Bataranews– Nama Brigjen Pol Hengki Haryadi menjadi salah satu perwira yang mendapat penugasan baru dalam mutasi dan rotasi besar-besaran di lingkungan Kepolisian Negara Republik Indonesia.
Jenderal bintang satu tersebut kini dipercaya untuk memimpin Kepolisian Daerah Papua Barat Daya sebagai Kapolda.
Penunjukan Hengki Haryadi tertuang dalam Surat Telegram Kapolri Nomor ST/1877/VIII/KEP./2026 yang merupakan bagian dari rotasi terhadap ratusan perwira tinggi dan perwira menengah Polri.
Surat telegram tersebut ditandatangani Wakapolri Komjen Pol Dedi Prasetyo atas nama Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo dan berlaku mulai Minggu, 30 Agustus 2026.
Dalam jabatan barunya, Brigjen Pol Hengki Haryadi menggantikan Brigjen Pol Yulius Audie Sonny Latuheru sebagai Kapolda Papua Barat Daya.
Dari Wakapolda Riau ke Kapolda Papua Barat Daya
Sebelum mendapatkan kepercayaan memegang tongkat komando Polda Papua Barat Daya, Hengki menjabat sebagai Wakapolda Riau.
Posisi tersebut selanjutnya dipercayakan kepada Brigjen Pol Simson Zet Ringu.
Meski tidak disertai kenaikan pangkat, penunjukan sebagai Kapolda dinilai menjadi promosi jabatan karena Hengki kini dipercaya memimpin langsung institusi kepolisian di tingkat provinsi.
Dalam surat telegram tersebut, seluruh perwira yang mendapat mutasi diwajibkan segera menjalankan tugas baru.
Para perwira tinggi dan perwira menengah yang masuk dalam daftar rotasi diberikan waktu paling lambat 14 hari sejak keputusan mutasi ditetapkan untuk melaksanakan tugas di jabatan baru.
Polisi Penangkap Hercules
Nama Hengki Haryadi dikenal luas publik berkat rekam jejaknya di bidang reserse.
Salah satu peristiwa yang paling sering dikaitkan dengannya adalah operasi penangkapan Rosario de Marshal atau yang dikenal dengan nama Hercules pada 2013.
Saat itu, Hengki masih bertugas sebagai Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Metro Jakarta Barat.
Penangkapan tersebut kemudian menjadi salah satu perjalanan karier Hengki yang banyak dibicarakan masyarakat.
Belakangan, sejumlah potongan video wawancara Hengki Haryadi bersama jurnalis Najwa Shihab kembali ramai diperbincangkan di media sosial.
Dalam wawancara tersebut, turut dibahas pengalaman Hengki ketika menangani kasus dan operasi penangkapan Hercules.
Lulusan Akpol 1996 dengan Pengalaman di Bidang Reserse
Brigjen Pol Hengki Haryadi merupakan lulusan Akademi Kepolisian atau Akpol tahun 1996.
Sebelumnya, ia juga menempuh pendidikan di SMA Taruna Nusantara dan lulus pada 1993.
Sepanjang perjalanan kariernya, Hengki dikenal memiliki pengalaman panjang dalam penugasan di bidang reserse dan kriminal.
Sejumlah jabatan strategis pernah diembannya, mulai dari Kapolres Pelabuhan Tanjung Priok, Kapolres Metro Jakarta Barat, hingga Kapolres Metro Jakarta Pusat.
Ia juga pernah menduduki jabatan sebagai Direktur Reserse Kriminal Umum atau Dirreskrimum Polda Metro Jaya.
Kini, perjalanan karier Hengki kembali memasuki babak baru setelah dipercaya memimpin Polda Papua Barat Daya.
Penugasan tersebut menjadi salah satu tantangan besar bagi Hengki Haryadi, mengingat jabatan Kapolda merupakan posisi strategis dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat di wilayah hukum yang dipimpinnya.


