-->

Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Malaysia Tak Terima Tambahan Waktu 2 Menit Jadi 7 Menit, FAM Minta FIFA Beri Klarifikasi

Oktober 02, 2026 Last Updated 2026-10-02T07:15:47Z



Bataranews– Federasi Sepak Bola Malaysia (FAM) meminta FIFA memberikan klarifikasi resmi terkait perubahan waktu tambahan pertandingan Indonesia vs Bangladesh pada FIFA ASEAN Cup 2026 yang awalnya tercatat dua menit kemudian berubah menjadi tujuh menit.


Pertandingan di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, Kamis (1/10/2026), menjadi penentu persaingan Indonesia dan Malaysia di Grup A. Indonesia akhirnya menang 9-2, sedangkan Malaysia mengalahkan Singapura 6-0 di Stadion Si Jalak Harupat, Bandung.


Hasil tersebut membuat Indonesia melaju ke final setelah unggul dalam jumlah gol yang dicetak.


FAM Pertanyakan Perubahan Tambahan Waktu


FAM menyatakan serius menyoroti perubahan waktu tambahan dalam pertandingan Indonesia melawan Bangladesh.


Dalam pernyataannya pada Jumat (2/10/2026), FAM menyebut waktu tambahan yang semula ditetapkan selama dua menit kemudian berubah menjadi tujuh menit.


FAM mengatakan akan mengajukan permohonan resmi kepada FIFA untuk meminta klarifikasi mengenai dasar, prosedur, dan keadaan yang menyebabkan perubahan jumlah waktu tambahan tersebut.


FAM juga menekankan bahwa permintaan tersebut ditujukan untuk memperoleh penjelasan mengenai proses dan prosedur yang dilakukan ofisial pertandingan.


Dengan demikian, berdasarkan pernyataan resmi yang diberitakan, langkah FAM saat ini merupakan permintaan klarifikasi, bukan pernyataan resmi untuk menggugat atau membatalkan hasil pertandingan.


Fakta Pertandingan: Indonesia Menang 9-2


Indonesia memang membutuhkan kemenangan dengan margin besar untuk menjaga peluang lolos ke final.


Pada babak pertama, Timnas Indonesia sudah unggul 6-1. Mitchell Baker mencetak empat gol, sementara Rizky Ridho dan Justin Hubner masing-masing menyumbangkan satu gol.


Babak kedua berlangsung lebih sulit bagi Indonesia. Bangladesh kemudian mampu mencetak gol kedua setelah Indonesia menambah keunggulan melalui Luke Vickery pada menit ke-90.


Bangladesh membalas pada menit ke-90+1 melalui Farhaan Ali Wahid sehingga skor berubah menjadi 7-2.


Dalam kondisi tersebut, Indonesia membutuhkan dua gol tambahan untuk melewati perolehan Malaysia yang sudah menang 6-0 atas Singapura.


Kevin Diks kemudian mencetak gol pada menit ke-90+6. Satu menit berselang, Mitchell Baker kembali mencatatkan namanya di papan skor sekaligus mengubah kedudukan menjadi 9-2.


FIFA sendiri mencatat Baker mencetak lima gol dalam pertandingan tersebut, termasuk gol penutup pada menit ke-90+7. Indonesia akhirnya mengungguli Malaysia dalam jumlah gol dan memastikan tempat di final.


John Herdman Ungkap Ada Kesalahan Perhitungan


Pelatih Timnas Indonesia John Herdman juga memberikan penjelasan mengenai perubahan tambahan waktu tersebut.


Menurut Herdman, ketika papan tambahan waktu menunjukkan dua menit, pihak Indonesia mempertanyakan keputusan tersebut karena pertandingan sebelumnya mengalami sejumlah penghentian, termasuk proses pengecekan VAR.


Herdman mengatakan dirinya kemudian bertanya kepada ofisial keempat apakah pemberian tambahan waktu dua menit merupakan sebuah kesalahan.


Menurut penjelasan Herdman, ofisial keempat menjawab bahwa keputusan tersebut memang sebuah kesalahan. Waktu tambahan kemudian dikoreksi menjadi tujuh menit.


Keterangan tersebut merupakan pernyataan dari John Herdman, sehingga alasan dan kronologi perubahan waktu tambahan tersebut masih perlu dilihat berdasarkan penjelasan resmi dari otoritas pertandingan atau FIFA.


Klaim Bergson dan Reaksi dari Malaysia


Drama tersebut juga memicu reaksi dari pemain Malaysia, termasuk Bergson Da Silva.


Striker Malaysia itu mengkritik situasi pertandingan melalui media sosial. Bergson mempertanyakan sejumlah hal, termasuk fakta bahwa Indonesia memainkan pertandingan di Jakarta pada malam hari serta perubahan waktu tambahan dari dua menjadi tujuh menit.


Bergson juga menyoroti bahwa Indonesia mampu mencetak dua gol pada menit-menit akhir setelah tambahan waktu berubah.


Namun, pernyataan Bergson mengenai adanya keuntungan bagi Indonesia sepanjang turnamen merupakan pendapat atau klaim pribadi, bukan fakta yang telah dinyatakan sebagai kesimpulan resmi oleh FIFA.


Hal yang dapat dipastikan adalah Indonesia memang memainkan seluruh pertandingan Grup A di Jakarta, sementara Malaysia menjalani pertandingan terakhir melawan Singapura di Bandung. Indonesia juga mencetak dua gol setelah waktu tambahan dikoreksi menjadi tujuh menit.


Mengapa Dua Gol Itu Sangat Menentukan?


Persaingan Indonesia dan Malaysia di Grup A berlangsung sangat ketat.


Setelah pertandingan terakhir selesai, kedua tim sama-sama mengoleksi tujuh poin dan memiliki selisih gol yang sama. Perbedaannya berada pada jumlah gol yang berhasil dicetak.


Indonesia menang 9-2 atas Bangladesh sehingga mengoleksi 11 gol lebih banyak daripada jumlah kebobolan dalam perhitungan selisih gol. Malaysia menang 6-0 atas Singapura dan memiliki selisih gol +9.


Dua gol Indonesia pada masa tambahan waktu menjadi sangat penting karena mengubah posisi akhir Grup A.


FIFA dan AFF kemudian mencatat Indonesia sebagai juara Grup A dan berhak tampil di final, sedangkan Malaysia harus menjalani pertandingan perebutan tempat ketiga.


FIFA Belum Memberikan Keputusan Soal Permintaan FAM


Sampai laporan terbaru pada Jumat (2/10/2026), FAM baru menyampaikan permintaan klarifikasi kepada FIFA mengenai perubahan waktu tambahan.


Belum ada keputusan yang menyatakan bahwa pertandingan Indonesia vs Bangladesh melanggar aturan atau bahwa hasil pertandingan akan diubah.


Karena itu, isu mengenai “92+7” perlu dibedakan antara fakta pertandingan, pernyataan pihak-pihak yang terlibat, dan dugaan atau opini yang berkembang di media sosial.


Fakta utamanya adalah waktu tambahan yang terlihat pada pertandingan berubah dari dua menjadi tujuh menit, Indonesia mencetak gol pada menit ke-90+6 dan 90+7, kemudian menang 9-2 dan lolos ke final.


Sementara itu, alasan resmi perubahan waktu tambahan serta apakah terdapat kesalahan prosedur masih menjadi hal yang diminta FAM untuk dijelaskan kepada FIFA.