-->

Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Dunia Influencer Tak Seindah yang Dibayangkan, Banyak Kreator Kini Kesulitan Cari Uang

Maret 15, 2026 Last Updated 2026-03-15T02:36:31Z


Popularitas menjadi influencer sering dianggap sebagai jalan cepat menuju kesuksesan finansial. Banyak orang bermimpi bisa sukses seperti MrBeast atau Charli D'Amelio yang memiliki jutaan pengikut di media sosial.


Di Indonesia sendiri, sejumlah nama besar seperti Raffi Ahmad, Atta Halilintar, hingga Ria Ricis sering dianggap sebagai contoh sukses dari dunia kreator konten.


Namun di balik gemerlap tersebut, kenyataannya industri kreator digital kini semakin kompetitif dan tidak semua influencer bisa meraih penghasilan besar.


Persaingan Industri Influencer Semakin Ketat


Laporan dari The Wall Street Journal mengungkap bahwa semakin banyak orang mencoba mencari penghasilan melalui media sosial. Hal ini membuat persaingan antar kreator konten menjadi semakin sengit.


Salah satu contoh adalah kreator konten asal Amerika Serikat bernama Clint Brantley. Ia telah bekerja penuh waktu sebagai kreator selama tiga tahun dan aktif membuat konten di berbagai platform seperti TikTok, YouTube, serta Twitch.


Sebagian besar kontennya membahas tren permainan populer seperti Fortnite.


Meski memiliki lebih dari 400 ribu pengikut dan rata-rata penonton lebih dari 100 ribu per video, penghasilan Brantley ternyata masih di bawah gaji median pekerja penuh waktu di Amerika Serikat pada 2023.


Karena pendapatan yang tidak stabil, pria berusia 29 tahun tersebut bahkan belum berani menyewa apartemen sendiri dan masih tinggal bersama ibunya di negara bagian Washington.


Banyak Kreator Penghasilannya Kecil


Menurut laporan dari bank investasi Goldman Sachs pada 2023, ada ratusan juta orang di seluruh dunia yang aktif membuat konten di media sosial. Dari jumlah tersebut, sekitar 50 juta orang mencoba menghasilkan uang dari aktivitas tersebut.


Meski begitu, tidak semua kreator mendapatkan penghasilan besar.


Data dari NeoReach menunjukkan bahwa sekitar 48 persen influencer memperoleh penghasilan kurang dari US$15.000 per tahun. Sementara hanya sekitar 14 persen yang mampu meraup pendapatan lebih dari US$100.000.


Besarnya penghasilan influencer biasanya dipengaruhi beberapa faktor, seperti jenis konten yang dibuat, jumlah pengikut, pengalaman, serta apakah mereka bekerja penuh waktu atau hanya sampingan.


Bayaran dari Platform Semakin Menurun


Beberapa tahun lalu, platform media sosial memang memberikan insentif besar kepada kreator konten. Misalnya program pendanaan kreator senilai miliaran dolar dari TikTok.


Sementara itu, YouTube melalui fitur Shorts juga sempat memberikan bonus bulanan bagi kreator yang membuat konten pendek.


Namun belakangan ini, berbagai platform mulai memperketat syarat monetisasi dan mengurangi besaran pendapatan kreator. Misalnya, kreator kini harus memiliki minimal 10.000 pengikut dan jumlah tayangan tertentu untuk bisa mendapatkan penghasilan dari TikTok.


Di sisi lain, brand atau perusahaan juga semakin selektif dalam memilih influencer untuk bekerja sama dalam kampanye pemasaran.


Tekanan Mental Kreator Konten


Analis dari eMarketer, Jasmine Enberg, mengatakan bahwa pekerjaan sebagai kreator konten sering kali jauh lebih berat dibandingkan yang dibayangkan banyak orang.


Seorang influencer harus terus memikirkan ide konten baru, memproduksi video, mengedit materi, hingga berinteraksi dengan pengikut agar tetap relevan di media sosial.


Selain itu, banyak kreator juga tidak mendapatkan fasilitas seperti pekerja kantoran, misalnya asuransi kesehatan, dana pensiun, atau bonus tahunan.


Industri Kreator Diprediksi Terus Tumbuh


Meski penuh tantangan, industri kreator digital diperkirakan akan terus berkembang dalam beberapa tahun ke depan. Laporan Goldman Sachs memperkirakan jumlah kreator yang menghasilkan uang akan terus bertambah dengan pertumbuhan tahunan sekitar 10 hingga 20 persen hingga 2028.


Namun, semakin banyak orang yang mencoba mencari nafkah dari media sosial, semakin kecil pula potensi pendapatan yang harus dibagi di antara para kreator.


Hal ini membuat banyak influencer mulai mencari sumber pendapatan tambahan, seperti penjualan merchandise, kerja sama brand, hingga program afiliasi untuk menjaga stabilitas keuangan mereka.

×