-->

Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Gejala Kembali Muncul, 7 Siswa SMPN 3 Candimulyo Magelang Dirawat Lagi Usai Dugaan Keracunan MBG

Agustus 11, 2026 Last Updated 2026-08-11T08:14:02Z

Kasus dugaan keracunan yang melibatkan siswa SMPN 3 Candimulyo, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, kembali menjadi perhatian. Sejumlah siswa yang sebelumnya mengalami keluhan setelah menyantap menu Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali mendapat perawatan di rumah sakit.


Pada Selasa (11/8/2026), sebanyak tujuh siswa dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Merah Putih setelah mengalami kembali sejumlah gejala yang sebelumnya mereka rasakan.


Ketujuh siswa tersebut merupakan bagian dari 26 siswa SMPN 3 Candimulyo yang sebelumnya diduga mengalami keracunan setelah mengonsumsi menu MBG pada Jumat (7/8/2026).


Empat Siswa Akan Menjalani Rawat Inap


Kepala Bidang Penunjang RSUD Merah Putih, Rurit Obyantoro, mengatakan dari tujuh siswa yang kembali dibawa ke rumah sakit, empat di antaranya diputuskan menjalani rawat inap.


Sementara tiga siswa lainnya masih menjalani observasi untuk memastikan kondisi mereka sebelum menentukan penanganan lebih lanjut.


Menurut Rurit, kondisi sejumlah siswa mengalami penurunan sehingga tidak seluruhnya dapat menjalani perawatan secara mandiri di rumah.


"Kalau sekarang ditambah demam, menggigil," kata Rurit.


Keluhan Pusing dan Mual Kembali Muncul


Rurit menjelaskan, keluhan yang dialami para siswa kali ini antara lain pusing dan mual, yang sebelumnya juga muncul ketika mereka diduga mengalami keracunan pada 7 Agustus.


Namun, pada kejadian kali ini terdapat tambahan keluhan berupa demam dan menggigil.


Menurutnya, gejala akibat intoksikasi dapat kembali muncul meski seseorang sebelumnya telah mendapatkan penanganan. Kondisi tersebut dapat dipengaruhi oleh sejumlah faktor, termasuk daya tahan tubuh dan lamanya proses pemulihan.


Selain itu, jumlah zat yang masuk ke tubuh juga dapat memengaruhi kondisi masing-masing orang.


"Mungkin karena ada masa inkubasi bakteri dan daya tahan tubuh siswa menurun," jelas Rurit.


Menu MBG yang Dikonsumsi Siswa


Dugaan keracunan tersebut sebelumnya terjadi setelah SMPN 3 Candimulyo menerima menu MBG pada Jumat (7/8/2026).


Menu yang dibagikan terdiri dari nasi kebuli, telur, kering tempe, acar, dan anggur. Makanan tersebut berasal dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Giyanti, yang menjadi dapur penyedia makanan MBG untuk wilayah tersebut.


Berdasarkan catatan Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) Kabupaten Magelang hingga Senin (10/8/2026), dugaan gangguan kesehatan serupa juga dilaporkan terjadi di Madrasah Ibtidaiyah (MI) Nurul Hidayah Trenten.


Satu siswa dan satu guru di sekolah tersebut dilaporkan mengalami dugaan keracunan setelah mengonsumsi menu makanan yang sama.


Operasional SPPG Giyanti Dihentikan Sementara


Sebagai tindak lanjut atas dugaan keracunan tersebut, Badan Gizi Nasional (BGN) menghentikan sementara operasional SPPG Giyanti.


Penghentian dilakukan sejak Senin (10/8/2026) dan akan berlangsung sampai evaluasi serta perbaikan dinilai telah dilakukan sesuai ketentuan.


Koordinator Wilayah SPPI Kabupaten Magelang, Nrangwesthi Widyaningrum, mengatakan penghentian operasional tersebut masih bersifat sementara.


"(Pemberhentian) sampai dicabut kembali surat pemberhentiannya setelah melakukan evaluasi dan perbaikan," ujar Nrangwesthi.


BGN Tunggu Hasil Pemeriksaan Laboratorium


Selain menghentikan sementara operasional dapur, BGN juga berencana melakukan pemeriksaan langsung terhadap pengelolaan SPPG Giyanti.


Investigasi diperlukan untuk mengetahui penyebab munculnya dugaan gangguan kesehatan pada siswa dan pihak lain yang mengonsumsi makanan dari dapur tersebut.


Di sisi lain, hasil pemeriksaan laboratorium terhadap sampel makanan masih ditunggu. Sampel tersebut sebelumnya telah diambil dan diperiksa melalui Dinas Kesehatan.


"(Sambil) menunggu hasil uji laboratorium sampel yang sudah dilakukan oleh dinkes (dinas kesehatan)," kata Nrangwesthi.


Hasil pemeriksaan laboratorium nantinya diharapkan dapat membantu mengungkap penyebab pasti munculnya keluhan kesehatan pada siswa dan guru yang mengonsumsi menu MBG tersebut.


Untuk saat ini, dugaan keracunan masih dalam proses penyelidikan dan belum dapat disimpulkan sebagai akibat dari satu penyebab tertentu.(Rhz2797)