-->

Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Detik-Detik Longsor Salju di Nepal Terekam Kamera, Video Fotografer China Jadi Sorotan

September 01, 2026 Last Updated 2026-09-01T15:11:43Z

Rekaman yang diklaim memperlihatkan detik-detik terjadinya longsoran salju dan es di kawasan Langtang Lirung, Nepal, menjadi perhatian di media sosial. Video tersebut disebut direkam secara tidak sengaja oleh seorang fotografer asal China yang tengah berada di kawasan pegunungan.


Fotografer tersebut dikaitkan dengan akun Douyin HeyMu.Travel. Berdasarkan informasi yang beredar, kamera yang digunakan untuk memotret kawasan pegunungan secara tidak sengaja merekam material salju dan es dalam jumlah besar yang meluncur dari lereng.


Kemunculan video itu menjadi sorotan setelah bencana besar yang terjadi di kawasan perbatasan Nepal-China pada 26 Agustus 2026. Rekaman tersebut dinilai menarik karena berpotensi memperlihatkan proses awal terjadinya longsoran dari jarak yang relatif dekat.


Meski demikian, sejumlah informasi mengenai video tersebut masih perlu diverifikasi. Identitas fotografer, lokasi pengambilan gambar secara persis, waktu perekaman, serta kaitannya dengan fase awal bencana belum dapat dipastikan sepenuhnya.


Longsoran Es dan Batu Meluncur ke Lembah


Bencana tersebut dikaitkan dengan runtuhnya material es dan batu di sekitar Langtang Lirung, salah satu puncak di kawasan Himalaya yang memiliki ketinggian sekitar 7.227 meter.


Material dalam jumlah besar kemudian meluncur menuju lembah. Pergerakan material tersebut berkembang menjadi aliran debris yang membawa campuran air, lumpur, batu, es, dan material lainnya menuju wilayah yang lebih rendah.


Aliran material tersebut dilaporkan menimbulkan kerusakan pada kawasan di bawahnya, termasuk permukiman dan infrastruktur.


Untuk memahami rangkaian bencana, para analis turut memanfaatkan citra satelit yang membandingkan kondisi kawasan sebelum dan sesudah kejadian. Perubahan di sekitar wilayah gletser dan lereng pegunungan menjadi salah satu petunjuk yang digunakan untuk merekonstruksi peristiwa.


Data seismik serta berbagai rekaman dari lapangan juga menjadi bahan analisis. Getaran yang terekam saat kejadian menarik perhatian karena sinyal tersebut diduga berkaitan dengan pergerakan longsoran es dan batu dalam skala besar, bukan hanya aktivitas gempa tektonik.


Rekaman Fotografer Berpotensi Jadi Petunjuk


Apabila waktu dan lokasi video yang dikaitkan dengan fotografer China tersebut dapat dikonfirmasi, rekaman itu berpotensi menjadi salah satu dokumentasi penting untuk memahami mekanisme bencana.


Reuters melaporkan bahwa rekaman lapangan dapat dipadukan dengan citra satelit dan data seismik untuk membantu para ilmuwan merekonstruksi bagaimana longsoran bermula, seberapa cepat material bergerak, serta bagaimana peristiwa tersebut berkembang ketika mencapai lembah.


Secara umum, rangkaian peristiwa yang dianalisis mencakup keruntuhan material es dan batu di kawasan pegunungan, pergerakan longsoran menuju lembah, terbentuknya aliran debris, hingga potensi banjir bandang di wilayah hilir.


Kecepatan pergerakan menjadi salah satu tantangan utama dalam menghadapi bencana semacam ini. Longsoran dan aliran debris dapat bergerak dalam waktu singkat, sehingga masyarakat yang berada di jalur aliran memiliki waktu terbatas untuk melakukan evakuasi.


Pentingnya Pemantauan Gletser Himalaya


Peristiwa di kawasan Langtang kembali menunjukkan pentingnya pemantauan kondisi gletser dan lereng pegunungan Himalaya. Teknologi seperti citra satelit, sensor seismik, pemantauan lapangan, serta sistem peringatan dini dapat membantu mendeteksi perubahan yang berpotensi membahayakan masyarakat di wilayah hilir.


Langtang sendiri memiliki sejarah bencana longsoran. Pada gempa besar Nepal 2015, longsoran besar menerjang Lembah Langtang dan menyebabkan kerusakan parah serta banyak korban jiwa.


Karena itu, setiap dokumentasi baru mengenai pergerakan es, salju, dan batu di kawasan tersebut dapat menjadi bahan penting bagi peneliti untuk memahami karakteristik bahaya sekaligus meningkatkan upaya mitigasi bencana di masa mendatang.(Rhz2797)