Bataranews– Logo klub sepak bola bukan sekadar gambar untuk membedakan satu tim dengan tim lainnya. Di balik sebuah lambang, sering tersimpan cerita tentang sejarah, budaya, legenda, bahkan sosok yang pernah menjadi bagian penting dari sebuah klub.
Menariknya, sejumlah klub terkenal memiliki wajah atau figur manusia di dalam logonya. Namun, tidak semuanya merupakan manusia sungguhan. Ada yang berasal dari mitologi, legenda, hingga tokoh sejarah.
Berikut sosok di balik logo Atalanta, AS Roma, Sampdoria, Bournemouth, Ajax Amsterdam, Pafos FC, KAA Gent, dan Colo-Colo.
1. Atalanta – Sang Pelari dari Mitologi Yunani
Wajah perempuan dalam logo Atalanta bukanlah pemain sepak bola. Sosok tersebut adalah Atalanta, tokoh perempuan dalam mitologi Yunani yang dikenal sebagai pemburu dan pelari yang sangat cepat.
Nama klub Atalanta memang diambil dari tokoh mitologi tersebut. Sejak 1963, figur Atalanta mulai menjadi bagian dari identitas visual klub. Logo modernnya kemudian menampilkan siluet kepala Atalanta.
Karena itu, tidak mengherankan jika Atalanta juga memiliki julukan La Dea, yang berarti "Sang Dewi".
2. AS Roma – Romulus dan Remus
Jika melihat logo AS Roma, sosok manusia yang paling mencuri perhatian adalah dua bayi yang sedang menyusu kepada seekor serigala betina.
Mereka adalah Romulus dan Remus, dua saudara kembar dalam legenda pendirian Kota Roma.
Menurut legenda, keduanya diselamatkan dan dirawat oleh serigala betina. Romulus kemudian dipercaya sebagai pendiri Roma. Gambaran tersebut menjadi salah satu simbol paling terkenal yang menghubungkan klub dengan sejarah dan mitologi Kota Roma.
Jadi, dua manusia dalam logo AS Roma bukan pemain ataupun tokoh klub, melainkan bagian dari legenda kelahiran Kota Roma.
3. Sampdoria – Baciccia Sang Pelaut
Sosok berjanggut dengan topi dan pipa di logo Sampdoria adalah Baciccia.
Ia digambarkan sebagai seorang pelaut khas Genoa, kota yang sejak lama memiliki hubungan erat dengan dunia maritim. Nama Baciccia merupakan bentuk panggilan dari Giovanni Battista atau Giambattista.
Baciccia kemudian menjadi salah satu simbol paling mudah dikenali dari Sampdoria. Klub bahkan masih menggunakan siluet Baciccia dalam berbagai desain resmi hingga saat ini.
4. Bournemouth – Ternyata Mantan Pemain!
Ini mungkin salah satu yang paling mengejutkan.
Sosok yang terlihat sedang menyundul bola dalam logo AFC Bournemouth ternyata terinspirasi dari Dickie Dowsett, mantan penyerang klub tersebut.
Dowsett memperkuat Bournemouth & Boscombe Athletic pada 1957 hingga 1962. Dalam periode tersebut, ia mencetak 79 gol dalam 169 pertandingan.
Siluetnya kemudian menjadi bagian dari identitas Bournemouth. Jadi, berbeda dengan beberapa klub lain dalam daftar ini, figur manusia di logo Bournemouth benar-benar terinspirasi dari seorang pesepak bola nyata.
5. Ajax Amsterdam – Pahlawan Perang dari Yunani Kuno
Wajah dalam logo klasik Ajax Amsterdam adalah Ajax, seorang pahlawan dalam mitologi Yunani.
Nama klub sendiri juga berasal dari tokoh tersebut. Dalam kisah Iliad, Ajax dikenal sebagai salah satu pejuang Yunani terkemuka dalam Perang Troya.
Menariknya, Ajax Amsterdam sempat menggunakan logo bergaya minimalis dengan wajah Ajax yang dibentuk hanya menggunakan 11 garis, sebagai simbol 11 pemain dalam sebuah tim.
Namun, mulai musim 2025/26, Ajax secara resmi kembali menggunakan logo klasik setelah 34 tahun.
6. Pafos FC – Evagoras Pallikarides
Logo Pafos FC memiliki wajah seorang tokoh nyata bernama Evagoras Pallikarides.
Pallikarides adalah penyair sekaligus pejuang dari Siprus yang menjadi bagian dari perjuangan antikolonial terhadap pemerintahan Inggris. Wajahnya sudah menjadi bagian dari identitas klub pendahulu Pafos dan kemudian dipertahankan oleh Pafos FC.
Inilah yang membuat logo Pafos FC cukup berbeda dibandingkan kebanyakan klub sepak bola Eropa. Sosok manusia yang ditampilkan bukan karakter fiksi, melainkan figur sejarah dari wilayah Paphos.
7. KAA Gent – Sosok Indian dalam Logo
Sosok manusia dalam logo KAA Gent merupakan figur seorang Native American dalam profil.
Identitas tersebut berkaitan dengan julukan klub, De Buffalo's. Asal-usulnya dikaitkan dengan kedatangan pertunjukan Wild West milik Buffalo Bill ke Gent pada awal abad ke-20. Para pemain pertunjukan dengan atribut kepala suku Indian kemudian menjadi inspirasi bagi identitas klub.
Namun, penggunaan simbol tersebut juga menjadi bahan perdebatan dalam beberapa tahun terakhir karena berkaitan dengan representasi masyarakat pribumi.
8. Colo-Colo – Kepala Suku Mapuche
Klub asal Chile, Colo-Colo, juga menggunakan sosok manusia dalam logonya.
Figur tersebut adalah Colocolo, tokoh yang dikenal sebagai kepala suku Mapuche. Menurut tradisi dan legenda Mapuche, Colocolo merupakan figur penting dalam sejarah masyarakat tersebut.
Logo Colo-Colo mulai memasukkan figur Mapuche pada 1950. Identitas tersebut dipilih sebagai representasi masyarakat pribumi Chile dan menjadi bagian penting dari karakter klub.
Dari Mitologi hingga Mantan Pemain
Delapan logo tersebut menunjukkan bahwa identitas klub sepak bola bisa memiliki cerita yang sangat beragam.
Atalanta dan Ajax mengambil inspirasi dari mitologi Yunani. AS Roma menggunakan legenda pendirian Kota Roma. Sampdoria memiliki Baciccia sebagai simbol pelaut Genoa.
Sementara itu, Bournemouth memiliki cerita yang paling dekat dengan dunia sepak bola karena sosok dalam logonya terinspirasi dari mantan pemain, Dickie Dowsett. Pafos FC menggunakan wajah tokoh sejarah Siprus, sedangkan KAA Gent dan Colo-Colo mengangkat simbol yang berkaitan dengan identitas budaya dan sejarah.
Jadi, mulai sekarang, jangan hanya melihat logo klub sebagai sebuah gambar. Di balik satu lambang, bisa tersimpan kisah tentang legenda, sejarah, budaya, bahkan seorang pemain yang pernah mencetak puluhan gol untuk klub tersebut.


