-->

Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Dedi Mulyadi Buka Sayembara Rp750 Juta Cari Aman Yani, Sosok Misterius Kasus Pembunuhan Satu Keluarga

Mei 22, 2026 Last Updated 2026-05-22T07:55:26Z



Bataranews– Nama Dedi Mulyadi kembali menjadi sorotan setelah membuka sayembara Rp750 juta untuk menemukan sosok misterius bernama Aman Yani yang diduga terkait kasus pembunuhan satu keluarga di Indramayu.


Langkah tersebut dilakukan karena keberadaan Aman Yani dinilai menjadi kunci penting dalam mengungkap kasus pembunuhan sadis keluarga Haji Sahroni yang terjadi pada Agustus 2025 lalu.


KDM Soroti Kejanggalan Dana Pensiun


Dedi Mulyadi menilai ada sejumlah kejanggalan dalam kasus tersebut, terutama terkait dana pensiun Aman Yani yang disebut masih bisa dicairkan meski dirinya telah hilang sejak 2016.


Menurut pengakuan yang disampaikan dalam persidangan, dana pensiun senilai Rp400 juta disebut dicairkan oleh terdakwa Ririn Rifanto menggunakan surat kuasa yang dinilai mencurigakan.


KDM mempertanyakan bagaimana proses pencairan dana tersebut bisa dilakukan tanpa adanya pertemuan langsung antara pemberi kuasa dan penerima kuasa.


Sayembara Rp750 Juta


Melalui unggahan media sosialnya, Dedi Mulyadi mengajak siapa saja yang mengetahui keberadaan Aman Yani untuk membawanya kembali ke Indramayu.


Ia bahkan menyatakan siap memberikan uang Rp750 juta, baik kepada Aman Yani secara langsung jika masih hidup maupun kepada siapa saja yang berhasil menemukannya.


Menurut KDM, keberadaan Aman Yani sangat penting agar kasus pembunuhan satu keluarga tersebut bisa terungkap secara jelas dan tidak menjadi teka-teki berkepanjangan.


Dugaan Manipulasi Identitas


Kasus semakin rumit setelah muncul dugaan manipulasi identitas yang diungkap oleh saksi bernama Pak Dudu dan Irfan dalam tayangan kanal YouTube milik Dedi Mulyadi.


Pak Dudu mengaku fotonya pernah dipakai untuk membuat KTP palsu atas nama Aman Yani. KTP tersebut diduga digunakan untuk membuat rekening bank dan mencairkan dana pensiun.


Sementara Irfan mengaku sempat diminta membantu mencairkan uang dari rekening Aman Yani, namun membatalkannya setelah menyadari foto dalam KTP tersebut adalah milik Pak Dudu.


Kronologi Kasus Pembunuhan


Kasus ini bermula dari penemuan lima jenazah satu keluarga yang dikubur di halaman rumah mereka di Indramayu.


Korban terdiri dari Haji Sahroni, anaknya Budi Awaludin, menantunya Euis Juwita Sari, serta dua anak kecil mereka.


Polisi kemudian menetapkan Ririn Rifanto dan Priyo Bagus Setiawan sebagai tersangka utama.


Namun dalam persidangan, Ririn membantah dirinya sebagai pelaku utama dan justru menyebut Aman Yani sebagai otak di balik pembunuhan tersebut.


Aman Yani Jadi Misteri


Menurut keluarga, Aman Yani terakhir kali terlihat pada 2016 ketika berpamitan pergi ke Bandung untuk membuka usaha.


Sejak saat itu, ia menghilang tanpa jejak dan tidak pernah lagi diketahui keberadaannya.


KDM menilai, selama Aman Yani belum ditemukan, kasus pembunuhan satu keluarga di Indramayu akan terus menyisakan tanda tanya besar.


Kesimpulan


Kasus pembunuhan satu keluarga di Indramayu kini berkembang semakin kompleks setelah muncul nama Aman Yani yang disebut memiliki kaitan penting dalam perkara tersebut. Dedi Mulyadi pun turun langsung dengan membuka sayembara Rp750 juta demi menemukan sosok yang dianggap menjadi kunci utama pengungkapan kasus tersebut.