kehidupan berbangsa.
Natsir menyebut konsolidasi tersebut juga menjadi pintu masuk bagi anak muda yang ingin bergabung dan berkontribusi melalui Gerindra.
Ia berharap pertemuan awal di Solo tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial, tetapi berkembang menjadi gerakan kepemudaan yang terorganisasi dan memiliki tujuan yang jelas.
Menurutnya, keterlibatan pemuda perlu diarahkan pada kegiatan nyata yang dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat, bukan hanya sebatas dukungan terhadap agenda politik.
Gerindra Nilai Gen Z Punya Peran Strategis dalam Pembangunan
Natsir menegaskan bahwa generasi muda memiliki posisi strategis dalam menjaga keberlanjutan pembangunan nasional. Karena itu, pemahaman terhadap arah kebijakan pemerintah dinilai penting agar anak muda dapat berpartisipasi secara aktif.
Ia memandang Asta Cita bukan sekadar kumpulan program pemerintahan, melainkan arah pembangunan yang perlu dipahami dan diawasi pelaksanaannya oleh berbagai elemen masyarakat, termasuk generasi muda.
Melalui Pemira, Gerindra ingin membuka ruang bagi anak muda untuk berhimpun, belajar, berdiskusi, dan mengambil bagian dalam proses politik maupun kegiatan yang berdampak langsung bagi masyarakat.
Natsir juga menekankan pentingnya menerjemahkan semangat kepemudaan menjadi kontribusi konkret, seperti meningkatkan kepedulian sosial, memperkuat persatuan, serta ikut mencermati pelaksanaan kebijakan publik.
Konsolidasi Ditargetkan Meluas ke Berbagai Daerah
Konsolidasi di Solo diharapkan menjadi langkah awal untuk memperluas partisipasi pemuda di berbagai daerah di Jawa Tengah. Pemira ingin membangun jaringan kepemudaan yang solid agar semakin banyak anak muda memiliki kesempatan untuk menyampaikan gagasan dan berkontribusi.
Selain memperkuat kebersamaan, gerakan tersebut diarahkan untuk mendorong generasi muda agar lebih aktif mengikuti perkembangan kebijakan publik dan persoalan yang dihadapi masyarakat.
Natsir menegaskan, ruang partisipasi bagi anak muda perlu dibarengi dengan komitmen untuk bekerja nyata dan bertanggung jawab. Dengan begitu, keterlibatan generasi muda tidak hanya menjadi bagian dari kegiatan organisasi, tetapi juga dapat memberikan dampak positif bagi lingkungan sekitarnya.
“Asta Cita harus menjadi semangat bersama. Anak muda harus hadir, bergerak, dan mengambil bagian dalam mewujudkan masa depan Indonesia,” pungkasnya.
Melalui agenda konsolidasi tersebut, Pemira berharap semakin banyak generasi muda yang terlibat dalam kegiatan kepemudaan dan pembangunan. Sementara itu, pelaksanaan Asta Cita tetap membutuhkan pengawalan publik agar berbagai program pemerintah dapat berjalan sesuai tujuan dan memberikan manfaat bagi masyarakat luas.(Rhz2797)


