Bataranews– Penyelidikan kasus tewasnya seorang satpam bernama Sumarna yang ditemukan dalam kondisi terborgol di Waduk Jatiluhur, Purwakarta, terus mengungkap sejumlah fakta baru. Salah satu temuan yang menjadi perhatian adalah foto lama yang dikirim korban kepada istrinya sesaat sebelum menghilang.
Fakta tersebut turut disoroti Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi. Ia menilai rangkaian kejadian sebelum korban ditemukan meninggal mengandung sejumlah kejanggalan yang patut didalami penyidik.
Foto Lama Dikirim untuk Meyakinkan Istri
Komandan Regu (Danru) tempat Sumarna bekerja menjelaskan bahwa korban sempat melapor terlambat masuk kerja melalui pesan WhatsApp disertai foto serah terima tugas.
Namun, pada malam yang sama istri korban, Siti Maryam, menghubungi suaminya sekitar pukul 20.00 WIB. Panggilan tersebut tidak dijawab, sebelum akhirnya korban membalas dengan mengirim foto bersama Danru dan menyebut sedang bersama atasannya sehingga tidak bisa meninggalkan pos.
Belakangan, Danru memastikan dirinya sama sekali tidak berada di lokasi pada malam itu. Setelah diperiksa, foto yang dikirim korban ternyata merupakan dokumentasi lama yang diambil pada tahun 2025.
Menurut Dedi Mulyadi, temuan itu menjadi salah satu petunjuk penting untuk mengungkap aktivitas korban sebelum meninggal dunia.
Polisi Temukan Anomali Pergerakan Korban
Berdasarkan penyelidikan, Sumarna diduga meninggalkan pos jaga sekitar pukul 21.00 WIB. Beberapa saksi kemudian menyebut korban tidak terlihat berada di pos hingga larut malam.
Polda Jawa Barat juga mengungkap adanya kejanggalan dari jejak sinyal telepon seluler korban. Penyidik menemukan bahwa korban tidak langsung menuju lokasi tempat jasadnya ditemukan.
Sebaliknya, korban sempat melewati kawasan permukiman yang minim penerangan sebelum akhirnya kembali ke area sekitar tempat kejadian.
Jejak tersebut kini menjadi fokus penyelidikan guna mengetahui dengan siapa korban bertemu sebelum meninggal.
Dedi Mulyadi: Pelaku Diduga Orang yang Dikenal
Menanggapi perkembangan penyelidikan, Dedi Mulyadi menduga pelaku kemungkinan merupakan orang yang telah dikenal korban.
Menurutnya, jika seluruh pergerakan korban hanya berada di sekitar kawasan Waduk Jatiluhur, maka penyidik dapat menelusuri siapa saja yang sempat berinteraksi dengan korban melalui data komunikasi maupun jejak digital.
Ia juga menyebut motif kejahatan masih perlu didalami, baik kemungkinan terkait persoalan pribadi, dendam, maupun faktor lainnya.
Polisi: Bukan Motif Perampokan
Sementara itu, Polda Jawa Barat memastikan penyelidikan sementara tidak mengarah pada dugaan perampokan.
Seluruh barang milik korban, termasuk telepon genggam, dompet, sepeda motor, serta perlengkapan kerja masih ditemukan dalam kondisi utuh.
Penyidik juga menduga borgol yang digunakan untuk mengikat tangan korban bukan berasal dari perlengkapan satpam milik korban, melainkan diduga dibawa oleh pelaku.
Selain itu, polisi memperkirakan pelaku tidak beraksi seorang diri. Dugaan tersebut masih terus didalami melalui pemeriksaan saksi dan analisis barang bukti.
Kesimpulan
Kasus kematian Sumarna di Waduk Jatiluhur masih menyisakan banyak tanda tanya. Temuan mengenai foto lama yang dikirim kepada istri, anomali pergerakan korban, serta dugaan keterlibatan lebih dari satu pelaku menjadi fokus penyelidikan. Kepolisian terus mengumpulkan bukti untuk mengungkap motif dan pelaku di balik kematian satpam tersebut.


