-->

Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Sering Begadang? Kemenkes Ingatkan Kurang Tidur Bisa Picu Penyakit Serius

Maret 15, 2026 Last Updated 2026-03-15T00:40:51Z


Kementerian Kesehatan Republik Indonesia mengingatkan masyarakat tentang bahaya krisis tidur yang kini banyak dialami orang. Kurang tidur tidak hanya memengaruhi kondisi fisik, tetapi juga dapat berdampak pada kesehatan mental, fungsi kognitif, hingga meningkatkan risiko kematian, terutama pada usia menengah dan lansia.


Direktur Pelayanan Kesehatan Kelompok Rentan Kemenkes, Imran Pambudi, mengatakan momentum World Sleep Day 2026 menjadi pengingat penting bagi masyarakat untuk memperhatikan kualitas tidur setiap hari.


Menurutnya, tidur yang berkualitas memiliki peran penting dalam proses pemulihan tubuh. Saat tidur, otak dan tubuh menjalankan berbagai proses penting, seperti penguatan memori, pembuangan racun dari otak, serta pengaturan sistem kekebalan tubuh dan hormon.


Kurang Tidur Bisa Picu Berbagai Penyakit


Imran menjelaskan bahwa kurang tidur dalam jangka pendek dapat menyebabkan gangguan konsentrasi, memperlambat reaksi, serta menurunkan kemampuan mengingat dalam jangka pendek.


Namun jika kondisi ini berlangsung lama, dampaknya bisa jauh lebih serius. Kekurangan tidur kronis diketahui berkaitan dengan peningkatan risiko berbagai penyakit, di antaranya:


  • Obesitas
  • Hipertensi
  • Diabetes Tipe 2
  • Penyakit kardiovaskular


Selain itu, gangguan tidur juga memiliki hubungan kuat dengan masalah kesehatan mental seperti depresi, kecemasan, hingga gangguan suasana hati.


Imran menambahkan, gangguan tidur juga dapat memperburuk kondisi pasien yang sudah memiliki gangguan kesehatan mental sebelumnya.


Banyak Orang Tidak Tidur Cukup


Berdasarkan rekomendasi kesehatan, orang dewasa seharusnya tidur sekitar 7 hingga 9 jam setiap malam. Namun kenyataannya, banyak orang tidak mencapai waktu tidur ideal tersebut.


Survei global yang dilakukan oleh ResMed pada tahun 2025 terhadap lebih dari 30 ribu responden di 13 negara menunjukkan bahwa banyak orang mengalami kualitas tidur yang buruk. Kondisi ini bahkan berdampak langsung pada tingkat produktivitas sehari-hari.


Penelitian lain pada kelompok usia di atas 50 tahun juga menemukan bahwa kualitas tidur yang buruk berkaitan dengan meningkatnya risiko Mild Cognitive Impairment, kondisi tubuh yang semakin rentan, hingga peningkatan risiko kematian.


Sebaliknya, kualitas tidur yang baik diketahui dapat menurunkan risiko kematian pada kelompok usia menengah hingga lansia.


Tips Meningkatkan Kualitas Tidur


Untuk menjaga kualitas tidur tetap baik, Kemenkes menyarankan beberapa langkah sederhana yang bisa dilakukan masyarakat, antara lain:


  • Menargetkan tidur 7–9 jam setiap malam
  • Membatasi penggunaan gadget setidaknya satu jam sebelum tidur
  • Menjaga konsistensi waktu tidur dan bangun
  • Mengatur pencahayaan malam agar ritme sirkadian tetap stabil


Selain itu, lingkungan kamar tidur juga perlu dibuat nyaman dengan pencahayaan redup, suhu ruangan yang sejuk, serta meminimalkan kebisingan.


Imran juga mengingatkan masyarakat agar menghindari konsumsi kafein atau alkohol menjelang waktu tidur. Jika muncul gejala gangguan tidur seperti mendengkur keras, terengah saat tidur, atau rasa kantuk berlebihan di siang hari, sebaiknya segera memeriksakan diri ke fasilitas layanan kesehatan.

×