-->

Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

3 Alasan Motor Jarang Dipakai Tetap Wajib Ganti Oli, Ahli Pelumas Ungkap Faktanya

Juni 18, 2026 Last Updated 2026-06-18T07:30:22Z

 


Bataranews – Banyak pemilik kendaraan beranggapan motor yang jarang digunakan tidak perlu rutin mengganti oli mesin. Padahal, anggapan tersebut tidak sepenuhnya benar.


Ahli pelumas menegaskan bahwa oli mesin tetap mengalami penurunan kualitas meskipun motor lebih sering terparkir di garasi daripada digunakan di jalan.


Hal ini terjadi karena oli yang sudah berada di dalam mesin tetap dapat terpapar udara dan kelembapan yang memengaruhi kualitas pelumas.


Oli Tetap Bisa Rusak Meski Motor Tidak Digunakan


Menurut Head of Technical Shell Indonesia, Shofwatuzzaki, oli mesin yang sudah keluar dari kemasannya lebih rentan mengalami kontaminasi.


Udara yang masuk ke dalam mesin dapat membawa unsur air yang berpotensi merusak kualitas oli.


"Prinsip udara itu menjadi kontaminan terhadap oli mesin," jelas Shofwatuzzaki.


Pada mesin empat langkah (4-tak), salah satu katup biasanya berada dalam kondisi terbuka saat mesin mati. Kondisi tersebut memungkinkan udara masuk ke ruang mesin.


Proses Sublimasi Menghasilkan Air di Dalam Mesin


Udara yang masuk ke dalam mesin dapat mengalami proses kondensasi atau sublimasi yang menghasilkan kandungan air.


Air inilah yang menjadi salah satu musuh utama oli mesin.


Menurut Zakki, sapaan akrab Shofwatuzzaki, keberadaan air dalam oli dapat mengubah karakteristik pelumas sehingga tidak lagi bekerja optimal.


"Air dalam jumlah besar akan merusak properti oli mesin," ujarnya.


Oli Bisa Mengental dan Kehilangan Kualitas


Ketika terkontaminasi air, oli dapat mengalami perubahan warna menjadi abu-abu serta menjadi lebih kental.


Jika kondisi tersebut dibiarkan terlalu lama, kemampuan oli dalam melumasi komponen mesin akan menurun.


Akibatnya, risiko keausan komponen internal mesin bisa meningkat saat motor kembali digunakan.


Kapan Oli Harus Diganti?


Meski motor jarang dipakai, penggantian oli tetap disarankan berdasarkan interval waktu.


Untuk penggunaan normal maupun motor yang lebih sering disimpan, oli sebaiknya diganti maksimal setiap enam bulan sekali.


Dengan rutin mengganti oli sesuai jadwal, kondisi mesin akan tetap terjaga dan siap digunakan kapan saja tanpa risiko kerusakan akibat pelumas yang sudah menurun kualitasnya.


Kesimpulan


Motor yang jarang dipakai tetap membutuhkan perawatan berkala, termasuk penggantian oli mesin. Kontaminasi udara dan kelembapan dapat menyebabkan oli rusak meskipun kendaraan tidak digunakan setiap hari. Karena itu, jangan hanya berpatokan pada jarak tempuh, tetapi perhatikan juga usia pemakaian oli agar performa mesin tetap optimal.