Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Kisah Dokter Terpendek di Dunia,Kepala Ditutup Helm sampai Pasien Kaget saat Diperiksa

Maret 17, 2024 Last Updated 2024-03-16T22:52:51Z


Inilah kisah Ganesh Baraiya , dokter terpendek di dunia yang sejak kecil terus mendapat bulyan .


Bahkan ia tidak mendapatkan kesempatan untuk melanjutkan pendidikan kedokteran . Namun , usahanya tidak putus asa .


Ganesh Baraiya terus bersemnagat hingga ia kemudian menjadi sosok yang mampu meraih gelar dokter. 


Hebatnya lagi , ia mendapatkan itu dalam keterbatasan . Namun , motivasi dan kekuatannya telah memberikannya banyak pengalaman hingga membuatnya mampu bersiang dengan orang normal .


Namun , sejak kecil ia telah menjadi sosok yang menderita . Pernah satu ketika kepalanya karus ditutup helm untuk menyeimbangkan pertumbuhan kepalnya dnega badan .


Pada akhirnya ortu meneri akeadaan Ganesh Baraiya dan kini ia adalah seorang dokter .


Seperti apa kisahnya ?


Ia adalah pria berumur 23 tahun. Telah menjadi dokter terpendek di dunia karena tingginya hanya 3 kaki atau sekitar 91,44 cm.


Dia yang lahir di daerah Talaja Thaluka di Gujarat, India ini mengalami kendala sejak masih kecil.


Awalnya ia terlahir normal, namun pada usia empat tahun, orang tuanya menyadari bahwa kepalanya sudah melebihi ukuran tubuhnya, sehingga mereka membawanya ke dokter.


Mereka mengetahui bahwa anak laki-laki tersebut menderita penyakit yang tidak dapat disembuhkan dan tidak ada yang dapat dilakukan oleh siapa pun.


Dikutip dari Odditycentral pada Rabu (13/3/2024), ibu Ganesh memasang helm berbentuk bak di kepalanya untuk mencegahnya tumbuh cepat dan memberi kesempatan pada tubuh yang lain untuk mengejar ketertinggalan.


Di sekolah, ia sering diejek karena kepalanya yang besar dan perawakannya yang pendek, namun ia juga memiliki teman-teman yang mendampinginya agar tetap fokus pada studinya.


Suatu hari, ayah Ganesh, Viththal Bhai, yang bekerja sebagai petani dengan penghasilan sekitar 200 Rs sehari, ditawari Rs 100.000 ($1.200 atau Rp 18,7 juta) untuk mengizinkan Ganesh bergabung dengan sirkus sebagai badut seperti dikutip dari kompas.com .


Pria itu sangat terpukul dengan tawaran itu sehingga dia mulai mengkhawatirkan keselamatan putranya, apalagi jika nanti ia akan diculik.


Maka, dia mulai menemaninya ke sekolah dan mencegah anak itu pergi ke mana pun tanpa pengawasan.


Meski memiliki keterbatasan fisik, Ganesh Baraiya selalu ambisius. Dia tahu ingin menjadi dokter sejak usia sangat muda, dan mengerahkan seluruh energinya untuk studinya, bekerja keras untuk mendapatkan nilai tinggi.


Ketika saatnya tiba, ia melamar gelar Sarjana Kedokteran dan Sarjana Bedah (MBBS), namun ditolak karena kekerdilannya.


Meskipun hasil tesnya bagus, Dewan Medis India menolak permohonannya karena tinggi badannya (hanya tiga kaki), dan menyatakan bahwa ia tidak akan dapat melakukan tugasnya dalam kasus darurat.


Ganesh sangat terpukul dengan penolakan tersebut, namun dia tidak akan menyerah pada mimpinya.


Dengan bantuan kepala sekolahnya, dia mendekati Kolektor Distrik, yang saat itu menjabat Menteri Pendidikan negara bagian, dan bahkan mengetuk pintu Pengadilan Tinggi Gujarat.


Tak satu pun usahanya berhasil, namun ia pantang menyerah. Kasusnya sampai ke Mahkamah Agung India, dan keadilan akhirnya ditegakkan.


Pada tahun 2018, pengadilan tinggi India memberikan Ganesh hak untuk mendaftar di MBBS, dan dia melakukannya pada tahun berikutnya. Pria setinggi tiga kaki ini baru saja menyelesaikan studinya dan bekerja magang di Rumah Sakit Sir-T di Bhavnagar.


"Saya sangat kecewa tiga tahun lalu, tapi saya menolak menerima penolakan mereka. Sekarang saya sangat senang mendapat keadilan dari Mahkamah Agung," kata Ganesh tiga tahun lalu.


"Sekarang saya sedang dalam perjalanan untuk mewujudkan impian yang saya hargai sejak kecil. Aku tahu aku berbeda, tapi aku ingin menjalani kehidupan yang baik seperti orang lain dan membuat orang tuaku bangga," jelas dia.


Meski sudah menjadi dokter, Ganesh Baraiya masih menghadapi diskriminasi, karena banyak pasiennya yang enggan membuka diri kepadanya lantaran tinggi badannya.


Tetapi begitu mereka (pasian) melihat bahwa dia mengetahui urusannya, mereka menjadi lebih nyaman.


"Setiap kali pasien melihat saya, mereka awalnya sedikit terkejut, tetapi kemudian mereka menerima saya dan saya juga menerima perilaku awal mereka," tutur Ganesh.


"Mereka berperilaku ramah dan positif terhadap saya. Mereka juga menjadi bahagia," ucap dokter Ganesh Baraiya.


Kisah ini tentu saja snagat menginspiratif . Bagaimana Ganesh Baraiya bisa memberikan motivasi bagi orang lain yang memiliki kekurangan fisik .


Motivasi positif adalah kuncinya untuk bisa meraih sukses.

×