Bataranews– China kembali menegaskan dukungan diplomatik kepada Iran di tengah meningkatnya ketegangan di kawasan Timur Tengah. Sikap tersebut disampaikan Menteri Luar Negeri China Wang Yi saat bertemu Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi dalam sela-sela pertemuan Organisasi Kerja Sama Shanghai (SCO).
China Tegaskan Dukungan bagi Iran
Dalam pertemuan tersebut, Wang Yi menegaskan bahwa China sebagai mitra strategis komprehensif akan terus mendukung Iran dalam menjaga kedaulatan, keamanan, dan martabat nasionalnya.
Ia juga mengungkapkan keprihatinan Beijing atas meningkatnya ketegangan di kawasan Teluk Timur Tengah. Menurutnya, nota kesepahaman yang telah disepakati lebih dari sebulan lalu merupakan hasil penting dari proses mediasi berbagai pihak dan harus tetap dijaga.
Wang Yi menilai upaya perdamaian tidak boleh berhenti. Selama peluang untuk berdialog masih terbuka, seluruh pihak harus kembali ke meja perundingan demi menghindari konflik yang lebih luas.
China Dorong Dialog dan Stabilitas Kawasan
China menyatakan akan tetap berpegang pada empat poin usulan Presiden Xi Jinping mengenai pemeliharaan perdamaian dan stabilitas di Timur Tengah.
Selain itu, Beijing mendukung berbagai inisiatif mediasi, termasuk yang dilakukan Pakistan dan negara-negara lain, guna mempercepat dimulainya kembali dialog terkait situasi di Selat Hormuz.
Menurut Wang Yi, China juga siap mendorong pembentukan sistem keamanan kolektif bagi negara-negara kawasan Teluk serta memperkuat hubungan antarnegara bertetangga demi menciptakan stabilitas jangka panjang.
Iran Sebut AS Langgar Kesepahaman
Sementara itu, Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menyampaikan bahwa meningkatnya ketegangan dipicu oleh tindakan Amerika Serikat yang dinilai telah melanggar nota kesepahaman yang sebelumnya disepakati kedua negara.
Meski demikian, Araghchi menegaskan bahwa Iran tetap membuka pintu perundingan dan tidak menginginkan konflik terus berlanjut.
Ia juga meminta Amerika Serikat memenuhi komitmen yang telah dibuat, menahan diri dari tindakan yang dapat memperburuk situasi, serta mencari penyelesaian melalui jalur diplomasi.
Ketegangan Kembali Meningkat
Hubungan antara Amerika Serikat dan Iran sempat menunjukkan tanda-tanda mereda setelah kedua pihak menyepakati perdamaian dan penghentian konflik pada 18 Juni 2026.
Namun, situasi kembali memanas sejak 8 Juli ketika Komando Pusat Amerika Serikat (CENTCOM) melancarkan beberapa gelombang serangan terhadap Iran. Washington menyatakan operasi tersebut merupakan respons atas tindakan Iran terhadap kapal-kapal komersial yang melintasi Selat Hormuz.
Di tengah perkembangan tersebut, Iran berharap China terus memainkan peran penting sebagai mediator untuk membantu meredakan ketegangan dan mendorong terciptanya stabilitas di kawasan Timur Tengah.
Kesimpulan
Pertemuan antara Wang Yi dan Abbas Araghchi menegaskan eratnya hubungan strategis China dan Iran di tengah dinamika geopolitik Timur Tengah. Beijing kembali menekankan pentingnya dialog, penghormatan terhadap kesepakatan yang telah dicapai, serta penyelesaian konflik melalui jalur diplomasi agar stabilitas kawasan dapat segera dipulihkan.


