Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Inilah Makanan dan Minuman yang Memicu Terjadinya Penyakit Autoimun

Mei 06, 2024 Last Updated 2024-05-06T07:37:56Z


Penyakit autoimun merupakan gangguan pada sistem kekebalan tubuh. Gangguan ini mengakibatkan pengaruh yang cukup besar terhadap pergerakan, dan sistem imunitas yang dimiliki manusia.


Sistem imunitas memiliki peran yang penting terhadap sistem kekebalan tubuh manusia. Perannya sangat besar untuk mendeteksi, melindungi, dan mencegah bakteri yang masuk ke dalam tubuh. 


Dilansir dari personalabs.com, Senin (22/4/2024) sistem kekebalan tubuh menyerang sel tubuh atau entitas penyakit yang dapat terjadi. Hal ini yang membuat kondisi tubuh menurun dan memperburuk infeksi di dalam tubuh manusia.


Penelitian juga menghasilkan suatu jawaban yang memperkuat bahwa, sebagian besar penyakit autoimun bersifat multifaktorial, dan mengakibatkan pemicu genetik di lingkungan sekitar. 


Namun, tahukah Anda bahwa autoimun dapat dipicu dari makanan yang dikonsumsi setiap hari? Dilansir dari welltheory, ada beberapa jenis makanan yang harus dihindari mencegah autoimun pada tubuh. 


Simak beberapa jenis makanan dan minuman yang dapat memicu terjadinya penyakit autoimun, yaitu:


1. Biji-bijian


Biji-bijian tidak dianjurkan untuk dikonsumsi setiap harinya. Hal ini berakibat terjadinya kerusakan pada usus dan membuatnya menjadi pro-inflamasi. Jenis biji-bijian yang harus dihindari dan dikonsumsi secara berlebih adalah gandum, kedelai, bulgur, dan sebagainya.


2. Sayuran nightside


Bagi orang yang memiliki sistem imunitas yang rendah, kacang-kacangan tidak direkomendasikan untuk dikonsumsi secara berlebih. Hal ini mengakibatkan kebocoran dan meningkatkan permeabilitas pada usus. Jenis sayuran yang harus dihindari adalah  tomat, terong, paprika, dan sejenisnya.


3. Daging merah


Daging merah menjadi sumber protein yang baik. Namun, perlu diketahui bahwa daging merah memiliki kadar lemak jenuh yang tinggi dan menghambat sistem peredaran darah dalam tubuh.


Hal lain yang memperjelas konsumsi daging merah harus dihindari adalah peningkatan sitokin pro-inflamasi. Sitokin merupakan protein kecil yang dapat mengontrol aktivitas sel kekebalan tubuh.


Jika dikonsumsi dalam jumlah yang banyak, lemak jenuh tersebut mengakibatkan peningkatan peradangan yang terjadi dalam tubuh. 


4. Telur dan susu


Telur dan susu memiliki berbagai manfaat yang baik bagi tubuh. Namun, perlu diketahui bahwa konsumsi telur dan susu yang berlebihan akan berdampak pada peningkatan kolesterol dalam tubuh.


Lemak jenuh dan kolesterol ini yang menghambat, serta membuat sistem peradangan pada tubuh meningkat. Saat jumlah kolesterol dan lemak jenuh meningkat, sistem organ tidak dapat menjalankan peran sesuai fungsinya. Hal ini akan berdampak pada kesehatan seseorang.


5. Makanan manis


Makanan manis memiliki kadar gula yang berlebih dan mengakibatkan terjadinya diabetes, serta obesitas. Gula memiliki peran yang baik sebagai sumber energi, tetapi penggunaanya harus sesuai dengan takaran normal. 


Pada studi di tahun 2019, konsumsi gula secara berlebih meningkatkan produksi TH17 (sel inflamasi). Hasil tersebut menjelaskan bahwa makanan manis dapat menyebabkan autoimun. 


6. Kopi dan alkohol


Kopi dan alkohol merupakan jenis minuman yang memiliki dampak buruk bagi kesehatan. Jika dikonsumsi secara terus menerus, berdampak langsung terhadap kerusakan organ dan menyebabkan risiko terjadinya penyakit kronis.


Kedua jenis minuman tersebut akan meningkatkan peradangan pada usus yang mengakibatkan peningkatan bakteri usus jahat, yang memiliki efek pro-inflamasi.

×