Menjelang Lebaran, kasus penipuan digital melalui aplikasi pesan semakin meningkat. Salah satu platform yang paling sering dimanfaatkan pelaku adalah WhatsApp, karena digunakan hampir setiap hari oleh jutaan orang untuk berkomunikasi dengan keluarga, teman, maupun urusan pekerjaan.
Interaksi yang intens di aplikasi ini membuat pengguna rentan menjadi korban peretasan, penyadapan, hingga pengambilalihan akun. Jika akun berhasil diretas, pelaku biasanya memanfaatkan identitas korban untuk menipu kontak lain, seperti meminta uang atau menyebarkan tautan berbahaya.
Padahal, WhatsApp sebenarnya telah menyediakan sejumlah fitur keamanan yang dapat membantu melindungi akun dari ancaman tersebut. Pengguna hanya perlu mengaktifkan pengaturan keamanan yang tersedia.
Berikut enam cara penting untuk menjaga keamanan akun WhatsApp agar tetap aman dari penipuan.
1. Aktifkan Verifikasi Dua Langkah
Verifikasi dua langkah merupakan salah satu fitur keamanan paling penting di WhatsApp. Fitur ini menambahkan lapisan perlindungan berupa PIN enam digit yang harus dimasukkan saat akun diakses.
Dengan pengaturan ini, orang lain tidak bisa dengan mudah mengambil alih akun Anda meskipun memiliki kode OTP.
Cara mengaktifkannya:
- Buka aplikasi WhatsApp
- Masuk ke menu Pengaturan
- Pilih Akun
- Klik Verifikasi Dua Langkah
- Buat PIN enam digit dan tambahkan email pemulihan
- Pastikan PIN tidak dibagikan kepada siapa pun.
2. Gunakan Kunci Aplikasi
Fitur App Lock memungkinkan aplikasi WhatsApp hanya dapat dibuka menggunakan sidik jari atau pemindaian wajah. Dengan begitu, orang lain tidak bisa membuka chat tanpa izin.
Cara mengaktifkannya:
- Masuk ke Pengaturan
- Pilih Privacy
- Klik App Lock
- Aktifkan dan pilih metode keamanan seperti sidik jari atau Face ID
Anda juga bisa menentukan waktu otomatis penguncian aplikasi.
3. Atur Privasi Last Seen dan Online
Informasi Last Seen dan Online menunjukkan kapan Anda terakhir aktif di WhatsApp. Jika tidak diatur, siapa pun bisa melihat aktivitas tersebut.
Untuk meningkatkan privasi, pengguna dapat membatasi siapa saja yang bisa melihat status tersebut.
Cara mengaturnya:
- Buka Pengaturan
- Pilih Privacy
- Masuk ke menu Last Seen & Online
- Pilih opsi yang diinginkan seperti My Contacts atau Nobody
4. Batasi Undangan ke Grup
Sering kali pengguna tiba-tiba dimasukkan ke dalam grup WhatsApp tanpa izin. Hal ini bisa dimanfaatkan pelaku untuk menyebarkan spam atau penipuan.
Untuk menghindarinya, Anda bisa membatasi siapa saja yang boleh menambahkan Anda ke grup.
Caranya:
- Buka Pengaturan
- Pilih Privacy
- Klik Groups
- Pilih opsi My Contacts atau My Contacts Except
5. Periksa Perangkat yang Terhubung
Akun WhatsApp juga bisa diretas melalui fitur perangkat tertaut seperti WhatsApp Web. Karena itu penting untuk rutin memeriksa perangkat yang terhubung.
Cara mengeceknya:
- Buka WhatsApp
- Masuk ke Pengaturan
- Pilih Linked Devices
- Periksa daftar perangkat yang terhubung
- Logout dari perangkat yang tidak dikenal
6. Aktifkan Notifikasi Keamanan
WhatsApp juga menyediakan fitur Security Notifications yang memberi tahu pengguna jika kode keamanan percakapan berubah.
Dengan notifikasi ini, Anda bisa mengetahui jika ada aktivitas mencurigakan pada akun.
Cara mengaktifkannya:
- Masuk ke Pengaturan
- Pilih Akun
- Klik Security Notifications
Aktifkan opsi Show security notifications on this device
Dengan mengaktifkan fitur-fitur keamanan tersebut, risiko penipuan atau peretasan akun WhatsApp bisa diminimalkan. Terlebih menjelang momen Lebaran, ketika aktivitas komunikasi dan transaksi digital biasanya meningkat tajam.

