Masa depan Michael Carrick sebagai pelatih Manchester United (MU) semakin menjadi sorotan setelah Setan Merah kembali menelan kekalahan telak. MU dipermalukan Bournemouth dengan skor 0-3 di Old Trafford, Minggu (25/10/2026).
Kekalahan tersebut memperpanjang puasa kemenangan Manchester United menjadi delapan pertandingan di seluruh kompetisi. Sebelumnya, MU juga dihantam Como dengan skor 1-4 pada ajang Liga Champions.
Rentetan hasil buruk itu membuat posisi Carrick semakin tertekan. Bahkan, laporan terbaru menyebut pihak internal Manchester United mulai membicarakan sejumlah kandidat yang berpotensi menggantikan mantan gelandang MU tersebut apabila klub memutuskan melakukan pergantian pelatih.
Meski demikian, hingga Senin (26/10/2026), belum ada keputusan resmi Manchester United untuk memecat Carrick. Ia masih menjalankan tugasnya sebagai pelatih tim utama.
5 Kandidat Pengganti Michael Carrick di MU
Sejumlah nama mulai dikaitkan dengan kursi panas Old Trafford. Lima pelatih yang mencuat dalam pembicaraan adalah Antonio Conte, Julian Nagelsmann, Unai Emery, Eddie Howe, dan Fabian Hurzeler.
Berikut gambaran lima kandidat yang disebut-sebut berpotensi menjadi penerus Carrick jika Manchester United benar-benar melakukan perubahan di kursi pelatih.
1. Antonio Conte
Antonio Conte menjadi salah satu nama yang paling menarik perhatian. Pelatih asal Italia tersebut dikenal memiliki karakter kuat serta pendekatan taktik yang disiplin.
Sebagian fans Manchester United bahkan secara terbuka mendorong klub mempertimbangkan Conte. Mereka menilai MU membutuhkan sosok berpengalaman yang mampu membangun kembali organisasi permainan dan mental tim.
Dukungan terhadap Conte muncul di media sosial setelah kekalahan dari Bournemouth. Sejumlah suporter menganggap mantan pelatih Chelsea, Inter Milan, dan Tottenham Hotspur itu memiliki karakter yang sesuai dengan situasi sulit yang sedang dihadapi MU.
Namun, Manchester United berpotensi menghadapi persaingan jika benar-benar mengincar Conte. Juventus juga disebut memiliki ketertarikan terhadap mantan pelatihnya tersebut.
2. Julian Nagelsmann
Julian Nagelsmann juga masuk dalam daftar kandidat yang diperbincangkan. Pelatih asal Jerman itu dikenal dengan pendekatan taktik modern dan pengalaman menangani klub besar Eropa.
Namun, sebagian fans MU justru meragukan apakah Nagelsmann merupakan sosok yang tepat untuk menangani skuad Manchester United dalam kondisi saat ini.
Keraguan tersebut muncul karena sebagian pendukung menilai MU membutuhkan pelatih dengan pengalaman menghadapi tekanan besar dan situasi ruang ganti yang sulit, bukan eksperimen baru di tengah krisis.
3. Unai Emery
Nama Unai Emery juga mencuat sebagai salah satu opsi. Pengalaman Emery di kompetisi Eropa serta kemampuannya membangun tim menjadi alasan namanya masuk dalam pembicaraan.
Sejumlah suporter bahkan menempatkan Emery bersama Conte sebagai dua pilihan yang dianggap paling realistis untuk mengangkat performa Manchester United.
Emery dinilai memiliki pengalaman menangani klub besar dan mampu membentuk tim yang lebih terorganisasi secara taktik.
4. Eddie Howe
Eddie Howe juga disebut dalam daftar kandidat. Pelatih asal Inggris tersebut sebelumnya mendapat perhatian berkat pekerjaannya membangun Newcastle United menjadi tim yang kompetitif.
Namun, tidak semua fans MU menyambut positif kemungkinan kedatangannya. Ada suporter yang menilai Howe bukan solusi ideal untuk kondisi Manchester United saat ini.
Keraguan tersebut terutama berkaitan dengan kebutuhan MU untuk segera mendapatkan hasil, bukan sekadar membangun proyek jangka panjang.
5. Fabian Hurzeler
Fabian Hurzeler menjadi nama lain yang masuk dalam pembicaraan mengenai calon pelatih Manchester United.
Pelatih muda tersebut dikenal dengan pendekatan permainan modern dan menjadi salah satu figur yang menarik perhatian di sepak bola Eropa.
Namun, seperti Nagelsmann, Hurzeler berpotensi menghadapi pertanyaan mengenai pengalaman menangani klub sebesar Manchester United, terutama ketika tekanan terhadap klub sedang sangat tinggi.
Bruno Fernandes Dicadangkan, Situasi Carrick Makin Panas
Kekalahan dari Bournemouth juga tidak lepas dari keputusan Carrick mencadangkan kapten Bruno Fernandes.
Keputusan tersebut terjadi setelah Fernandes sebelumnya menyampaikan kritik mengenai taktik tim seusai kekalahan dari Como. Situasi itu membuat hubungan antara keputusan pelatih dan kondisi ruang ganti semakin menjadi perhatian.
Dalam pertandingan melawan Bournemouth, Fernandes tidak masuk starting XI. Manchester United akhirnya kalah 0-3 setelah Rayan, Marcus Tavernier, dan Evanilson mencetak gol untuk Bournemouth.
Hasil tersebut membuat tekanan terhadap Carrick semakin besar. Manchester United kini berada dalam periode sulit, dengan performa yang jauh dari harapan pada awal musim.
Fans MU Justru Bela Carrick
Menariknya, meski tekanan terhadap Carrick meningkat, sebagian suporter Manchester United justru memberikan dukungan kepada sang pelatih.
Setelah pertandingan melawan Bournemouth, sejumlah fans menyanyikan nama Carrick. Pada saat yang sama, kritik dan cemoohan lebih banyak diarahkan kepada para pemain serta jajaran manajemen klub.
Situasi tersebut menunjukkan bahwa persoalan MU tidak semata-mata dianggap sebagai masalah pelatih. Sebagian pendukung menilai terdapat persoalan yang lebih luas di tubuh klub, mulai dari performa pemain hingga kebijakan manajemen.
Juventus Bisa Jadi Penghalang MU Mendapatkan Conte
Jika Manchester United akhirnya memilih berpisah dengan Carrick, perebutan Antonio Conte bisa menjadi salah satu cerita menarik.
Conte memiliki hubungan historis dengan Juventus dan masih mendapatkan dukungan dari sejumlah pihak yang berharap ia kembali ke Turin. Kondisi tersebut dapat membuat MU tidak mudah mendapatkan tanda tangan pelatih asal Italia tersebut.
Di sisi lain, Manchester United membutuhkan pelatih yang mampu memberikan perubahan cepat. Setelah hanya meraih dua kemenangan dalam 12 pertandingan di semua kompetisi musim ini, tekanan untuk mengambil keputusan semakin besar.
Untuk saat ini, Carrick masih menjadi pelatih Manchester United. Belum ada pengumuman resmi mengenai pemecatan maupun pengangkatan pengganti.
Namun, setelah dua kekalahan telak dari Como dan Bournemouth dalam rentang waktu berdekatan, pembicaraan mengenai calon pelatih baru diperkirakan akan terus berkembang.
Antonio Conte menjadi nama yang paling mencuri perhatian di antara kandidat yang disebut, tetapi keputusan akhir tetap berada di tangan manajemen Manchester United.(Rhz2797)


