-->

Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

TNI Tambah Pesawat Hercules C-130 untuk Tangani Karhutla di Kalimantan, Ini Kekuatan Armada OMC

Oktober 25, 2026 Last Updated 2026-10-25T15:16:20Z


Tentara Nasional Indonesia (TNI) kembali memperkuat dukungan udara untuk menangani kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta kabut asap di Kalimantan. Satu unit pesawat Hercules C-130 bernomor registrasi A-1328 diberangkatkan dari Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, menuju Lanud Syamsudin Noor, Banjarmasin, Kalimantan Selatan, pada Sabtu (24/10/2026).


Pengiriman pesawat tersebut bertujuan mendukung pelaksanaan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) agar upaya penanganan karhutla dapat berjalan lebih optimal. Dukungan udara ini diharapkan membantu meningkatkan peluang pembentukan awan hujan di wilayah yang membutuhkan penanganan kebakaran.


Berdasarkan keterangan resmi Pusat Penerangan TNI yang disampaikan pada Minggu (25/10/2026), pengerahan pesawat tambahan merupakan bagian dari upaya memperkuat operasi penanggulangan karhutla dan mengurangi dampak kabut asap.


Langkah ini dilakukan melalui koordinasi dengan instansi terkait, termasuk tenaga ahli yang memiliki keahlian dalam rekayasa cuaca.


Hercules C-130 Dilengkapi Peralatan Penyemaian Awan


Pesawat Hercules C-130 A-1328 yang dikirim ke Banjarmasin dilengkapi dua konsol penyemaian dengan kapasitas bahan semai hingga 5 ton. Bahan yang dapat digunakan meliputi garam atau natrium klorida (NaCl) serta dry ice atau es kering, sesuai kebutuhan operasi dan kondisi atmosfer.


Dalam penerbangan tersebut, TNI juga membawa ahli perekayasa cuaca dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN). Kehadiran tenaga ahli diharapkan mendukung perencanaan dan pelaksanaan penyemaian awan berdasarkan hasil analisis meteorologi.


Operasi modifikasi cuaca dilakukan dengan mempertimbangkan kondisi atmosfer, keberadaan awan potensial, serta kebutuhan penanganan di wilayah sasaran. Penyemaian awan diharapkan dapat meningkatkan peluang terjadinya hujan sehingga membantu proses pembasahan lahan dan penanganan kebakaran.


Meski demikian, keberhasilan operasi tetap bergantung pada kondisi cuaca. Penyemaian awan tidak menjamin hujan akan turun di setiap lokasi yang menjadi sasaran.


Empat Pesawat Disiagakan di Lanud Syamsudin Noor


Dengan kedatangan Hercules C-130 A-1328, total armada pesawat TNI yang disiagakan untuk mendukung OMC di Lanud Syamsudin Noor, Banjarmasin, menjadi empat unit.


Armada tersebut terdiri atas satu pesawat Hercules C-130, satu pesawat CN-295, dan dua pesawat Cassa N-212. Penempatan berbagai jenis pesawat ini menjadi bagian dari dukungan operasional udara untuk penanganan karhutla di wilayah Kalimantan.


Sementara itu, TNI juga menyiagakan tiga pesawat di Lanud Sri Mulyono Herlambang, Palembang, Sumatera Selatan. Armada tersebut terdiri atas satu Hercules C-130 dan dua Cassa N-212.


Penempatan pesawat di dua pangkalan udara tersebut diharapkan mendukung kebutuhan operasi sesuai perkembangan kondisi kebakaran dan cuaca di masing-masing wilayah.


Dukungan udara menjadi salah satu unsur penting dalam penanganan karhutla, terutama ketika kebakaran terjadi di area yang sulit dijangkau melalui jalur darat.


OMC Diharapkan Bantu Kurangi Kabut Asap dan Titik Api


Dukungan pesawat TNI dalam operasi modifikasi cuaca merupakan bagian dari koordinasi lintas instansi untuk mempercepat penanganan karhutla. Melalui intervensi terhadap awan yang memenuhi kondisi tertentu, operasi ini diharapkan membantu memicu hujan di wilayah sasaran.


Hujan dapat membantu membasahi vegetasi dan lahan yang kering serta mendukung upaya pemadaman oleh petugas di darat. Kondisi tersebut penting untuk mengurangi risiko api meluas dan mencegah munculnya kembali titik kebakaran.


Namun, OMC bukan pengganti pemadaman langsung. Penanganan karhutla tetap membutuhkan pengerahan personel, pemadaman darat, pemantauan titik api, serta pembasahan berulang, terutama di lahan gambut yang berpotensi menyimpan bara di bawah permukaan.


Selain itu, pengurangan kabut asap juga dipengaruhi oleh sumber emisi, arah angin, kelembapan, dan kondisi atmosfer. Karena itu, hasil operasi perlu dievaluasi berdasarkan perkembangan kebakaran dan kualitas udara di lapangan.


Jakarta Juga Lanjutkan Operasi Modifikasi Cuaca


Di tengah upaya penanganan karhutla di Kalimantan, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta juga menyatakan akan melanjutkan operasi modifikasi cuaca apabila kondisi awan mendukung.


Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengatakan pemerintah daerah telah mengalokasikan anggaran untuk pelaksanaan OMC sebagai salah satu langkah pendukung dalam menghadapi persoalan kualitas udara di Ibu Kota.


Menurut Pramono, operasi tersebut akan dilakukan kembali ketika terdapat awan potensial yang memenuhi persyaratan meteorologis untuk penyemaian.


Ia juga menyampaikan bahwa kondisi kualitas udara yang lebih baik dirasakan masyarakat, termasuk saat kegiatan Jakarta Running Festival berlangsung pada Minggu (25/10/2026).


Meski demikian, perubahan tingkat polusi tidak dapat dikaitkan dengan OMC semata tanpa analisis lebih lanjut. Kualitas udara Jakarta juga dipengaruhi oleh emisi kendaraan, kegiatan industri, kondisi angin, dan faktor cuaca lainnya.


Sinergi Antarlembaga Jadi Kunci Penanganan Karhutla


Pengerahan Hercules C-130 tambahan menunjukkan dukungan TNI terhadap upaya penanggulangan karhutla melalui operasi udara. Kolaborasi dengan BRIN dan instansi terkait diperlukan agar pelaksanaan OMC sesuai dengan kondisi atmosfer dan kebutuhan di lapangan.


Di sisi lain, pengendalian kebakaran tetap membutuhkan pendekatan terpadu, mulai dari pencegahan, deteksi dini, pemadaman, hingga pemulihan wilayah terdampak.


Masyarakat juga diimbau tidak membuka lahan dengan cara membakar serta segera melaporkan kemunculan api kepada petugas. Langkah pencegahan menjadi penting untuk mengurangi risiko kebakaran baru dan menekan dampak kabut asap terhadap kesehatan.


Dengan dukungan armada udara, keahlian meteorologi, dan koordinasi lintas instansi, penanganan karhutla di Kalimantan diharapkan dapat berjalan lebih efektif sesuai kondisi cuaca dan tingkat risiko di setiap wilayah.(Rhz2797)