-->

Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Udara di Sejumlah Wilayah Kalimantan Memburuk, ISPU Tembus 848 akibat Asap Karhutla

Agustus 31, 2026 Last Updated 2026-08-31T10:10:35Z

 Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) mulai memberikan dampak serius terhadap kualitas udara di sejumlah daerah. Berdasarkan pemantauan Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) pada Senin (31/8/2026) pukul 10.54 WIB, beberapa wilayah mencatat kualitas udara dalam kategori sangat tidak sehat hingga berbahaya.


Kondisi paling mengkhawatirkan terpantau di Kabupaten Murung Raya, Kalimantan Tengah. Nilai ISPU di wilayah tersebut mencapai 848, dengan partikulat PM10 menjadi pencemar udara yang paling dominan.


Angka tersebut menunjukkan kondisi udara yang perlu mendapat perhatian serius, terutama bagi masyarakat yang beraktivitas di luar ruangan.


ISPU Kotawaringin Timur dan Pontianak Juga Sangat Tinggi


Selain Murung Raya, kualitas udara buruk juga terpantau di sejumlah wilayah lainnya.


Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah, mencatat ISPU sebesar 773 dengan PM10 sebagai pencemar dominan. Sementara itu, wilayah Pontianak Tenggara, Kalimantan Barat, mencatat ISPU 732, dengan PM2.5 menjadi parameter pencemar utama.


Dari 10 wilayah dengan nilai ISPU tertinggi dalam pemantauan tersebut, sebanyak delapan wilayah masuk kategori berbahaya karena mencatat angka di atas 300.


Berikut daftar lengkap wilayah dengan ISPU tertinggi berdasarkan pemantauan Senin (31/8/2026) pukul 10.54 WIB:


Wilayah ISPU Pencemar Dominan Kategori


  • Kabupaten Murung Raya, Kalimantan Tengah 848 PM10 Berbahaya
  • Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah 773 PM10 Berbahaya
  • Pontianak Tenggara, Kalimantan Barat 732 PM2.5 Berbahaya
  • Kabupaten Gunung Mas, Kalimantan Tengah 578 PM2.5 Berbahaya
  • Kabupaten Tabalong, Kalimantan Selatan 399 PM2.5 Berbahaya
  • Kabupaten Kapuas, Kalimantan Tengah 390 PM10 Berbahaya
  • Kabupaten Hulu Sungai Selatan, Kalimantan Selatan 373 PM2.5 Berbahaya
  • Mobile AQMS BPBD Kalimantan Tengah 367 PM2.5 Berbahaya
  • Kabupaten Tebo, Jambi 211 PM2.5 Sangat Tidak Sehat
  • Kabupaten Kutai Barat, Kalimantan Timur 201 PM2.5 Sangat Tidak Sehat


Data tersebut memperlihatkan bahwa dampak asap karhutla tidak hanya terjadi di satu daerah. Sejumlah wilayah di Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Kalimantan Barat, hingga daerah lainnya turut mengalami penurunan kualitas udara.


PM10 dan PM2.5 Jadi Perhatian


Tingginya konsentrasi partikulat menjadi salah satu faktor utama yang membuat kualitas udara di sejumlah daerah memburuk.


BMKG menjelaskan bahwa PM10 merupakan partikel yang dapat terhirup dan masuk ke saluran pernapasan bagian atas. Ketika konsentrasinya meningkat, paparan PM10 dapat menyebabkan iritasi pada hidung, tenggorokan, maupun mata.


Sementara itu, PM2.5 memiliki ukuran partikel yang jauh lebih kecil sehingga dapat masuk lebih dalam ke sistem pernapasan.


“Karena ukurannya sangat halus, PM2.5 dapat masuk lebih dalam ke paru-paru dan meningkatkan risiko gangguan pernapasan,” jelas BMKG melalui laman resminya.


Kelompok masyarakat tertentu juga dinilai lebih rentan terhadap dampak polusi udara, terutama anak-anak, lansia, serta orang dengan gangguan pernapasan dan penyakit jantung.


Masyarakat Diminta Waspada terhadap Kualitas Udara


Kondisi udara yang masuk kategori sangat tidak sehat hingga berbahaya perlu menjadi perhatian masyarakat. Paparan asap dan partikulat dalam konsentrasi tinggi dapat meningkatkan risiko gangguan pada sistem pernapasan.


Masyarakat di wilayah yang terdampak asap karhutla perlu memperhatikan perkembangan kualitas udara dan informasi resmi dari instansi terkait. Aktivitas di luar ruangan juga sebaiknya disesuaikan dengan kondisi kualitas udara setempat.


Pemantauan ISPU menjadi penting agar masyarakat dapat mengetahui kondisi udara secara berkala dan mengambil langkah pencegahan yang sesuai.


Dengan nilai ISPU mencapai 848 di Murung Raya, kondisi kualitas udara pada sejumlah wilayah terdampak karhutla menjadi salah satu perhatian utama pada Senin, 31 Agustus 2026.(Rhz2797)